Jakarta

Ketua DPW PKS Pernah Tawari Anies Baswedan Jadi Anggota Partai Tapi Ditolak, Padahal Agar Pencalonannya di Pilkada Jakarta Bisa Berjalan Mulus

Yasmina Nuha | 12 Agustus 2024, 17:50 WIB
Ketua DPW PKS Pernah Tawari Anies Baswedan Jadi Anggota Partai Tapi Ditolak, Padahal Agar Pencalonannya di Pilkada Jakarta Bisa Berjalan Mulus

AKURAT JAKARTA - Polemik Anies Baswedan dengan DPW PKS Jakarta terkait pencalonan di Pilgub Jakarta 2024 kian meruncing.

Dalam sepekan ini, kedua pihak saling berbalas pesan suara atau Voice Note. Dimulai dari Anies Baswedan yang mengirim pesan suara atau voice note ke Ketua DPW PKS Jakarta, Khoiruddin.

Dalam rekaman voice note itu, Anies Baswedan mempertanyakan soal deadline yang diberikan PKS kepada Anies, untuk mendapatkan partai koalisi agar bisa mengusung pasangan Anies Baswedan - Sohibul Iman.

Baca Juga: Pakai Sound Horeg Untuk Iring-iringan Karnaval, Seorang Ibu di Pati Jawa Tengah Nyaris Dikroyok Massa Hanya Karena Minta Volume Dikecilkan

Dalam voice note berdurasi 9 menit 56 detik itu, Anies mengaku kaget soal adanya deadline 40 hari dari PKS untuk mencari partai koalisi.

Lalu, gantian Ketua DPW PKS Jakarta, Khoiruddin, yang mengirim pesan suara atau voice note sebagai jawaban atas voice note Anies Baswedan tersebut.

Dalam pesan suara atau voice note balasan itu, Khoirudin bahkan mengungkit peran PKS di Pilkada Jakarta tahun 2017 dan Pilpres 2024, yang totalitas mendukung Anies.

Namun apa yang didapat PKS? Bahkan ketika Wagub DKI, Sandiaga Uno mengundurkan diri, jatah penggantinya pun tidak diberikan pada PKS.

"Pak Anies tentu masih ingat, bahwa demi mencalonkan Pak Anies sebagai calon gubernur dalam Pilgub di Jakarta tahun 2017, PKS rela berkorban dengan menarik pencalonan kader utamanya yaitu Pak Mardani Ali Sera," kata Khoirudin dalam voice note yang beredar di Medsos.

"Bahkan ketika Pak Sandiaga Uno mundur dari Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk menjadi Cawapres, dan menyatakan bahwa Wakil Gubernur Jakarta menjadi jatah PKS dan ketika PKS tidak juga mendapatkan haknya itu, PKS tetap menjadi kawan Pak Anies hingga selesai husnul khatimah sebagai Gubernur Jakarta," lanjutnya.

Baca Juga: CATAT! Band GIGI Bakal Konser di Istora Senayan Jakarta pada 24 Agustus 2024, Kolaborasi Bareng Afgan, Ariel, Hivi!, Kris Dayanti hingga Mahalini

Bahkan, lanjutnya, PKS tetap mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden (Capres) dalam Pilpres 2024, bersama Nasdem dan PKB.

Terkait pencalonan Anies sebagai Cagub DKI 2024, Khoirudin menyebut, PKS sudah menawarkan berbagai opsi.

Tujuannya, semata-mata agar pasangan Anies Baswedan- Sohibul Iman bisa melenggang ke Pilgub Jakarta 2024.

"Mengingatkan bahwa PKS tidak bisa mengusung sendiri, maka kami meminta Pak Anies juga untuk memastikan Nasdem dan atau PKB untuk ikut mengusung pasangan ini," katanya.

Tetapi sampai melewati tanggal 4 Agustus, Anies gagal mendapatkan dukungan dari partai lain.

"Ketika PKS menanyakan hasil perjuangan Pak Anies untuk mendapatkan kepastian dari Nasdem dan atau PKB untuk mencalonkan Pak Anies, ternyata Pak Anies belum bisa mendapatkan kepastian," katanya.

Khoirudin juga mengaku pernah menawarkan langsung ke Anies agar bergabung menjadi kader PKS.

Baca Juga: Serahkan Surat Pengunduran Diri ke Sekjen Golkar, Jusuf Hamka alias Babah Alun Mundur dari Politik dan Pilkada

"Kalau tidak menerima Sohibul Iman, maka Pak Anies bisa mengenakan jaket putih masuk sebagai kader PKS. Jadi, nanti Pak Anies sebagai calon gubernur dari PKS, sehingga bisa mengambil calon wakil gubernur dari luar PKS," katanya.

"Tetapi waktu itu Pak Anies tidak menyambut positif ajakan tersebut malah menyampaikan keinginan Pak Anies untuk netral," sambungnya. (*)

 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.