Perebutan Kursi Ketua Umum PKB Kian Panas, Cak Imin Bakal Ditantang Gus Adung di Muktamar Bali

AKURAT JAKARTA - Muktamar Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bakal digelar di Bali pada 24-25 Agustus 2024, akhir pekan ini.
Suhu politik di tubuh partai yang didirikan para kyai NU itu kian memanas jelang Muktamar. Terutama terkait perebutan kursi ketua umum.
Muhaimin Iskandar alias Cak Imin yang sudah 20 tahun menduduki kabatan Ketum PKB, bakal mendapat lawan kuat.
Pria yang bakal jadi penantang Cak Imin adalah Abdul Rochman atau yang akrab disapa Gus Adung.
Di mata masyarakat umum, nama Gus Adung mungkin belum familiar. Namun, ia bukan politisi kaleng-kaleng. Apalagi di mata Nahdliyin.
Itu karena Gus Adung merupakan Sekjen Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Periode 2015-2024.
Gus Adung juga bukan hanya calon penggembira. Karena ia mengaku telah mengantongo restu dari para kyai dan sesepun NU untuk mencalonkan diri sebagai ketua umum PKB. Para kyai menitipkan pesan agar Gus Adung bisa segera membenahi PKB.
"Semua tahu kepemimpinan PKB saat ini kian memprihatinkan dan mendesak untuk ditata kembali. Muktamar VI di Bali menjadi momentum tepat untuk mengembalikan PKB yang lebih bermarwah dan sejalan dengan garis perjuangan para kyai NU," tegas Gus Adung.
Ditegaskan kelahiran Jombang, Jawa Timur, ini bahwa PKB tidak bisa dilepaskan dari kyai dan ulama. "Karena beliau-beliau (kyai dan ulama) ini sebenarnya yang mendirikan dan turut mengawal PKB," ujar Gus Adung.
Kader senior PKB ini mengungkapkan, selain dari para kyai dan sesepuh NU, dukungan kepadanya untuk memimpin PKB ke depan juga telah diperoleh dari sejumlah cabang dan para mantan anggota Ansor yang berkiprah di PKB.
Gus Adung optimistis bahwa jumlah dukungan untuknya akan terus bertambah, karena ada dorongan kuat dari akar rumput untuk mereformasi PKB.
Menurut Adung, selama ini para kader banyak yang tidak berani bersuara karena gaya kepemimpinan di PKB yang jauh dari prinsip-prinsip demokrasi.
"PKB harus dikembalikan semangat seperti saat para kyai mendirikan 1998 lalu, yakni sebagai partai yang terbuka, modern dan reformis," tegasnya.
Mantan Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) ini mengajak para pengurus dan kader PKB menjadikan Muktamar VI sebagai forum yang demokratis untuk mengevaluasi sekaligus mencari solusi guna membenahi partai ke depan.
"Kita harus wujudkan PKB ini sebagai partai yang terbuka untuk siapa saja, tidak antikritik, tidak otoriter dan tidak dipimpin dengan cara-cara yang arogan, bahkan dengan nafsu kekuasaan yang tak terbatas," pungkasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



