Gelar Musda XI, Golkar Jakarta Menghadapi Masa Krusial, Ini Penyebabnya!

AKURAT JAKARTA - DPD I Partai Golkar DKI Jakarta akan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) XI di Ballroom Hotel Sultan Jakarta, pada 23 hingga 24 Juli 2025.
Salah satu agenda utama Musda adalah pemilihan ketua DPD I Partai Golkar DKI Jakarta periode 2025-2030.
Ini tahapan paling krusial. Karena nasib partai dalam lima tahun ke depan akan ditentukan oleh siapa yang memimpinnya.
Baca Juga: Tanjidor: Irama Betawi Bernuansa Eropa dari Masa ke Masa
Ketua Panitia Pengarah (SC) Musda XI Golkar DKI Jakarta, Judistira Hermawan, mengatakan bahwa pendaftaran bakal calon ketua dilaksanakan pada tanggal 19 Juli pukul 10.00 sampai dengan 20 Juli 2025 pukul 18.00 WIB.
Hingga pendaftaran ditutup, Minggu 20 Juli 2025 pukul 18.00 WIB, terdapat dua nama bakal calon yang mendaftar. Dua nama tersebut adalah: incumbent Ahmed Zaki Iskandar dan pendatang baru, Mustafa Raja.
"Kami umumkan bahwa hingga hari ini, Minggu 20 Juli 2025 pukul 18.00 WIB, yang telah melakukan pendaftaran ada dua bakal calon ketua, yaitu Bapak Ahmed Zaki Iskandar dan Bapak Mustafa Raja," kata Judisthira saat penutupan pendaftaran, Minggu (20/7/2025).
Selanjutnya, panitia Musda akan melakukan verifikasi administrasi terhadap berkas-berkas persyaratan kedua bakal calon tersebut.
"Kami telah menerima berkas-berkas administrasi beserta persyaratan lainnya, dan selanjutnya kami akan melakukan verifikasi administrasi berkas kedua bakal calon tersebut," katanya.
Verifikasi administrasi kedua bakal calon tersebut, lanjut Judisthira, akan dilaksanakan pada tanggal 21 sampai dengan 22 Juli 2025.
"Selanjutnya akan kami umumkan hasilnya pada tanggal 22 Juli 2025," pungkasnya.
Dengan demikian, maka ada dua bakal calon yang akan bertarung di Musda XI Golkar DKI Jakarta. Dengan catatan, jika berkas-berkas kedua bakal calon tersebut dinyatakan memenuhi persyaratan dan lolos verifikasi administrasi.
Bagi warga Jakarta, khususnya kader Golkar, nama Ahmed Zaki Iskandar sama sekali tidak asing di telinganya. Lima tahun memimpin Golkar Jakarta, sudah banyak prestasi yang dia torehkan.
Di bawah kepemimpinan Zaki Iskandar, Partai Golkar berhasil menambah perolehan kursi di DPRD DKI Jakarta dan di DPR RI.
Di DPRD DKI, dari enam kursi menjadi 10 kursi. Di DPR pusat, dari sebelumnya hanya 1 kursi pada 2019 menjadi 2 kursi pada Pemilu 2024.
Baca Juga: Nabung vs Investasi: Mana yang Beneran Bikin Cepat Kaya?
Zaki bukan hanya politisi lokal. Ia merupakan polisi nasional yang pernah jadi Bupati Tangerang dua periode, yaitu tahun 2013-2023. Zaki juga pernah menjadi anggota DPR RI tahun 2009-2013.
Dari sudut pendidikan, Zaki bergelar Doktor atau lulusan S3. Bukan kaleng-kaleng, ia menyelesaikan S2 dan S3 di Pascasarjana Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).
Zaki meraih gelar doktor dalam bidang Ilmu Pemerintahan, dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) akhir 3,81 atau Sangat Memuaskan.
Meskipun sarat dengan prestasi, Zaki adalah sosok sederhana dan low profile. Ia sering turun langsung ke bawah, menyapa kader dan masyarakat umum.
Putra Betawi asli ini juga sosok yang humble dan mudah bergaul dengan semua lapisan masyarakat. Ia juga handal dalam lobi-lobi politik dengan partai lain.
Zaki Iskandar memulai karir politik di Golkar benar-benar dari bawah. Istilahnya dari nol di Golkar. Ia merupakan kader tulen.
Pernah menjabat Wakil Bendahara DPP MKGR, Bendahara Pengurus Pusat AMPG, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Tangerang, hingga Ketua DPD Golkar DKI Jakarta.
Selama lima tahun memimpin Golkar Jakarta, Zaki terbukti mampu dan berhasil menggerakkan semua mesin partai, sehingga tercipta harmonisasi.
Karena pemimpin yang baik harus mampu menjaga harmonisasi semua lapisan. Menghormati atasan dan mengayomi bawahan.
Baca Juga: Mengatasi Kulit Kaki Kering dengan Bahan Alami: Solusi Lembut untuk Masalah Kulit Bersisik
Pemilik suara Musda XI Golkar Jakarta akan menentukan nasib politik Golkar di daerah yang sekarang masih menjadi Ibu kota ini.
Jika pemilik suara salah memilih, maka keberlanjutan prestasi politik bisa terancam atau bahkan terpuruk lagi seperti masa sebelumnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 2Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 3Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 4Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 5Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 6Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit?
- 7Prediksi Skor Austria vs Israel di UNL, 25 September 2026: Tuan Rumah Bidik Awal dengan Kemenangan
- 8Prediksi Skor Hungaria vs Ukraina di UNL, 26 September 2026: Duel Ketat di Budapest
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




