Jejak Sejarah Stadion Menteng, Tempat Bersejarah Persija dan Sepak Bola Jakarta

AKURAT.CO - Di balik kemegahan pemukiman elite, kantor-kantor, dan taman cantik di Menteng, terdapat sebuah kisah bersejarah yang tak boleh dilupakan oleh pecinta sepak bola Jakarta.
Sebuah stadion pernah berdiri di tengah Menteng yang ramai, dan kisahnya menghadirkan prestasi gemilang dan legenda sepak bola Indonesia.
Stadion Menteng, dengan kapasitas 10.000 penonton, berdiri di Jalan HOS Cokroaminoto, Jakarta Pusat, di lahan yang kini menjadi Taman Menteng.
Awalnya dikenal sebagai "Voetbalbond Indische Omstreken Sport" atau Viosveld, stadion ini dibangun pada tahun 1921 dengan rancangan arsitek Belanda, F.J. Kubatz dan P.A.J. Moojen.
Stadion ini kemudian menjadi kandang bagi tim sepak bola Jakarta, Persija.
Stadion Persija di Menteng bukan sekadar tempat pertandingan biasa. Ini adalah salah satu situs bersejarah yang menjadi kebanggaan Jakarta dan Indonesia dalam dunia sepak bola.
Baca Juga: Persija Tanpa Witan Hadapi Bali United, Thomas Doll : Ada Pemain Yang Lebih Siap
Banyak legenda pemain sepak bola Indonesia, seperti Djamiat Dalhar, Abdul Kadir, Iswadi Idris, Anjas Asmara, dan Ronny Pattinasarani, lahir dan bermain di sini.
Sejak 1921, lahan seluas 3,4 hektar yang sekarang menjadi Taman Menteng ini telah menyaksikan berbagai pertandingan dan kompetisi, dari era Belanda hingga masa kemerdekaan Indonesia.
Pada tahun 1961, stadion ini menjadi kandang resmi Persija dan tetap menjadi tempat latihan dan pertandingan hingga saat ini.
Baca Juga: Persija Bekuk Persik Kediri, Nico Saputro: Kemenangan untuk Jakmania dan Aji Kusuma
Bahkan, pada tahun 1975, Surat Keputusan Gubernur Jakarta menetapkan stadion ini sebagai cagar budaya yang harus dilindungi.
Sebelum bermarkas di stadion Menteng, Persija melaksanakan berbagai program pembinaan sepak bola, termasuk pertandingan klub anggota, kompetisi kelompok umur, dan latihan tim berbagai usia di stadion IKADA, yang kini dikenal sebagai Monumen Nasional (Monas).
Namun, dengan adanya program pembangunan Monas pada tahun 1958, stadion Persija dipindahkan ke lokasi yang kita kenal sebagai Stadion Menteng, sebuah perpindahan yang diserahkan langsung oleh Presiden pertama Indonesia, Soekarno, pada tahun 1960.
Meskipun Stadion Menteng telah lenyap, jejak sejarah dan prestasi sepak bola yang diukir di sana akan selalu menjadi bagian penting dari warisan sepak bola Jakarta dan Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







