Jakarta

Perebutan Kursi Ketua Umum PKB Kian Panas, Cak Imin Bakal Ditantang Gus Adung di Muktamar Bali

Sastra Yudha | 22 Agustus 2024, 18:09 WIB
Perebutan Kursi Ketua Umum PKB Kian Panas, Cak Imin Bakal Ditantang Gus Adung di Muktamar Bali

AKURAT JAKARTA - Muktamar Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bakal digelar di Bali pada 24-25 Agustus 2024, akhir pekan ini.

Suhu politik di tubuh partai yang didirikan para kyai NU itu kian memanas jelang Muktamar. Terutama terkait perebutan kursi ketua umum.

Muhaimin Iskandar alias Cak Imin yang sudah 20 tahun menduduki kabatan Ketum PKB, bakal mendapat lawan kuat.

Pria yang bakal jadi penantang Cak Imin adalah Abdul Rochman atau yang akrab disapa Gus Adung.

Baca Juga: Ditengah Demo Tolak Revisi UU Pilkada, Kaesang Pilih Pergi ke Amerika Serikat Dengan Istrinya, Kenapa?

Di mata masyarakat umum, nama Gus Adung mungkin belum familiar. Namun, ia bukan politisi kaleng-kaleng. Apalagi di mata Nahdliyin.

Itu karena Gus Adung merupakan Sekjen Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Periode 2015-2024.

Gus Adung juga bukan hanya calon penggembira. Karena ia mengaku telah mengantongo restu dari para kyai dan sesepun NU untuk mencalonkan diri sebagai ketua umum PKB. Para kyai menitipkan pesan agar Gus Adung bisa segera membenahi PKB.

"Semua tahu kepemimpinan PKB saat ini kian memprihatinkan dan mendesak untuk ditata kembali. Muktamar VI di Bali menjadi momentum tepat untuk mengembalikan PKB yang lebih bermarwah dan sejalan dengan garis perjuangan para kyai NU," tegas Gus Adung.

Ditegaskan kelahiran Jombang, Jawa Timur, ini bahwa PKB tidak bisa dilepaskan dari kyai dan ulama. "Karena beliau-beliau (kyai dan ulama) ini sebenarnya yang mendirikan dan turut mengawal PKB," ujar Gus Adung.

Baca Juga: Sempat Heboh Isu Perselingkuhannya, Azizah Salsha Merasa Telah Difitnah dan Laporkan Akun Penyebar Gosip ke Bareskrim Polri

Kader senior PKB ini mengungkapkan, selain dari para kyai dan sesepuh NU, dukungan kepadanya untuk memimpin PKB ke depan juga telah diperoleh dari sejumlah cabang dan para mantan anggota Ansor yang berkiprah di PKB.

Gus Adung optimistis bahwa jumlah dukungan untuknya akan terus bertambah, karena ada dorongan kuat dari akar rumput untuk mereformasi PKB.

Menurut Adung, selama ini para kader banyak yang tidak berani bersuara karena gaya kepemimpinan di PKB yang jauh dari prinsip-prinsip demokrasi.

"PKB harus dikembalikan semangat seperti saat para kyai mendirikan 1998 lalu, yakni sebagai partai yang terbuka, modern dan reformis," tegasnya.

Mantan Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) ini mengajak para pengurus dan kader PKB menjadikan Muktamar VI sebagai forum yang demokratis untuk mengevaluasi sekaligus mencari solusi guna membenahi partai ke depan.

Baca Juga: Sejumlah Selebritis Serukan Aksi Demo Tolak Revisi UU Pilkada, Reza Rahadian: Ini Bukan Negara Milik Keluarga Tertentu

"Kita harus wujudkan PKB ini sebagai partai yang terbuka untuk siapa saja, tidak antikritik, tidak otoriter dan tidak dipimpin dengan cara-cara yang arogan, bahkan dengan nafsu kekuasaan yang tak terbatas," pungkasnya. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.