Jakarta

Hutan Kota Srengseng, Tempat Sampah yang Disulap Jadi Surga Hijau Jakarta Barat

Zainal Abidin | 19 Oktober 2025, 19:30 WIB
Hutan Kota Srengseng, Tempat Sampah yang Disulap Jadi Surga Hijau Jakarta Barat

AKURAT JAKARTA - Sedang mencari tempat healing murah meriah di Jakarta Barat?

Mungkin kamu akan terkejut kalau tahu bahwa Hutan Kota Srengseng bisa jadi destinasi alam yang tak kalah memikat dari taman-taman kota lainnya.

Dengan vegetasi yang tumbuh alami dan suasana yang masih asri, hutan ini menawarkan pengalaman kembali ke alam tanpa harus jauh dari ibu kota.

Baca Juga: Dubai Saingi Tokyo dan London, Siap Jadi Pusat Wisata Dunia 2025

Menariknya, kawasan hijau ini dulunya adalah tempat penimbunan sampah, sebelum akhirnya disulap menjadi paru-paru kota yang menenangkan.

“Di sini biasanya orang-orang memancing, dan banyak tumbuhan yang juga dilengkapi dengan papan informasi,” ungkap Pemandu Wisata Mohamad Ilyas Subekti dalam acara Jakarta Ecotourism Festival 2025 - Mainland One Day Trip Jakarta Barat, Selasa (14/10/2025).

Meski tak sepadat taman kota modern lainnya, Hutan Kota Srengseng memiliki daya tarik tersendiri karena suasananya yang alami.

Baca Juga: Mengenal Taman Cattleya, Tempat Piknik Gratis nan Asri di Jakarta Barat

Fasilitas seperti tempat duduk dan area olahraga hanya terdapat di pintu masuk, sementara bagian dalam hutan dibiarkan tumbuh bebas sehingga menghadirkan sensasi menjelajahi hutan sungguhan.

Jalan setapak di dalam kawasan juga terawat, lengkap dengan penunjuk arah ramah disabilitas.

Namun, sayangnya, masih ada pengunjung yang membuang sampah sembarangan, terutama usai acara lomba memancing di danau.

Baca Juga: Konser Gratis! D’MASIV hingga Blackline Bakal Meriahkan Senandung Sore di TMII pada Minggu Depan, Cek Lokasi Detilnya

Meski begitu, suasana di sore hari tetap terasa hidup — ada yang memancing, duduk santai, hingga berfoto ria di bawah rindangnya pepohonan besar seperti Mahoni, Randu, dan Flamboyan.

Hutan Kota Srengseng dibangun sekitar tahun 1995 di atas lahan 10,5 hektar.

Kini, selain jadi tempat wisata alam, area ini juga kerap disewa untuk foto pranikah (Rp 350.000/hari) dan shooting film (mulai Rp 1 juta/hari).

Baca Juga: Dimeriahkan Kahitna, BCL, Navicula hingga Tika Pagraky, Tiket Presale The Nusa Dua Festival 2025 Masih Tersedia, Buruan Beli!

Tiket masuknya pun sangat terjangkau, hanya Rp 3.000 per orang, membuatnya cocok untuk semua kalangan yang ingin melepas penat tanpa menguras dompet.

Dengan udara segar, gemerisik dedaunan, dan suara jangkrik yang alami, kamu akan merasa seolah jauh dari hiruk pikuk kota, padahal masih di Jakarta Barat. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.