Jakarta

Kopaja RK 1 Tegaskan Calon Pemimpin Jakarta Harus Menjaga Integritas

Ainun Kusumaningrum | 7 November 2024, 13:58 WIB
Kopaja RK 1 Tegaskan Calon Pemimpin Jakarta Harus Menjaga Integritas

AKURAT JAKARTA - Ketua Kopaja RK 1, Mohammad Aliardo menegaskan, calon pemimpin Jakarta harus menjaga integritas.

Momentum politik Pemilihan Pilkada merupakan pintu masuk bagi terpilihnya pemimpin daerah sekaligus upaya dari harapan dan keinginan masyarakat agar terjadi perubahan yang lebih baik.

"Pemimpin yang terpilih merupakan pemimpin yang memiliki kredibilitas, integritas moral dan hukum," kata Mohammad Aliardo, Kamis (7/11).

Baca Juga: Siapa itu AK, Pengendali Situs Judi Online di Kementerian Komdigi? Ini Nama Lengkapnya, Tak Lulus Seleksi Pegawai Tapi Malah Dikasih Jabatan Khusus

Dia menegaskan, Jakarta butuh gubernur dan wakil gubernur yang bersih dan pelanggaran hukum, dan menjaga kredibilitas moral dan hukum.

Sosok tersebut ada pada pasangan Ridwan Kamil dan Suswono atau RIDO.

"Apalagi, Gubernur dan Wakil Gubernur ke depan akan mewarnai mengeluarkan kebijakan dan mewarnai pembangunan kota selama 5 tahun mendatang," katanya.

Baca Juga: Bantai Madura United dengan Skor Telak 4-1, Persija Jakarta Naik ke Posisi Lima Klasemen Liga 1, Ini Daftar Pencetak Gol

Masyarakat tidak ingin Gubernur maupun Wakil Gubernur yang terpilih nanti dalam pilkada 2024 ini ternyata tidak memiliki integritas moral dan norma.

Termasuk terkait dengan aktifitas illegal seperti judi online yang saat ini sedang marak terjadi dan meresahkan di Masyarakat.

"Apalagi jika ternyata Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih tersebut menggunakan dana kampanye yang berasal dari aktifitas illegal seperti judi online," ujarnya.

Oleh karena itu, Kopaja RK1, yang merupakan komunitas para alumni Padjadjaran Jakarta untuk RK1, menghimbau kepada seluruh calon Kepala Daerah yang terlibat dalam kontestasi pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta agar menjaga integritas moral dan norma.

"Serta menghindari penggunaan dana kampanye yang diperoleh dari aktifitas illegal seperti Judi online maupun sumber-sumber dana yang berasal dari aktifitas yang melanggar hukum lainnya," ungkapnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.