Jakarta Tertinggi Kedua, Bang Zaki Ingatkan Judi Online Rusak Ekonomi Keluarga dan Kesehatan Mental

AKURAT JAKARTA - Bakal Calon Gubernur (Bacagub) DKI Jakarta Ahmed Zaki Iskandar mengomentari tingginya angka kasus judi online di Jakarta tidak terlepas dari perkembangan teknologi dan akses internet yang luas.
Menurut Bang Zaki, sapaannya, Jakarta sebagai ibu kota dan pusat bisnis memiliki akses internet yang sangat mudah dan luas.
"Ini memberikan celah bagi aktivitas judi online untuk berkembang pesat. Terlebih banyak orang yang menganggur dan ingin mendapat uang secara instan,” ujar Bang Zaki, Kamis (27/6/2024).
Diketahui Jakarta menempati posisi tertinggi kedua dalam kasus paparan judi online di Indonesia.
Jumlah masyarakat yang terpapar judi sebanyak 238.568 pemain dengan nilai transaksi mencapai Rp 2,3 triliun.
Menurut Ketua DPD Golkar DKI Jakarta itu, perlu dilakukan edukasi dan sosialisasi tentang bahaya judi online kepada masyarakat. Juga tentang dampak negatif judi online harus ditingkatkan.
"Masyarakat perlu diberi pemahaman bahwa judi online bukan hanya ilegal tetapi juga akan merusak ekonomi keluarga dan kesehatan mental,” kata dia.
Penguatan peran keluarga dan komunitas juga menjadi kunci penting dalam mencegah penyebaran judi online.
Keluarga harus lebih aktif dalam mengawasi aktivitas online anggota keluarganya, terutama anak-anak dan remaja, sekaligus mengetahui dan memahami apa itu judi online.
"Judi online telah menyasar anak muda kita, tidak boleh abai. Fenomena ini akan berdampak besar di kemudian hari, tidak jarang banyak kasus pencurian hingga pembunuhan akibat kecanduan judi online ini. Mari kita nyalakan alarm keluarga agar tidak menjadi korban," tuturnya.
Salah satu upaya yang dapat digunakan untuk memerangi judi online, yakni dengan memanfaatkan teknologi.
“Penggunaan teknologi canggih seperti AI dan big data dapat membantu pemerintah dalam melacak dan memblokir situs judi online. Teknologi ini juga bisa digunakan untuk menganalisis pola-pola transaksi yang mencurigakan yang berkaitan dengan judi online,” ungkapnya.
Bang Zaki juga menekankan pentingnya penegakan hukum yang lebih tegas dan terstruktur. Pemerintah harus bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk melacak dan menutup situs-situs judi online, serta memberikan sanksi berat kepada pelaku yang terlibat dalam aktivitas.
“Harus ada kerja sama yang baik antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, operator telekomunikasi, dan institusi keuangan dalam memerangi judi online. Setiap pihak harus saling mendukung dan berbagi informasi untuk efektivitas penanganan,” kata Bang Zaki. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Torino vs Udinese di Serie A, 13 Oktober 2026: Mampukah Granata Bangkit di Kandang?
- 2Prediksi Skor Coventry City vs Newcastle United di Premier League, 13 Oktober 2026: Mampukah The Sky Blues Menghentikan Dominasi The Magpies?
- 3Prediksi Skor RB Leipzig vs PSV Eindhoven di UCL, 14 Oktober 2026: Mampukah Die Roten Bullen Melanjutkan Pesta Gol?
- 4Prediksi Skor Levante vs Sevilla di La Liga, 13 Oktober 2026: Duel Dua Tim Terluka di Ciudad de Valencia
- 5Prediksi Skor Atalanta vs Venezia di Serie A, 12 Oktober 2026: Mampukah La Dea Mengakhiri Tren Negatif?
- 6Prediksi Skor Real Betis vs FC Porto di UCL, 15 Oktober 2026: Momentum Positif Jadi Modal Kedua Tim
- 7Prediksi Skor RC Lens vs Sporting CP di UCL, 13 Oktober 2026: Rekor Kandang Les Sang et Or Diuji The Lions
- 8Prediksi Skor Feyenoord vs Como di UCL, 14 Oktober 2026: Mampukah De Stadionclub Membendung Kejutan Tim Debutan?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




