Gen Z Indonesia Peduli Apa yang Terjadi di Dunia, Termasuk Politik

AKURAT.CO - Ternyata hasil penelitian menyebutkan bahwa Gen Z Indonesia peduli dengan apa yang terjadi di dunia.
Demikian survei perusahaan komunikasi Maverick dari Desember 2021 hingga Januari 2022.
Survei Maverick mewawancarai 722 responden berusia antara 18 dan 24 tahun, 358 pria dan 364 wanita.
Baca Juga: Ini 10 Bisnis Yang Cocok Untuk Gen Z
Responden berada di wilayah Jabodetabek, Bandung, dan Yogyakarta.
Gen Z ini mengacu pada orang yang lahir dari tahun 1997 dan seterusnya, atau berusia maksimal 25 tahun saat ini.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) hampir 75 juta Gen Z di Indonesia, atau 27 persen dari total populasi.
Baca Juga: Apa Itu Water Mist Generator yang Ditebar Pemprov DKI Untuk Atasi Polusi? Begini Cara Mengoperasikan
Dari hasil survei, dua topik berita teratas yang paling dicari responden adalah film dan serial dan sosial-politik.
Mayoritas (87%) memilih media sosial sebagai sumber berita utama, 22% mengakses berita melalui portal berita online, 13% melalui aplikasi berita.
Dan hanya satu persen membaca berita cetak. Tidak heran jika media cetak mulai mati.
Baca Juga: Modus Penipuan Phising, saat Klik Link Data Korban Langsung Dijual
Tampaknya Gen Z lebih suka mengakses berita melalui Instagram dan Twitter. Format visual dan teks paling menarik bagi responden.
Sementara lima saluran media yang paling disukai responden adalah Folkative (40%), CNN (37%), DetikNews (31%), USSFeed (27%), dan Kompas (23%).
Responden menyukai berita yang singkat, akurat, dan mudah dibaca. Mereka ingin itu disampaikan secara langsung.
Baca Juga: Warga Kampung Ambon Konflik, Polisi Turun Tangan Mendamaikan
Ini adalah lanskap yang menantang yang semakin diperkuat oleh tren yang meningkat.
Merek-merek yang memasarkan bisnis mereka di platform media sosial kini berlomba untuk menyediakan konten yang berdurasi paling lama 14 detik, di Instagram.
Permintaan saat ini adalah penyedia informasi untuk memotong konten mereka menjadi konten yang lebih kecil/lebih pendek.
Pengiriman serial adalah solusinya, tetapi ini membawa permainan ke bidang frekuensi. Konten harus diproduksi secara teratur dan cepat.
Ini adalah tantangan bagi perusahaan kecil dengan sumber daya terbatas.
Hal yang paling penting untuk diambil dari ini adalah bahwa Gen Z bukanlah sekelompok orang bodoh yang tidak punya pikiran.
Mereka memproses informasi secara berbeda, tetapi mereka tetap peduli. Dan mereka mungkin memiliki perspektif yang sangat berbeda, mengingat cakupan kumpulan informasi mereka seluas internet.
Lebih banyak penelitian perlu dilakukan untuk memahami demografi ini dengan lebih baik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor AS Monaco vs RC Lens di Ligue 1, 19 September 2026: Mampukah Les Monegasques Pertahankan Tren Positif?
- 2Prediksi Skor Espanyol vs Elche di La Liga, 19 September 2026: Misi Los Pericos Bangkit di Kandang
- 3Prediksi Skor Monza vs Sassuolo di Serie A, 19 September 2026: Mampukah Biancorossi Hentikan Tren Buruk?
- 4Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Premier League, 19 September 2026: Duel Ketat Dua Tim Papan Tengah di Hill Dickinson
- 5Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Premier League, 19 September 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 6Prediksi Skor Nottingham Forest vs Coventry City di Premier League, 19 September 2026: Mampukah The Sky Blues Hentikan Tren Buruk?
- 7Prediksi Skor Osasuna vs Rayo Vallecano di La Liga, 19 September 2026: Duel Dua Tim dengan Tujuh Poin di El Sadar
- 8Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs Freiburg di Bundesliga, 19 September 2026: Ujian Berat bagi Tuan Rumah
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!


