Sulit Cari Kerja Formal, Mayoritas Pengemudi Ojol Pilih Sektor Gig Demi Sambung Hidup

AKURAT JAKARTA – Tingginya hambatan masuk ke sektor kerja formal menjadi alasan utama masyarakat beralih ke pekerjaan berbasis platform digital (gig economy), termasuk pengemudi ojek online (ojol).
Hasil survei Segara Research Institute pada Agustus–September 2026 mengungkapkan, sebanyak 73,8% pengemudi ojol memutuskan bergabung dengan platform digital karena tidak mendapatkan pekerjaan di sektor formal.
Survei yang melibatkan 506 pekerja gig di lima kota besar (Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, dan Makassar) tersebut juga mencatat bahwa 57,3% responden sama sekali belum pernah mencicipi pekerjaan di sektor formal. Sementara itu, 22,1% pengemudi ojol mengaku terpaksa narik akibat terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).
Selain dorongan kebutuhan ekonomi, faktor fleksibilitas waktu menjadi daya tarik utama. Sebanyak 95% mitra ojol menilai fleksibilitas jam kerja sebagai keunggulan utama pekerjaan ini. Dari sisi pendapatan, 81,6% responden menjadikan pekerjaan gig sebagai sumber penghasilan utama keluarga.
Tingginya angka partisipasi juga dipengaruhi oleh batasan usia di pasar kerja formal. Survei mencatat 23,3% mitra ojol telah berusia 45 tahun ke atas, kelompok umur yang dinilai sangat rentan dan sulit bersaing di sektor formal.
Menanggapi temuan ini, Ekonom Segara Research Institute YB Kadarusman menekankan agar pemerintah berhati-hati dalam merumuskan kebijakan perlindungan bagi pekerja gig.
Regulasi yang dibuat diharapkan tidak malah membatasi akses masyarakat untuk memperoleh penghasilan.
"Kita ingin memberikan perlindungan, tetapi kalau desain perlindungannya membuat jumlah orang yang bisa mendapatkan pekerjaan menjadi jauh lebih sedikit, dampaknya terhadap masyarakat harus dihitung secara matang," ujar Kadarusman.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Catat! 12 Spot Nobar Gratis Final FIFA ASEAN Cup 2026 Indonesia vs Thailand di Tangerang Raya, Cek Lokasinya Di Sini
- 2Prediksi Skor Kosovo vs Austria di UNL, 4 Oktober 2026: Mampukah Dardanet Balas Kekalahan?
- 3Prediksi Skor Azerbaijan vs Lithuania di UNL, 4 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 4Prediksi Skor Malta vs Andorra di UNL, 4 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Dominasi?
- 5Info Lokasi Nobar Final FIFA ASEAN Cup 2026 Indonesia vs Thailand di Jakarta - Bandung, Cek di Sini!
- 6Prediksi Skor Belanda vs Serbia di UNL, 5 Oktober 2026: Oranje Incar Kemenangan Kedua
- 7Prediksi Skor Portugal vs Norwegia di UNL, 5 Oktober 2026: Duel Seru di Porto
- 8Prediksi Skor Yunani vs Jerman di UNL, 5 Oktober 2026: Mampukah Pasukan Klopp Membalas Kekalahan?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!

