Tak Masuk 10 Besar Wisata Medis Dunia, Indonesia Justru Fokus ke Wellness di Bali

AKURAT JAKARTA - Tiga negara Asia Tenggara, Thailand, Malaysia, dan Singapura berhasil mencuri perhatian dunia sebagai destinasi wisata medis terbaik versi Nomad Capitalist.
Namun, nama Indonesia belum tercantum dalam daftar tersebut.
Fakta ini tentu memunculkan tanda tanya besar, mengingat Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor wisata medis, terutama dengan daya tarik pariwisata dan sumber daya kesehatan yang terus dikembangkan.
Baca Juga: Benarkah Kapal Nabi Nuh Karam di Timor? Menguak Misteri Bukit Fatukopa yang Dikeramatkan
Menurut laporan terbaru dari Says yang dikutip Minggu (1/6/2026), Nomad Capitalist, firma konsultan global untuk para pebisnis dan investor mapan, menyusun daftar negara yang dianggap unggul dalam sektor wisata medis.
Peningkatan biaya perawatan kesehatan dan asuransi di negara maju seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa membuat masyarakat dunia mulai mencari alternatif layanan medis berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau.
Negara-negara berkembang pun muncul sebagai jawaban, termasuk tiga tetangga dekat Indonesia.
Nomad Capitalist menilai pentingnya akses layanan kesehatan yang mudah, berkualitas tinggi, dan tidak memberatkan biaya sebagai indikator utama.
Thailand, misalnya, menonjol dengan pertumbuhan wisata medis lebih dari 20% per tahun.
Bangkok dikenal dengan Rumah Sakit Bumrungrad, yang oleh pendirinya, Andrew Henderson, dianggap memberikan layanan medis berkualitas dengan harga sangat kompetitif.
Bahkan, proyek rekam medis elektronik rumah sakit ini begitu inovatif hingga diakuisisi oleh Microsoft.
Di sisi lain, Singapura tetap menjadi primadona untuk layanan medis khusus seperti perawatan kanker, dengan Rumah Sakit Gleneagles sebagai pusat unggulan.
Meski biayanya relatif tinggi, sistem rumah sakit di Negeri Singa ini dianggap sebagai salah satu yang tercanggih di dunia.
Baca Juga: Liburan Hemat di Jakarta? Ini 4 Event Seru yang Bisa Kamu Nikmati Tanpa Bikin Kantong Jebol
Malaysia pun tak ketinggalan.
Negeri Jiran sukses menarik lebih dari 500 ribu wisatawan medis setiap tahun.
Prince Court Medical Centre di Kuala Lumpur bahkan dinobatkan sebagai rumah sakit terbaik untuk pasien internasional oleh Medical Travel Quality Alliance.
Baca Juga: Rahasia Liburan Keluarga Tetap Seru Meski Dompet Tipis, Simak Triknya Berikut ini!
Andrew Henderson sendiri mengakui pernah mendapatkan layanan medis berkualitas tinggi di sana dengan biaya yang terjangkau.
Sementara itu, Indonesia mulai menunjukkan keseriusannya dalam mengembangkan wisata medis, meski masih dalam tahap awal.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa Bali sebaiknya fokus pada wisata kesehatan yang bersifat preventif, seperti wellness, kecantikan, dan estetika.
Pada Oktober 2024, Menkes Budi meresmikan Gedung Ngoerah Sun Wellness and Aesthetic Center di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah, yang bekerja sama dengan Sun Healthcare International dari Korea Selatan.
Fasilitas ini menawarkan layanan unggulan seperti medical check-up, bedah plastik, kedokteran gigi estetika, dan perawatan kulit.
Indonesia memang belum masuk daftar 10 besar tujuan wisata medis global.
Baca Juga: Dari Taman Sampai Skydeck: 10 Wisata Dekat LRT Jabodebek Ini Mudah Diakses dan Instagramable
Namun, langkah-langkah awal yang dilakukan pemerintah menunjukkan komitmen jangka panjang.
Jika dikelola dengan baik, bukan tidak mungkin Indonesia suatu saat akan bergabung bersama Thailand, Singapura, dan Malaysia sebagai pemain utama di industri wisata medis dunia. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Azerbaijan vs Lithuania di UNL, 4 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 2Prediksi Skor Kosovo vs Austria di UNL, 4 Oktober 2026: Mampukah Dardanet Balas Kekalahan?
- 3Prediksi Skor Malta vs Andorra di UNL, 4 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Dominasi?
- 4Prediksi Skor Yunani vs Jerman di UNL, 5 Oktober 2026: Mampukah Pasukan Klopp Membalas Kekalahan?
- 5Prediksi Skor Belanda vs Serbia di UNL, 5 Oktober 2026: Oranje Incar Kemenangan Kedua
- 6Nyala Ainun, Penulis Cilik Tangsel yang Telah Melahirkan 9 Buku dan Sabet Berbagai Penghargaan
- 7Buka Workshop di Japfa Food Indonesia, Wabup Intan Dorong Dunia Usaha Perkuat Pengelolaan Sampah Mandiri
- 8Prediksi Skor Portugal vs Norwegia di UNL, 5 Oktober 2026: Duel Seru di Porto
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





