Jakarta

Peran Gen Z di Pemilu 2024 Gak Main-main

Ainun Kusumaningrum | 6 September 2023, 13:46 WIB
Peran Gen Z di Pemilu 2024 Gak Main-main

AKURAT.CO - Populasi Gen Z untuk meramaikan Pemilu 2024 sangat besar dan menentukan, sehingga harus menjadi catatan berbagai pihak terkait.

Vice Rector for Academic Development, Undiknas University, Ni Wayan Widhiastini mengatakan, pemilih pemula kalangan milenial dan gen z sekitar 60 persen.

"Gen Z ini tidak selalu menjadi objek pemilu atau politik," katanya dikutip dari situs resmi KPU.

Baca Juga: Sejarah Jakarta: Asal Usul Warakas Berasal dari Paku Laut

Tetapi, kata dia, sebenarnya mereka menjadi subjek dalam artian turut menjadi penentu bagian dari sukses atau tidaknya Pemilu.

KPU, sebagai bagian dari penyelenggara Pemilu juga diminta untuk mengaktifkan peran serta mereka.

"Ajak mereka, rangkul mereka dan jangan lupa dekati mereka juga komunitas mereka sendiri," katanya.

Baca Juga: Begini Cara Gen Z Memanfaatkan Instagram untuk Mendapatkan Cuan

Jadi, KPU mungkin karena sudah banyak terjejal berbagai macam aturan perlu merefresh diri, perlu bertemu dengan teman-teman Generasi Z.

Sehingga bersama bisa diketahui dan digali kreativitasnya, seperti apa yang bisa dilakukan agar bisa masuk ke Generasi Z.

"Karena saya yakin bahwa yang paling paham terkait dengan perilaku generasi Z dan bagaimana berkomunikasi dengan Gen Z adalah ke Generasi Z sendiri," katanya.

Baca Juga: Polisi Siapkan 4 Jalur Alternatif di GBK, Hindari Gala Dinner KTT ASEAN

Kemudian keterampilan generasi Z ini sangat dekat dengan teknologi, jadi mereka ini lahir di era yang sudah sangat dekat dengan teknologi dengan media sosial.

"Maka ayo gunakan kemampuan mereka ini untuk menggaet partisipasi pemilih, dengan cara mereka jangan lupa, Generasi Z yang akan kita jadikan sebagai agent pemilu," katanya.

"Mereka dibekali dengan pengetahuan kepemiluan, sehingga mereka tidak salah memberikan informasi kepada teman-temannya," tambahnya.

Menurutnya, =komunitas Generasi Z harus dilipnarkan untuk lebih menseriuskan diri ketika bicara tentang Pemilu.

"Selama ini mereka mungkin kalau bicara Pemilu itu ogah ya? jauh dari rentang usia mereka, tapi bagaimana kemudian membuat Pemilu ini sesuatu yang menarik sesuai dengan trend usia mereka," katanya.

Apakah dibuat dalam bentuk komunitas, apakah dibuat dalam bentuk yang unik menyelami sesuai dengan jiwa-jiwa mereka.
Begitu juga dengan gaya berkomunikasi bagaimana agar aturan peraturan KPU yang agak berat mungkin bahasanya, bisa tersampaikan kepada mereka itu dengan mudah dengan gaya bahasa mereka.

"Tentu harus melibatkan komunitas mereka itu kata kuncinya, sehingga Generasi Z ini bisa menjadi subjek dan objek dari Pemilu."

Kemudian juga Generasi Z ini tidak anti politik karena selama ini saya lihat masih teman-teman banyak Generasi Z beranggapan bahwa politik itu miliknya orang tua.

"Berfikit bahwa politik itu punyanya Baby Boomers, padahal sebenarnya sebagai orang yang punya hak pilih saatnya mereka ikut menentukan," katanya.

Daripada mereka terkena imbas yang tidak baik, mereka juga ikut menentukan dipilih dan memilih, serta juga untuk ikut memikirkan bagaimana program kerja yang terbaik.

"Sehingga pilihan yang nantinya dihasilkan dari Pemilu 2024 itu dapat memberikan imbas politik kepada mereka yang positif.”

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.