Jakarta

Sukses Melalui Program Gebrak Pakumis, Sanisek hingga Sanitren, Zaki Iskandar Dinilai Mampu Atasi Masalah Sanitasi di Permukiman Kumuh Jakarta

Sastra Yudha | 27 Juni 2024, 22:58 WIB
Sukses Melalui Program Gebrak Pakumis, Sanisek hingga Sanitren, Zaki Iskandar Dinilai Mampu Atasi Masalah Sanitasi di Permukiman Kumuh Jakarta

AKURAT JAKARTA - Bakal calon gubernur Jakarta dari Partai Golkar, Ahmed Zaki Iskandar, terbukti banyak menorehkan prestasi saat menjadi Bupati Tangerang selama dua periode.

Salah satu program kerja Zaki Iskandar yang diakui nasional adalah dalam bidang sanitasi. Bahkan, karena keberhasilan Zaki Iskandar dalam meningkatkan kualitas sanitasi masyarakat, ia dipilih menjadi Ketua Umum Aliansi Kabupaten-Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) Periode 2022-2026.

Salah satu program sanitasi yang dilaksanakan oleh Zaki Iskandar saat menjadi Bupati Tangerang adalah Gerakan Bersama Rakyat Atasi Kawasan Padat Kumuh dan Miskin (Gebrak Pakumis).

Baca Juga: Timnas Indonesia U-16 Hajar Laos 6-1 di Manahan Solo, Langsung Lolos 16 Besar Piala AFF U-16 2024

Gebrak Pakumis adalah program perbaikan rumah tidak layak huni dan bedah toilet. Program ini menjadi percontohan, yang nantinya juga diterapkan oleh kepala daerah lainnya.

Selain itu, program sanitasi lainnya yang mendapat apresiasi adalah menjadikan instansi pendidikan sebagai agen perubahan.

Antara lain program Sanitasi Berbasis Sekolah (Sanisek) dan Sanitasi Berbasis Pondok Pesantren (Sanitren).

Program Sanisek menjadikan WC sebagai fokus peningkatan sanitasi di sekolah, yaitu dengan menjadikan lokasinya di gerbang sekolah dan bersih.

Dengan demikian diharapkan seluruh pihak terkait di sekolah, bersama-sama mengawasi dan memelihara sanitasi.

Untuk Sanitren difokuskan pada pembangunan sarana sanitasi berupa layanan air bersih untuk mandi, cuci dan WC, di pondok pesantren.

Harapannya di setiap pondok pesantren di Kabupaten Tanerang, sanitasinya menjadi lebih bersih, sehat, rapi dan nyaman.

Baca Juga: Tolak Pembangunan Sutet, Demo PMII di Depan Balai Kota Jakarta Berakhir Ricuh, Mahasiswa Adu Mulut dan Dorong-dorongan dengan Polisi

"Kenapa di institusi pendidikan yang kita prioritaskan, karena di institusi pendidikan ini lah kita melahirkan generasi penerus, agen perubahan," jelas Zaki Iskandar saat itu.

Apa yang dilakukan Zaki Iskandar di Tangerang ini, nantinya dapat diterapkan juga di Jakarta, kala terpilih menjadi Gubernur Jakarta.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), penduduk Jakarta pada tahun 2021 mencapai 10,61 juta jiwa. Mereke menempati luas wilayah 664,01 km persegi.

Itu artinya, terdapat 15.978 jiwa per km persegi atau setiap 1 km persegi dihuni oleh hampir 16 ribu jiwa.

Kepadatan penduduk DKI Jakarta diperparah dengan sebanyak 60 persen lebih rumah tangga atau keluarga di Ibu Kota Jakarta tinggal di hunian tak layak.

Hal ini disebabkan dampak keterbatasan lahan, sementara jumlah penduduk terus bertambah.

Kepadatan penduduk di hunian tak layak itu mempengaruhi akses sanitasi warga. Terutama ketersediaan tempat pembuangan akhir tinja berupa tanki septik atau IPAL.

Baca Juga: SERBU! PRJ Ada di Gatot Subroto Akhir Pekan ini, Ada Festival Kuliner, Fashion, Bazar Multi Produk hingga Pentas Seni, GRATIS! Cek Lokasinya di Sini

Sebagian besar rumah tangga di DKI Jakarta yang belum memiliki tangki septik tinggal di permukiman kumuh dan padat penduduk, serta merupakan masyarakat berpenghasilan rendah.

Karena itu, berdasarkan pengalaman yang dimiliki, putra Betawi yang kini menjabat Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta ini, dinilai mampu mengatasi masalah sanitasi di Permukiman Kumuh yang ada di Jakarta. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.