Jakarta

Sekjen PBNU Dukung Pilpres 2024 Satu Putaran, Gus Salam: Itu Membantah Dawuh KH Mustofa Bisri

Fikri Hidayatulloh | 31 Januari 2024, 20:13 WIB
Sekjen PBNU Dukung Pilpres 2024 Satu Putaran, Gus Salam: Itu Membantah Dawuh KH Mustofa Bisri

AKURAT JAKARTA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendukung penuh Pemilihan Presiden 2024 berlangsung satu putaran.

Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf, mengatakan Pemilihan Presiden 2024 satu putaran bakal menghemat keuangan negara dan umat islam Indonesia bisa menjalankan Ibadah Puasa dengan khusuk.

"Kita bisa hemat anggaran. Pas puasa nanti kita bisa melaksanakan ibadah dengan khusuk,” kata Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah Yusuf, Yogyakarta, Rabu (31/1/2024).

Baca Juga: Tingkatkan Kompetensi Melalui Kompetisi, SMP GIS 2 Serpong Gelar Gissense 2024

Gus Ipul mengatakan tidak ada yang salah apabila Pemilihan Presiden bisa berjalan satu putaran.

"Tidak disibukkan dengan kampanye dan hiruk-pikuk lainnya," jelas Gus Ipul.

Menurut Gus Ipul, rilis terbaru lembaga survei Indonesia (LSI Denny JA) mendukung kemungkinan pemilihan berlangsung satu putaran.

Sebab, salah satu pasangan calon mengantongi presentase elektabilitas sampai 50 persen lebih.

Untuk mendukung wacana pemilihan satu putaran, Gus Ipul meminta kepada warga nahdliyin pada 14 Februari nanti berduyun-duyun memberikan suara ke tempat pemungutan suara terdekat.

Baca Juga: Kabar Gembira! Serial Baru Live-action Avatar The Last Airbender Bakal Tayang Perdana di Netflix Pada 22 Februari 2024, Ada Bocoran dari Pemain Nih!

Menyikapi pernyataan Saifullah Yusuf tersebut, anggota Dewan Penasihat Timnas Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN), Abdusalam Shohib alias Gus Salam, menilai bahwa Gus Ipul telah masuk dalam politik praktis.

Sikap tersebut, lanjut Gus Salam, berlawanan dengan pesan Ketua Mustasyar PBNU, KH. Mustofa Bisri atau Gus Mus, agar NU tak memenangkan capres tertentu.

"Saya heran dan prihatin. Baru kemarin Mustasyar PBNU KH Mustofa Bisri menyampaikan bahwa tugas NU memenangkan Indonesia, bukan menjadi timses dan jurkam Capres. Hari ini Sekjen seperti membantah dawuhnya Kiai Mustofa Bisri," kata Gus Salam.

Gus Salam khawatir terhadap ambisi atau kepentingan pribadi oknum-oknum di PBNU menjelang Pilpres 2024.

Baca Juga: Pecinta Kuliner Merapat! Makan Gratis Sepuasnya di Festival Jenang Solo Akhir Pekan Ini, Catat Lokasinya

Karena ambisi pribadi itu, menurut Gus Salam, dapat mencederai cita-cita luhur para pendiri dan sesepuh NU.

"Dengan merendahkan diri terlibat dalam politik partisan yang remeh temeh, itu mencederai cita-cita luhur para pendiri dan sesepuh NU. Harapan saya, agar lebih bisa mengendalikan syahwat politiknya," kata Gus Salam. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.