Catat Tanggalnya! Gunung Gede Pangrango Bakal Tutup Jalur Pendakian karena Adanya Agenda Besar

AKURAT JAKARTA - Penutupan jalur pendakian Gunung Gede Pangrango membuat banyak traveler penasaran.
Jalur favorit pendaki ini tidak bisa diakses mulai 25 hingga 29 September 2025.
Penutupan jalur pendakian Gunung Gede Pangrango bukan tanpa sebab, melainkan terkait agenda besar yang sedang digelar di kawasan tersebut.
Baca Juga: Ayo Wisata ke Taman Situ Lembang, Taman Tertua di Jakarta yang Tetap Asri
Melalui pengumuman resmi di akun Instagram Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTN Gede Pangrango), disebutkan bahwa penutupan sementara juga berlaku untuk Air Terjun Cibereum dan Air Terjun Ciwalen pada 26 hingga 28 September 2025.
Dua lokasi wisata alam yang biasanya ramai pengunjung itu sementara tak bisa kamu kunjungi.
Alasan penutupan ini berkaitan dengan Kejuaraan Daerah I ALTI Provinsi DKI Jakarta.
Ajang olahraga lari lintas alam bertajuk Jakarta Open Trail Run (JOTR) 2025 tersebut diadakan oleh Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI) bekerja sama dengan BBTN Gede Pangrango.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari seleksi menuju Kejurnas ALTI 2025 sekaligus persiapan menuju PON 2028.
Menariknya, ajang ini tidak hanya diikuti atlet profesional, tetapi juga masyarakat umum yang ingin mencoba pengalaman lari trail.
Baca Juga: Dari Jembatan Jadi Destinasi Instagramable, Inilah Pesona JPO Phinisi Jakarta
Beberapa kategori lomba ditawarkan, mulai dari vertical challenge 7 km, classic distance 20 km, short distance 40 km, long distance 80 km, hingga fun trail 7 km menuju Air Terjun Cibereum.
Kepala BBTN Gede Pangrango, Arief Mahmud, menegaskan bahwa ajang ini bukan hanya soal olahraga, tapi juga bagian dari promosi wisata alam Indonesia.
“Bersama kita berlari menuju prestasi dan kesuksesan yang lebih tinggi, memajukan olahraga lari trail Indonesia dengan prestasi menuju level nasional. Serta mempromosikan keindahan alam Gunung Gede Pangrango ke mata dunia,” ujarnya.
Baca Juga: Mengenal Nama Asli 7 Patung Paling Ikonik di Jakarta
Dengan adanya JOTR 2025, penutupan jalur pendakian dan dua air terjun hanya bersifat sementara.
Jadi kalau kamu punya rencana ke sana, sebaiknya atur ulang jadwal kunjungan agar tidak kecewa. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Torino vs Udinese di Serie A, 13 Oktober 2026: Mampukah Granata Bangkit di Kandang?
- 2Prediksi Skor Coventry City vs Newcastle United di Premier League, 13 Oktober 2026: Mampukah The Sky Blues Menghentikan Dominasi The Magpies?
- 3Prediksi Skor Levante vs Sevilla di La Liga, 13 Oktober 2026: Duel Dua Tim Terluka di Ciudad de Valencia
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Brentford di Premier League, 10 Oktober 2026: Rekor Tak Terkalahkan The Bees Diuji Unai Emery
- 5Prediksi Skor Atalanta vs Venezia di Serie A, 12 Oktober 2026: Mampukah La Dea Mengakhiri Tren Negatif?
- 6Prediksi Skor Sunderland vs Brighton di Premier League, 10 Oktober 2026: Akankah Peforma Apik The Seagulls Tambah Derita Tuan Rumah?
- 7Prediksi Skor Hoffenheim vs Hamburger SV di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Dua Tim yang Terluka
- 8Prediksi Skor Ipswich Town vs Fulham di Premier League, Sabtu 10 Oktober 2026: Mampukah The Tractor Boys Memutus Rekor Buruk?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





