Jakarta

Menyusuri Jejak Kolonial di Tiga Kafe Ikonik Kota Tua Jakarta

Zainal Abidin | 17 Juli 2025, 07:04 WIB
Menyusuri Jejak Kolonial di Tiga Kafe Ikonik Kota Tua Jakarta

AKURAT JAKARTA - Di balik riuhnya lalu lintas Jakarta yang padat, kawasan wisata Kota Tua menyimpan pesona masa lalu yang masih hidup dalam bentuk bangunan tua, jalanan berbatu, dan tiga kafe yang menjelma sebagai saksi bisu perjalanan sejarah: Babah Koffie by Kawisari, Rode Winkel Coffee & Savoury, serta Cafe Batavia.

Masing-masing dari tempat ini tidak sekadar mejadi spot wisata kuliner, melainkan juga menghadirkan atmosfer seni, arsitektur, dan kisah warisan budaya yang kental dengan sentuhan kolonial.

Babah Koffie by Kawisari menggabungkan nuansa peranakan dengan elemen Jawa klasik dalam sebuah bangunan bergaya antik yang dipenuhi furnitur tempo dulu.

 Baca Juga: Ubud Tembus 10 Besar Kota Terbaik Dunia, Ini Daya Tariknya di Mata Wisatawan Internasional

Interior kafe ini terasa seperti ruang tamu keluarga besar zaman Hindia Belanda, lengkap dengan wangi rempah dan kopi dari lereng Gunung Kawi yang menenangkan.

Pengunjung dapat mencicipi sajian seperti Frozen Cappuccino dan proffertjes sambil duduk di antara kursi rotan dan lampu gantung kuno yang menggantung tenang di langit-langit tinggi.

Rode Winkel Coffee & Savoury, yang terletak di dalam bangunan legendaris Toko Merah, mengajak pengunjung masuk ke dalam ruang waktu yang seolah membeku sejak abad ke-18.

 Baca Juga: Tiketnya Murah Banget! SARGA Festival 2025 di Bantul Hadirkan Last Child, Nadhif Basalamah, Banda Neira, Batas Senja, dan Masdddho, Cek Tanggalnya

Dinding bata merah, pintu kayu besar, serta langit-langit tinggi menciptakan kesan megah dan elegan khas arsitektur Belanda klasik.

Di sini, kopi disajikan berdampingan dengan menu lokal seperti pisang wijen dan sup buntut, menjadikan tempat ini bukan sekadar lokasi ngopi tetapi juga jendela menuju masa lalu.

Sementara itu, Cafe Batavia berdiri anggun di sudut Taman Fatahillah dengan gaya Indies Empire yang tak tergantikan.

 Baca Juga: Dibayar untuk Masak dan Menemani, Ini Kisah Para Nenek di Jepang yang Menginspirasi

Interior lantai duanya menyerupai galeri pribadi dengan ratusan foto hitam putih dari tokoh-tokoh dunia, dan area bar yang mengusung nuansa ala Winston Churchill’s lounge memberikan sentuhan prestise yang unik.

Musik live dan menu internasional berpadu dengan atmosfer sejarah membuat pengalaman bersantap di sini terasa seperti menghadiri pesta mewah di masa kolonial.

Ketiga kafe ini bukan hanya tempat untuk menikmati kopi, melainkan juga ruang pelestarian budaya dan seni yang menjembatani masa lalu dan masa kini.

 Baca Juga: Bukan untuk Penakut! Ini 5 Wahana Dufan Paling Ekstrem dan Bikin Sport Jantung

Di Kota Tua Jakarta, setiap tegukan kopi bisa menjadi perjalanan kecil ke dalam sejarah.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.