Prihatin Harga Pangan Naik, Bang Zaki Ingatkan Kader Golkar Jalani Filosofi Padi dan Kapas

AKURAT JAKARTA - Ketua DPD Golkar DKI Jakarta, Ahmed Zaki Iskandar prihatin dengan kenaikan harga pangan akibat kemarau dan mengungkap makna mendalam di balik lambang Partai Golkar.
Setiap lambang atau logo suatu instansi ataupun lembaga pasti memiliki arti dan makna, begitupun dengan lambang Partai Golkar.
Ada beberapa item atau barang yang tertuang dalam lambang Golkar, yaitu perisai segi lima, pohon beringin, akar gantung, serta padi dan kapas.
Baca Juga: Disney Pro Israel, Seruan Boikot Film The Marvel Ramai di Medsos
Terutama padi dan kapas yang berkaitan dengan kesejahteraan rakyat, yakni sandang dan papan.
Pria yang akrab disapa Bang Zaki itu mengatakan, padi dan kapas bermakna setiap orang yang berada di bawah naungan Golkar harus siap bekerja untuk kesejahteraan rakyat.
"Ada padi dan kapas yang melambangkan kesejahteraan sandang dan papan," kata Bang Zaki.
"Jadi, kader Golkar harus siap mensejahterakan rakyat, jangan demi perut sendiri," sambungnya.
Lanjutnya, kesejahteraan rakyat juga berkaitan dengan makna dari pohon beringin yang mengandung arti perlindungan dan memberi manfaat.
"Jika filosofi pohon beringin itu memberi banyak perlindungan dan memberi banyak manfaat, maka sekarang Golkar harus menjamin orang bisa hidup sejahtera," ujar Bang Zaki.
Atas makna yang mendalam dari lambang Golkar tersebut, mantan Bupati Tangerang itu mendesak jajaran untuk bekerja keras demi kepentingan rakyat.
Bang Zaki pun berpesan agar jajarannya tidak hanya sibuk berpartai untuk golongan saja.
Sebab, menurutnya, membuat rakyat sejahtera bukan perkara mudah. Ini karena masa sekarang beda dengan dulu.
Ia pun kemudian mencontohkan salah satu kawasan di Kabupaten Tangerang yang sukses panen raya saat wilayah lain defisit pangan.
Padahal, kata Bang Zaki, saat itu selain jadi Bupati Tangerang, ia juga menjadi kader Partai Golkar.
"Saat itu petani di Kecamatan Sukadiri berhasil melakukan panen raya padahal sedang kemarau panjang," ujarnya.
"Ini jadi nilai plus, karena semua daerah sedang defisit pangan," tandas Bang Zaki. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kepulauan Faroe vs Kazakhstan di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Punya Modal Kandang Kuat
- 2Prediksi Skor Islandia vs Estonia di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Incar Awal Positif
- 3Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 4Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 5Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 6Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 8Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Amankan Kemenangan Perdana?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!

