Jakarta

Gimmick Gibran dalam Debat Cawapres, Golkar DKI : Bukan Soal Etika Tapi Gibran Sangat Menguasai Materi

Fadhil Dhuha Rizqullah | 23 Januari 2024, 10:55 WIB
Gimmick Gibran dalam Debat Cawapres, Golkar DKI : Bukan Soal Etika Tapi Gibran Sangat Menguasai Materi

AKURAT JAKARTA - Gimmick calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 02, Gibran Rakabuming Raka, terhadap jawaban cawapres nomor urut 03, Mahfud MD, dalam debat menuai reaksi.

Gibran, dengan gayanya, dinilai tidak beretika oleh sebagian pihak.

Menyikapi kontroversi ini, Wakil Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta, Adhinusa, memberikan tanggapannya. Menurutnya, penilaian soal tidak beretika itu, merupakan pandangan yang subyektif.

Baca Juga: 10 Etika Berdebat yang Sempat Disinggung Cak Imin Kala Ditanya Soal Lithium Ferro Phosphate oleh Gibran

"Dinilai tidak beretika itu kan subyektif, dari sisi mana memandangnya. Sebaliknya, kami menilai Gibran sangat menguasai materi, bukan hanya hafalan," katanya kepada Akurat.co, Senin (22/1/2024).

Adhinusa menambahkan, dalam debat Cawapres ke empat, justru Gibran menguasai materi sesuai tema yang disiapkan oleh KPU.

Sehingga, Lanjut Adhinusa, Gibran menjadi lebih rileks dan dapat mengoptimalkan teknik-teknik debat.

Baca Juga: Amalan Rahasia Rezeki Lancar dari Gus Iqdam, Harta Mudah Turun dari Pusat

"Ini bukan sekadar gimmick, tapi juga bagian dari keahlian dan kesiapan dalam memimpin," tegasnya.

Debat antara cawapres 02 dan 03 semakin memanas, memunculkan perdebatan mengenai etika dan keahlian dalam berkomunikasi politik.

Sementara beberapa pihak mendukung keberanian Gibran dalam menggunakan gaya yang berbeda, yang lain mengkritiknya sebagai sikap yang tidak sesuai dengan tata krama politik yang diharapkan dari seorang calon pemimpin.

Diketahui, debat cawapres di Jakarta Convention Center (JCC), Tanah Abang, Jakarta Pusat, menjadi saksi ketegangan antara calon wakil presiden nomor urut 02, Gibran Rakabuming Raka, dan nomor urut 03, Mahfud MD.

Perdebatan memanas berlangsung ketika Gibran mengajukan pertanyaan kepada Mahfud MD mengenai bagaimana mengatasi "greenflation."

Awalnya, moderator mencela Gibran karena istilah tersebut merupakan singkatan yang perlu dijelaskan. Gibran menjelaskan bahwa "greenflation" merujuk pada Green Inflation atau inflasi hijau.

"Oke, ini tadi tidak saya jelaskan karena kan beliau seorang profesor. Oke, greenflation ini adalah inflasi hijau, sesimpel itu," kata Gibran dalam debat.

Mahfud MD memberikan jawaban singkat mengenai inflasi hijau, menyebutnya sebagai bagian dari ekonomi hijau atau ekonomi sirkuler. Dia menekankan pentingnya daur ulang dalam ekonomi, merujuk pada pengalaman orang Madura yang pertama kali mempelopori ekonomi hijau.

Namun, suasana memanas ketika waktu habis, dan Gibran meledek dengan bahasa tubuhnya sambil mencari-cari jawaban.

"Saya lagi nyari jawabannya Prof Mahfud, saya nyari-nyari dimana ini jawabannya? Kok gak ketemu jawabannya. Saya tanya masalah inflasi hijau, kok malah menjelaskan ekonomi hijau," ujar Gibran dengan nada sindiran. (*) 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.