Jakarta

Politisi Golkar ini Dukung Aksi Gubernur Pramono yang Tinjau Banjir Pakai Helikopter, Tak Disangka Ternyata Ini Alasannya

Sastra Yudha | 18 Maret 2025, 10:57 WIB
Politisi Golkar ini Dukung Aksi Gubernur Pramono yang Tinjau Banjir Pakai Helikopter, Tak Disangka Ternyata Ini Alasannya

AKURAT JAKARTA - Aksi Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang memantau banjir di kawasan Jabodetabek melalui udara dengan menaiki helikopter masih jadi sorotan. Ada yang pro dan kontra.

Salah satu sorotan datang dari politisi Partai Golkar, Bambang Waluyo Djojohadikusumo atau akrab disapa Jojo Wahab.

Pria yang menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) DPD Partai Golkar DKI Jakarta ini mendukung aksi Pramono yang memantau banjir menggunakan helikopter.

Baca Juga: Fraksi Golkar Sebut Pemrov DKI Harus Punya Gebrakan Baru Kendalikan Banjir

Menurutnya, sebagai kepala daerah aglomerasi, sudah sewajarnya Pramono memantau kondisi semua wilayah penyangga ibu kota Jakarta.

Hal ini penting dilakukan Pramono untuk mengetahui lebih detail titik-titik banjir dan aliran air kiriman yang menyebabkan banjir.

"Ini kan untuk mengetahui aliran air yang menyebabkan banjir, sehingga harus terpantau secara keseluruhan," kata Jojo Wahab kepada wartawan usai buka puasa bersama di kantor DPD Golkar Jakarta, Senin (17/3/2025) malam.

Jojo mengatakan, untuk melihat secara keseluruhan, maka hanya bisa dilakukan lewat udara. "Bisa sih pakai drone, tapi kan jangkauannya sangat terbatas," katanya.

Dari hasil pantauan itu, lanjut Jojo Wahab, Gubernur Pramono bisa memetakan kondisi aliran air penyebab banjir, sehingga bisa diambil kebijakan untuk mengatasinya.

"Dari pantauan udara itu kan akhirnya bisa ketahuan. Misalnya, oh ternyata di sungai ini terjadi penyempitan, atau pendangkalan, sehingga bisa diambil kebijakan untuk dilakukan pengerukan, normalisasi atau naturalisasi, dan lain sebagainya," tegas Jojo.

Jojo menegaskan, menangani masalah banjir di Jabodetabek harus dilakukan secara komprehensif dan holistik, yang melibatkan semua kepala daerah terkait.

"Penanganan banjir di Jabodetabek dan khususnya di Jakarta, tidak bisa hanya berbasis kebijakan kepala daerah masing-masing. Harus secara holistik dan komprehensif," tegasnya.

Baca Juga: Berpotensi Rem Blong, Hyundai Tarik Ribuan Mobil Listrik Ioniq 5 N

Jojo tidak sepakat dengan pendapat yang kontra, yang menilai Gubernur Pramono kurang peka terhadap korban banjir, dan harusnya Pramono terjun langsung ke tengah-tengah masyarakat.

"Itu justru tidak menyelesaikan masalah dan malah cenderung hanya pencitraan saja," katanya.

Lagipula, kata Jojo Wahab, Gubernur Pramono tidak menggunakan duit negara untuk sewa helikopter yang dia gunakan.

"Di situ (helikopter) kan Mas Pram hanya numpang. Pakai heli Polri. Jadi tidak pakai anggaran negara untuk sewa," pungkasnya.

Diketahui, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau kondisi banjir di Jakarta dan sekitarnya melalui jalur udara dengan menaiki helikopter pada Kamis (6/3/2025) lalu.

Politisi PDI Perjuangan ini sudah menjelaskan bahwa peninjauan menggunakan helikopter itu bukan atas permintaan dirinya, melainkan dia ditawari oleh Polri.

"Saya naik heli bukan permintaan saya, karena ada yang nawarin," ujarnya di Kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (10/3/2025) lalu.

Baca Juga: Kronologi 3 Polisi Gugur Baku Tembak Gerebek Judi Sabung Ayam di Way Kanan Lampung

Mantan Sekretaris Kabinet era Presiden Jokowi ini menegaskan, dirinya melakukan peninjauan tersebut lantaran ingin melakukan naturalisasi sungai.

Dengan itu, ia pun dapat mengetahui wilayah sungai mana saja yang perlu dilakukan naturalisasi.

"Kenapa kemudian dilihat dari atas, karena saya pengen naturalisasi, sodetan di mana-mana itu bisa dilakukan. Jadi sekali lagi naik heli bukan untuk gagah-gagahan," tegasnya.

Peninjauan dilakukan bersama Kepala Korps Kepolisian Perairan dan Udara (Kakorpolairud) dan Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Polri, Irjen Mohammad Yassin Kosasih. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.