Perluas Pembangunan di Jakut, Ridwan Kamil Bakal Maksimalkan Proyek Pulau Reklamasi

AKURAT JAKARTA - Calon Gubernur (Cagub) DKI Jakarta nomor urut satu Ridwan Kamil mengatakan akan memperluas pembangunan di Jakarta Utara dengan memaksimalkan proyek pulau reklamasi.
Mantan Gubernur Jawa Barat itu beranggapan wilayah Jakarta Utara lebih memungkinkan untuk diperluas karena lahan-lahan di wilayah Jakarta lain sudah tidak tersedia.
"Tapi menurut saya pembangunan Jakarta yang paling logis adalah ke utara. Timur sudah habis lahannya, barat sudah habis, selatan sudah habis, yang mungkin adalah ke utara. Dengan memaksimalkan salah satunya reklamasi," kata Bang Emil sapaan akrabnya di JCC Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (29/9/2024).
Sebelumnya, proyek pulau reklamasi di Jakarta Utara dihentikan saat masa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada tahun 2018 karena para pengembang melanggar kewajiban mereka.
Namun, Bang Emil meminta agar warga Jakarta tidak selalu menganggap buruk proyek reklamasi di Jakarta Utara tersebut.
"Reklamasi itu jangan selalu dilihat buruk ya. Menjadi buruk itu kalau dia melanggar namanya prinsip-prinsip sustainable development," katanya.
Baca Juga: Cara Mengetahui Nomor WhatsApp Kita Diblokir Orang
Ia juga mengatakan, proyek reklamasi ini dapat berjalan jika tidak merusak lingkungan seperti yang dilakukan oleh berbagai negara maju.
"Selama tidak merusak lingkungan, Singapura melakukan, Jepang melakukan, Dubai melakukan, banyak negara melakukan. Yang penting yang dijaga itu," terangnya.
"Itulah kenapa masa depan Jakarta yang paling logis adalah membangun di utara salah satunya dengan tanah-tanah reklamasi," tukasnya.
Baca Juga: Cara Mengetahui Nomor WhatsApp Kita Diblokir Orang
Diketahui, saat ini, beberapa pulau buatan hasil reklamasi sudah selesai di bangun, di antaranya Pulau C, Pulau D, Pulau G, dan Pulau N.
Usai diresmikan beberapa tahun lalu, kawasan ini berfungsi sebagai ruang publik yang bisa diakses masyarakat luas.
Namun demikian, kelanjutan proyek ini masih menjadi perdebatan karena proyek tersebut dikaitkan dengan dampak lingkungan dan kesejahteraan masyarakat lokal. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UNL, 28 September 2026: Duel Penentu Kemenangan Kedua di Yerevan
- 2Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UNL, 27 September 2026: Duel Seru di Kaunas!
- 3Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UNL, 28 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit di Tbilisi?
- 4Prediksi Skor Belgia vs Prancis di UNL, 29 September 2026: Tanpa Mbappe, Les Bleus Diuji di Brussels
- 5Prediksi Skor Latvia vs Siprus di UNL, 28 September 2026: Duel Tim yang Sama-Sama Ingin Bangkit
- 6Prediksi Skor Turki vs Italia di UNL, 29 September 2026: Duel Dua Tim yang Sama-Sama Tertekan
- 7Prediksi Skor Israel vs Irlandia di UNL, 28 September 2026: Duel Dua Tim yang Sama-Sama Ingin Bangkit
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di UNL, 27 September 2026: Mampukah The Falcons Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!


