Jakarta

Soeharto Layak Diangkat Jadi Pahlawan Nasional, Wantim Golkar DKI Jojo Wahab Ungkap Deretan Jasanya

Yasmina Nuha | 12 November 2025, 20:56 WIB
Soeharto Layak Diangkat Jadi Pahlawan Nasional, Wantim Golkar DKI Jojo Wahab Ungkap Deretan Jasanya

AKURAT JAKARTA - Ketua Dewan Pertimbangan DPD Golkar DKI Jakarta, Bambang Waluyo atau dikenal Jojo Wahab mengungkapkan berbagai alasan Presiden RI ke-2 Soeharto layak diangkat menjadi Pahlawan Nasional.

Hal itu disampaikannya dalam Diskusi Publik bertajuk Refleksi Hari Pahlawan dengan tema "Mengenang Jasa dan Legasi Presiden Soeharto untuk Bangsa Indonesia" di Halaman Kantor DPD Partai Golkar DKI Jakarta, Jakarta Pusat, pada Rabu (12/11/2025).

"Pertama, WNI yang sudah meninggal. Kedua, semasa hidup yang melakukan perjuangan yang luar biasa pada masa itu. Ketiga, tidak pernah melakukan tindakan yang mencoreng nilai perjuangan: korupsi, pengkhianatan, pelanggaran HAM berat," ujar Jojo Wahab.

Baca Juga: DPD Golkar DKI Gelar Diskusi Publik Kenang Jasa Soeharto Pasca Ditetapkan Sebagai Pahlawan Nasional

Lebih lanjut, ia pun berpandangan, terdapat alasan-alasan terkait masalah karir di militer Soeharto yang membuatnya sudah pantas diberikan belar pahlawan nasional.

Pertama, yaitu ketika Soeharto memimpin serangan Serangan umum 1 Maret yang merupakan sebuah pertempuran kecil di Jogja hanya sekitar 6 jam.

"Apa yang dia rencanakan perang itu menjadi luar biasa karena dia lakukan menyerebunya, menyerebu Belanda itu di siang hari. Dimana sebelum-sebelumnya itu perang gerilya itu malam-malam hari," tuturnya.

Baca Juga: Politisi Golkar Minta Tak Serta Merta Salahkan Game Online, Tekankan Akar Masalah Psikologis

Kedua, lanjut Jojo, ketika Soeharto ditunjuk menjadi Panglima Operasi Mandala dan bangsa ini berhasil merebut Irian Barat.

"Memang perangnya tidak berlanjut Karena terjadi negosiasi di tingkatan politik sehingga itu Irian kembali ke kita," jelasnya.

Kemudian, yang ketiga adalah ketika Soeharto melakukan langkah yang sangat penting yaitu membubarkan Partai Komunis Indonesia (PKI).

"Saya tidak berani membayangkan apabila PKI masih ikut pemilu sampai hari ini. Nah dia ambil alih kekuatan dia mengambil berdasarkan super semar itu," ucap Jojo.

"Beliau memutuskan untuk membubarkan PKI Itu adalah keputusan politik yang sangat strategis dengan menyelamatkan perjalanan bangsa Indonesia sampai saat ini," sambungnya.

Terakhir, kata Jojo, jasa yang harusnya dilihat sebagai sebuah keberanian Soeharto yaitu ketika ia berani pasang badan untuk menolak pengadilan Presiden RI ke-1 Soekarno atau Bung Karno.

"Dimana pada waktu itu Jenderal Nasution yang didukung semua kekuatan politik Meminta untuk Mahmilub (Mahkamah Militer Luar Biasa)-kan Bung Karno," paparnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yasmina Nuha
Y