Bang Zaki Siap Pimpin Jakarta Bertransformasi Jadi Pusat Perekonomian Dunia Seperti Sydney dan New York, Setelah Tak Lagi Jadi Ibu Kota Negara

AKURAT JAKARTA - Ketua DPD Golkar DKI Jakarta, Ahmed Zaki Iskandar atau yang akrab disapa Bang Zaki, memandang masa depan Jakarta dengan visi yang menjanjikan.
Sebagai pemimpin yang progresif, Bang Zaki menilai ada potensi besar di kawasan aglomerasi Jakarta, pasca pemindahan ibu kota negara ke Nusantara, Kalimantan Timur.
Mantan Bupati Tangerang dua periode ini meyakini, perubahan status Jakarta ini akan menjadi momentum penting untuk bertransformasi dan berkembang menjadi pusat perekonomian yang kuat.
Seperti yang terjadi pada perpindahan ibu kota Australia dari Sydney ke Canberra, serta ibu kota Amerika dari New York ke Washington DC. Sydney dan New York berkembang menjadi pusat perekonomian.
"Sama, seperti itulah yang akan terjadi dengan Jakarta di masa depan," kata bakal Calon Gubernur (Cagub) Jakarta dari Partai Golkar ini.
Bang Zaki meyakini bahwa perpindahan ibu kota dari Jakarta ke Nusantara tidak akan menyebabkan degradasi wilayah Jakarta.
Sebaliknya, ia melihatnya sebagai kesempatan untuk melibatkan daerah sekitar aglomerasi dalam pembangunan ekonomi kota.
"Tidak ada degradasi wilayah karena tidak lagi jadi ibu kota. Nantinya daerah sekitar aglomerasi ini akan dilibatkan untuk pembangunan Jakarta," ungkapnya.
Dengan dukungan dari berbagai pihak, Jakarta berada di jalur untuk menjadi pusat ekonomi yang berpengaruh di tingkat internasional.
Baca Juga: WOW, Pemerintah Siapkan 11 Jalur Distinasi Wisata Unggulan di Pulau Seribu, Mulai Untung Jawa hingga Pari
Transformasi ini bukan hanya tentang perpindahan fisik ibu kota, tetapi juga tentang membangun fondasi yang kuat untuk masa depan ekonomi Jakarta yang berkelanjutan.
Diketahui, kawasan aglomerasi adalah konsep pengelompokan aktivitas ekonomi di suatu wilayah untuk mencapai efisiensi dan pertumbuhan ekonomi.
Kawasan aglomerasi dijadikan satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional berskala global yang mengintegrasikan tata kelola pemerintah, industri, perdagangan, transportasi terpadu, dan bidang strategis lainnya.
Kawasan aglomerasi Jakarta mencakup wilayah Provinsi Daerah Jakarta, Kabupaten Bogor, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Cianjur, Kota Bogor, Kota Depok, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Kota Bekasi. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!

