Jakarta

Kemenkeu Ungkap Arahan Presiden Jokowi, Minta Semua Visi-Misi Prabowo-Gibran Masuk ke RAPBN 2025

Yasmina Nuha | 26 Juni 2024, 21:20 WIB
Kemenkeu Ungkap Arahan Presiden Jokowi, Minta Semua Visi-Misi Prabowo-Gibran Masuk ke RAPBN 2025

AKURAT JAKARTA - Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Febrio Nathan Kacaribu, mengungkapkan rancangan terbaru terkait Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2025.

Rencananya pemerintah akan memasukkan semua visi-misi presiden dan wakil presiden terpilih Prawobo-Gibran ke dalam RAPBN 2025.

“Arahan Pak Jokowi jelas, masukkan semua visi-misi presiden terpilih ke dalam APBN 2025. Ini yang kita kerjakan bersama antara pemerintah dengan DPR," kata Febrio dalam Kajian Tengah Tahun INDEF 2024, Selasa (25/6/2024).

Baca Juga: Harga Tiket, Acara hingga Lokasi Dieng Culture Festival 2024 yang Harus Kamu Tahu Sebelum Berangkat!

Febrio mengatakan bahwa perancangan APBN ini begitu spesial karena RAPBN ini dirancang oleh Presiden Jokowi untuk presiden terpilih yang akan dilantik Oktober mendatang.

Ia pun berharap agar proses transisi APBN ini bisa berjalan secara mulus melalui komunikasi yang baik dengan konsep keberlanjutan.

"Nah ini yang kita harapkan, proses transisi ini akan terus berjadi dengan smooth, dengan komunikasi yang terus kita maintain dengan baik," harapnya.

Selain itu, ia juga berharap agar proses ekonomi pada pemerintahan 2024 maupun 2025 nanti tidak terdistrupsi.

"Sehingga dengan tidak terdisrupsinya proses ekonomi di dalam proses APBN ini, ini tentunya akan baik bagi perekonomian kita untuk tahun 2024 maupun 2025," harapnya.

Baca Juga: KONSER GRATIS AKHIR PEKAN INI: Ada JKT48, J-ROCKS hingga Parade Hujan di Plaza Barat TMII Jakarta Timur, Berikut Rute Transportasi Umum ke Lokasi

Ia juga berharap agar cita-cita bangsa menuju Indonesia Maju 2045 dapat tercapai dengan langkah pertama perbaikan ekonomi di tahun.

"Kita harus jaga perekonomian yang tumbuh di atas 5%, pengangguran yang bisa turun, kemiskinan yang terus menuju ekstrim jadi menuju 0%, ini harus kita lakukan dalam jangka pendek," jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, kolaborasi pemerintah dapat dilakukan dengan sektor usaha dan Non-Governmental Organitaztion (NGO).

"Juga termasuk lembaga akademik, seperti INDEF, akan sangat-sangat kami apresiasi sangat-sangat banyak sekali," katanya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.