Jakarta

Jadi Desa Terindah Kedua di Dunia Versi Spectator Index, Negeri di Atas Awan Ini Berada di Indonesia, Simak 5 Keunikannya

Sastra Yudha | 20 Maret 2024, 16:43 WIB
Jadi Desa Terindah Kedua di Dunia Versi Spectator Index, Negeri di Atas Awan Ini Berada di Indonesia, Simak 5 Keunikannya

AKURAT JAKARTA - Masyarakat Indonesia patut berbangga. Salah satu wilayah di Indonesia dinobatkan sebagai desa tercantik dan terindah kedua di dunia tahun 2024.

Kawasan pedesaan memang menawarkan suasana yang luar biasa. Terdapat pemandangan indah, udaranya sejuk serta nuansanya tenang sehingga sempurna untuk dijadikan tempat healing dari hingar bingar perkotaan.

Hampir setiap negara memiliki desa yang menarik dan diunggulkan. Keindahannya luar biasa, dan bisa jadi rekomendasi untuk menghabiskan waktu liburan.

Sebuah lembaga survei internasional, The Spectator Index telah merilis daftar desa terindah di dunia. Salah satu desa di Indonesia menempati urutan kedua sebagai desa terindah di dunia.

Baca Juga: Duet Bang Zaki-Kaesang Berpeluang Terjadi di Pilgub Jakarta 2024, Karena Golkar dan PSI Sudah Pengalaman Berkoalisi Menangkan Prabowo-Gibran

Desa apa itu? di mana lokasinya? Jawabnya, Desa Wae Rebo. Desa Wisata yang terletak di Satar Lenda, Kecamatan Satarmese Barat, Kapubaten Manggarai, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini menempati urutan kedua setelah Rothenburg ob der Tauber di Jerman.

Desa Wae Rebo terletak di ketinggian 1200 mdpl dan berada di lembah puncak bukit. Desa Wae Rebo juga terkenal dengan tujuh bangunan rumah adat khas Manggarai yang disebut Mbaru Niang.

Rumah adat tersebut memiliki arsitektur yang unik dan bergaya khas, di mana atapnya berbentuk kerucut dan dilapisi ilalang.

Wae Rebo juga telah diakui oleh UNESCO sebagai salah satu warisan budaya pada tahun 2012.

UNESCO menyebut tempat ini merupakan Asia Pasific Heritage Award dan menyandang predikat sebagai TOP Award of Excellence.

Baca Juga: Berbakti Kepada Orang Tua, Salah satu Amalan yang Harus Ditingkatkan di Bulan Penuh Ampunan: Pesan Ramadhan Hari ke-9 dari Bang Zaki, Simak di Sini

Berikut 5 Keunikan Desa Wae Rebo di NTT:

1. Menjadi Desa Tertinggi di Indonesia

Berada di ketinggian 1.200 meter dari permukaaan laut, desa Wae Rebo ini disebut desa tertinggi di Indonesia, maka tak heran desa ini akan sering di selimuti kabut setiap harinya.

Karena terletak di ketinggian, desa Wae Rebo amat sejuk dan juga dingin, pemandangan alam di tempat ini pun sudah tidak usah diragukan lagi hamparan pegunungan dan perbukitan menghiasi sekeliling desa ini.

2. Bak Negeri di Atas Awan

Wae Rebo dijuluki sebagai 'Negeri di Atas Awan' lantaran saat pagi dan sore hari tertutup dengan kabut.

Hal ini karena faktor kampung tradisional Wae Rebo yang berada di ketinggian 1.200 mdpl.

Sehingga, saat pagi dan sore desa ini akan tertutup oleh kabun, namun wisatawan masih dapat melihat aktivitas masyarakat yang tengah berjemur untuk menikmati sinar matahari.

3. Terdapat Tujuh Rumah Adat

Fakta unik di desa ini hanya terdapat 7 bangunan rumah adat yang dikenal dengan nama Mbaru Niang, masing-masing rumah hanya ditempati enam sampai delapan keluarga.

Rumah adat Mbaru Niang memiliki struktur bangunan yang mirip seperti kerucut, rumah adat ini juga hanya tertutup dengan daun lontar yang dipilih sebagai atap yang mengelilingi bangunan.

Jika ada wisatawan yang datang berkunjung akan disambut dengan satu rumah adat yang khusus diperuntukan untuk tamu. Tak hanya itu saja, wisatawan juga akan disuguhkan kopi flores yang sudah terkenal cita rasanya.

Baca Juga: MUDIK GRATIS POLDA METRO JAYA: Pendaftaran Resmi Dibuka Mulai Hari ini Hingga Jumat 22 Maret 2024, Simak Rute, Syarat dan Lokasi Daftar

4. Memiliki Compang Tempat Roh Leluhur

Tujuh rumah yang ada di desa ini dibangun dengan mengelilingi compang atau altar yang menjadi pusat dari tujuh bangunan, altar ini berfungsi untuk tempat menyembah Tuhan serta roh para leluhur.

5. Upacara Adat Penti

Masyarakat di desa Wae Rabo menjunjung tinggi adat dengan masih menjalankan upacara khusus yaitu upacara adat penti.

Upacara penti biasa dilakukan warga desa pada bulan November dengan tujuan untuk mengucap rasa syukur dari penduduk desa karena telah diberikan hasil panen yang melimpah.

Masyarakat Wae Rebo juga mengharapkan agar diberi perlindungan serta keharmonisan di saat perayaan. (*)

 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.