Sesuai Arahan Bang Zaki, Ketua Golkar Kepulauan Seribu Secara Tegas Tolak Wacana Gubernur Jakarta Ditunjuk Oleh Presiden

AKURAT JAKARTA - Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta, Ahmed Zaki Iskandar, atau akrab disapa Bang Zaki, melakukan silaturahmi dengan kader dan warga Koja, Jakarta Utara, pada Senin (18/12/2023).
Acara ini juga dihadiri oleh Ketua DPD II Golkar Kepulauan Seribu, Wahyu Hidayat. Dalam pertemuan tersebut, Bang Zaki menyampaikan materi konsolidasi penguatan serta isu-isu strategis.
Selain itu, Wahyu mengatakan, salah satu isu utama yang dibahas Bang Zaki adalah terkait rancangan undang-undang Provinsi Jakarta, salah satunya soal wacana penunjukan Gubernur Jakarta oleh presiden.
"Paling krusial terkait tentang penunjukan kepala daerah yaitu gubernur akan dipilih oleh pemerintah pusat," katanya, Rabu (20/12/2023).
Baca Juga: Wakil Ketua MUI: Kelakar Zulhas Soal Shalat Pendukung Capres 02 Telah Menistakan Agama, Arie Kriting Singgung Gus Miftah
Menanggapi hal ini, Golkar menegaskan penolakan terhadap wacana gubernur Jakarta dipilih langsung oleh Pemerintah Pusat atau Presiden.
Alasannya, karena hal tersebut bertentangan dengan prinsip-prinsip demokrasi yang ada di Indonesia.
"Kita kader Golkar melalui arahan ketua Golkar Provinsi DKI Jakarta dengan tegas menolak gubernur Jakarta dipilih langsung oleh Pemerintah Pusat atau Presiden," tegasnya.
Kemudian, Golkar juga menyoroti perbedaan posisi Jakarta dengan provinsi-provinsi lain, di mana kepala daerah dipilih langsung oleh masyarakat.
Jakarta sebagai Ibu kota negara, memiliki posisi khusus di mana sebelumnya pemilihan kepala daerah dilakukan di tingkat provinsi, sementara kabupaten dan kota dipilih langsung oleh Gubernur.
Baca Juga: Soundtastic Hadir di Sarinah, Bisa Nonton Konser Gratis Sidney Mohede, Joe Tirta, hingga Fredo Aquinaldo, Cek Jadwalnya di Sini
"Itu yang menjadi dasar kita. Harapan kita bahwasanya Gubernur Jakarta tetap dipilih oleh masyarakat," tegasnya.
Golkar berharap bahwa pandangan ini dapat diakomodasi oleh pemangku kepentingan ke depan, dengan harapan agar pemimpin Provinsi Jakarta ke depan dapat ditentukan oleh partisipasi masyarakat dalam pemilihan kepala daerah.
"Kami tolak dan mudah-mudahan ini bisa menjadi perjuangan bersama masyarakat Jakarta dalam menentukan pemimpin Provinsi Jakarta ke depan," tutupnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



