Jakarta

Hanya Separuh Warga Jakarta yang Nyoblos di Pilkada 2024, Terendah Sepanjang Sejarah, Begini Tanggapan KPU DKI

Sastra Yudha | 5 Desember 2024, 20:24 WIB
Hanya Separuh Warga Jakarta yang Nyoblos di Pilkada 2024, Terendah Sepanjang Sejarah, Begini Tanggapan KPU DKI

AKURAT JAKARTA - Tingkat partisipasi masyarakat DKI Jakarta dalam memberikan hak suara atau mencoblos di Pilkada tanggal 27 November 2024 lalu sangat rendah.

Hanya separuh lebih sedikit atau sekitar 58 persen dari jumlah pemilih yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), yang memberikan hak suaranya.

Angka partisipasi tersebut menjadi yang terendah sepanjang sejarah Pilkada di Jakarta, yang digelar sejak 2007 silam.

Baca Juga: SIAP-SIAP! Big Bang Festival 2024 Digelar di JIExpo Kemayoran Akhir Desember Ini, Menampilkan Lebih 25 Musisi Lintas Genre, Segini Harga Tiketnya

Hal tersebut membuat prihatin berbagai pihak. Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta mengaku tak tahu, kenapa partisipasi masyarakat dalam Pilkada kali ini begitu rendah.

Komisioner KPU DKI Jakarta, Fahmi Zikrillah, mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi terkait rendahnya partisipasi warga Jakarta.

"Tentu kami akan lakukan evaluasi dan kajian secara komprehensif ya untuk mendapatkan data yang lengkap, apa yang menjadi alasan ataupun menjadi faktor penyebab menurunnya partisipasi di Jakarta," kata Fahmi di Merllyn Hotel, Jakarta Pusat, pada Kamis (5/12/2024).

Fahmi membantah tudingan yang menyebut rendahnya pasrtisipasi masyarakat dalam Pilkada Jakarta disebabkan banyaknya warga yang tidak mendapatkan formulir C atau surat pemberitahuan untuk mencoblos.

Pasalnya, formulir C hanya bersifat pemeberitahuan saja. Sehingga tidak ada korelasinya dengan rendahnya partisipasi masyarakat di Pilkada Jakarta 2024.

"Jadi saya kira tidak ada pengaruh atau tidak menjadi penyebab form C pemberitahuan tidak terdistribusikan menjadi alasan tingkat partisipasi. Saya kira tidak ada korelasinya," tegasnya.

Namun demikian, Fahmi juga belum bisa menyebutkan secara pasti apa penyebab menurunnya tingkat partisipasi masyarakat di Pilkada Jakarta 2024 ini.

Baca Juga: JANGAN LUPA! Besok Ada Konser Gratis Kunto Aji dan Bilal Indrajaya di Lapangan Banteng Jakpus, dalam Acara Shaping Tomorrow Together

Padahal, kata Fahmi, KPU DKI Jakarta sudah getol melakukan sosialisasi, baik melalui media sosial maupun media mainstream dan media luar ruangan.

"Kami sudah banyak melakukan sosialisasi melalui media sosial, media online, dari teman-teman media juga sudah menyampaikan tahapan-tahapannya," pungkasnya.

Berdasarkan data yang kami kumpulkan, partisipasi masyarakat Jakarta dalam Pilkada belum pernah di bawah 60 Persen, berikut datanya:

- Pilkada DKI Jakarta 2007 jumlah partisipasi pemilih sebesar 65,4 persen.

- Pilkada DKI Jakarta 2012 jumlah partisipasi pemilih mencapai 66 persen.

- Sementara di Pilkada 2017, partisipasi pemilih meningkat jadi 78 persen.

- Pilkada DKI Jakarta 2024 jumlah partisipasi pemilih hanya 58 persen.

Baca Juga: Yuk, Lepas Penat Awal Pekan di Anjungan Sarinah Jakarta! Berikut Line Up Monday Replay pada Senin 8 Desember 2024

Jika dilihat dari data tersebut, maka partisipasi masyarakat di Pilkada DKI Jakarta 2024 menjadi yang terendah sepanjang sejarah. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.