AKURAT.CO - Populasi Gen Z untuk meramaikan Pemilu 2024 sangat besar dan menentukan, sehingga harus menjadi catatan berbagai pihak terkait.
Vice Rector for Academic Development, Undiknas University, Ni Wayan Widhiastini mengatakan, pemilih pemula kalangan milenial dan gen z sekitar 60 persen.
"Gen Z ini tidak selalu menjadi objek pemilu atau politik," katanya dikutip dari situs resmi KPU.
Baca Juga: Sejarah Jakarta: Asal Usul Warakas Berasal dari Paku Laut
Tetapi, kata dia, sebenarnya mereka menjadi subjek dalam artian turut menjadi penentu bagian dari sukses atau tidaknya Pemilu.
KPU, sebagai bagian dari penyelenggara Pemilu juga diminta untuk mengaktifkan peran serta mereka.
"Ajak mereka, rangkul mereka dan jangan lupa dekati mereka juga komunitas mereka sendiri," katanya.
Baca Juga: Begini Cara Gen Z Memanfaatkan Instagram untuk Mendapatkan Cuan
Jadi, KPU mungkin karena sudah banyak terjejal berbagai macam aturan perlu merefresh diri, perlu bertemu dengan teman-teman Generasi Z.
Sehingga bersama bisa diketahui dan digali kreativitasnya, seperti apa yang bisa dilakukan agar bisa masuk ke Generasi Z.
"Karena saya yakin bahwa yang paling paham terkait dengan perilaku generasi Z dan bagaimana berkomunikasi dengan Gen Z adalah ke Generasi Z sendiri," katanya.
Baca Juga: Polisi Siapkan 4 Jalur Alternatif di GBK, Hindari Gala Dinner KTT ASEAN
Kemudian keterampilan generasi Z ini sangat dekat dengan teknologi, jadi mereka ini lahir di era yang sudah sangat dekat dengan teknologi dengan media sosial.
"Maka ayo gunakan kemampuan mereka ini untuk menggaet partisipasi pemilih, dengan cara mereka jangan lupa, Generasi Z yang akan kita jadikan sebagai agent pemilu," katanya.
"Mereka dibekali dengan pengetahuan kepemiluan, sehingga mereka tidak salah memberikan informasi kepada teman-temannya," tambahnya.
Menurutnya, =komunitas Generasi Z harus dilipnarkan untuk lebih menseriuskan diri ketika bicara tentang Pemilu.
"Selama ini mereka mungkin kalau bicara Pemilu itu ogah ya? jauh dari rentang usia mereka, tapi bagaimana kemudian membuat Pemilu ini sesuatu yang menarik sesuai dengan trend usia mereka," katanya.
Apakah dibuat dalam bentuk komunitas, apakah dibuat dalam bentuk yang unik menyelami sesuai dengan jiwa-jiwa mereka.
Begitu juga dengan gaya berkomunikasi bagaimana agar aturan peraturan KPU yang agak berat mungkin bahasanya, bisa tersampaikan kepada mereka itu dengan mudah dengan gaya bahasa mereka.
"Tentu harus melibatkan komunitas mereka itu kata kuncinya, sehingga Generasi Z ini bisa menjadi subjek dan objek dari Pemilu."
Kemudian juga Generasi Z ini tidak anti politik karena selama ini saya lihat masih teman-teman banyak Generasi Z beranggapan bahwa politik itu miliknya orang tua.
"Berfikit bahwa politik itu punyanya Baby Boomers, padahal sebenarnya sebagai orang yang punya hak pilih saatnya mereka ikut menentukan," katanya.
Daripada mereka terkena imbas yang tidak baik, mereka juga ikut menentukan dipilih dan memilih, serta juga untuk ikut memikirkan bagaimana program kerja yang terbaik.
"Sehingga pilihan yang nantinya dihasilkan dari Pemilu 2024 itu dapat memberikan imbas politik kepada mereka yang positif.”
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Valencia di La Liga, 16 September 2026: Ujian Berat Tim Juru Kunci di Mendizorroza
- 2Prediksi Skor Villarreal vs Real Betis di La Liga, 15 September 2026: Mampukah El Submaniro Amarillo Bangkit dan Raih Kemenangan Perdana?
- 3Prediksi Skor West Ham vs Fulham di Carabao Cup, 16 September 2026: Mampukah The Hammers Lanjutkan Tren Positif?
- 4Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia, 15 September 2026: Mampukah Grifone Hentikan Tren Buruk?
- 5Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di La Liga, 16 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Krisis Pertahanan?
- 6Prediksi Skor Como vs Parma di Serie A, 14 September 2026: Mampukah Tim Asuhan Cesc Fabregas Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Leeds United vs Newcastle United di Premier League, 15 September 2026: Mampukah The Whites Hentikan Rekor The Magpies?
- 8Prediksi Skor Torino vs AS Roma di Serie A, 14 September 2026: Mampukah Toro Menghentikan Laju Giallorossi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




