Jakarta

HEBOH! Warga Teriak 'Hidup Anies!' Saat Ridwan Kamil Datangi Makam Mbah Priok, Begini Tanggapan Bakal Cagub Jakarta dari KIM Plus itu

Sastra Yudha | 5 September 2024, 18:04 WIB
HEBOH! Warga Teriak 'Hidup Anies!' Saat Ridwan Kamil Datangi Makam Mbah Priok, Begini Tanggapan Bakal Cagub Jakarta dari KIM Plus itu

AKURAT JAKARTA - Media sosial diramaikan oleh video sekelompok orang yang meneriaki bakal calon gubernur (Cagub) Jakarta, Ridwan Kamil, saat mengunjungi makam Mbah Priok di Jakarta Utara, beberapa hari lalu.

Sejumlah warga meneriaki Ridwan Kamil dan memintanya agar turun dari panggung saat berpidato. Warga juga meneriaki “Hidup Anies!” sepanjang kunjungan Ridwan Kamul ke area makam Mbah Priok.

Video itu lantas viral di media sosial dan menjadi perbincangan Netizen. Ada yang pro dan kontra. Netizen meminta para pendukung Anies Baswedan bisa legowo dan segera move on.

Baca Juga: SERBU! Setelah Sempat Tertunda, Pertunjukan Peter Pan on Ice Dipastikan Hadir di Jakarta pada Akhir Tahun ini, Segini Harga Tiketnya

Lalu, bagaimana tanggapan Ridwan Kamil? Mantan Gubernur Jawa Barat itu mengaku tak mempermasalahkan adanya sekelompok warga yang menolak kedatangannya ke makam Mbah Priok.

"Bahwa di sana ada pendukung dari siapapun, itu lah indahnya demokrasi," katanya kepada wartawan, Kamis, 5 September 2024.

Calon Gubernur Jakarta yang diusung Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus ini juga menegaskan, dirinya menerima semua ekspresi masyarakat itu dengan lapang dada.

"Ekspresi itu ada yang pakai jempol, ada yang berteriak, ada yang bikin spanduk, saya sudah mengalami dua kali Pilkada, ya mirip-mirip," katanya.

Diketahui, Pilkada Jakarta 2024 hanya diikuti oleh tiga pasang calon (paslon). Mereka adalah Ridwan Kamil - Suswono yang diusung 13 partai yang tergabung dalam KIM Plus.

Baca Juga: KONSER AMAL DI ANCOL: Satu Detak Charity Concert Bersama Ruth Sahanaya, Maliq & D’Essentials dan RAN, Harga Tiket Mulai Rp 375 Ribu

Kemudian, pasangan Pramono Anung - Rano Karno yang diusung PDIP dan Hanura. Ketiga pasangan Dharma Pongrekun - Kun Wardana yang maju dari jalur perseorangan atau independen.

Sedangkan mantan gubernur Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, gagal maju di Pilkada Jakarta karena tidak ada partai yang mengusungnya. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.