Jakarta

Menelusuri Jejak Waktu di House of Tugu, Permata Sejarah Kota Tua Jakarta

Zainal Abidin | 4 Februari 2026, 10:45 WIB
Menelusuri Jejak Waktu di House of Tugu, Permata Sejarah Kota Tua Jakarta

AKURAT JAKARTA - House of Tugu adalah sebuah hotel di kawasan Kota Tua Jakarta yang juga menjadi destinasi wisata sejarah dan budaya.

Hotel ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat menginap, tetapi juga sebagai ruang hidup yang menyimpan banyak kisah masa lalu Batavia.

Berada di Jalan Kali Besar Barat, bangunan bersejarah ini resmi dibuka kembali pada bulan November 2024 lalu.

Baca Juga: IIMS 2026 Segera Tiba! Event Wajib bagi Pecinta Otomotif

Sejak pertama kali melangkah masuk, pengunjung langsung disambut suasana interior peranakan yang hangat dan penuh nuansa klasik.

Setiap sudut ruangan dipenuhi koleksi benda antik yang memiliki cerita panjang tentang perjalanan budaya Tionghoa, Jawa, dan Belanda.

Bangunan House of Tugu pada masa kolonial dahulu digunakan sebagai gudang gula yang memiliki peran penting dalam perdagangan Batavia.

Baca Juga: Desa Wisata Jatijajar Depok, Destinasi Wisata Alam Menenangkan

Kali Besar yang berada tepat di depan gedung menjadi jalur utama pengiriman gula menuju berbagai wilayah lain di masa itu.

Pemilik gudang gula tersebut adalah Oei Tiong Ham, seorang konglomerat terkenal yang disebut sebagai orang terkaya di Asia Tenggara.

Oei Tiong Ham kemudian menikah dengan Raden Ajeng Kasinem yang berasal dari keluarga bangsawan Jawa dan masih kerabat Raden Saleh.

Baca Juga: Delapan Ikon Budaya Betawi yang Wajib Dikenal Warga Jakarta

Pernikahan lintas budaya tersebut melahirkan tradisi baru yang kini dikenal sebagai budaya peranakan dengan ciri khas yang kuat.

Raden Ajeng Kasinem gemar mengoleksi barang seni dan benda antik yang kemudian diwariskan secara turun-temurun kepada keluarganya.

Berbagai koleksi pribadi itulah yang saat ini menjadi bagian penting dari dekorasi sekaligus daya tarik utama di House of Tugu.

Baca Juga: Pariwisata Indonesia Bangga! Bukittinggi Bersinar di ASEAN Usai Raih Penghargaan Bergengsi

Hotel ini memiliki dua puluh lima kamar dengan tiga kamar tematik yang dirancang khusus untuk menghadirkan pengalaman menginap unik.

Kamar seperti Oei Tiong Ham Suites dan Makelaar Kopi Suites menampilkan perpaduan desain Jawa, Tionghoa, dan Belanda yang sangat khas.

Setiap ruangan memiliki jendela besar dan langit-langit tinggi sehingga menciptakan kesan mewah sekaligus membawa tamu ke masa lalu.

Baca Juga: Kenapa Kota Tua Jakarta Dipilih Jadi Lokasi Syuting Lisa BLACKPINK? Ini Keistimewaannya

Warna-warna yang digunakan juga terinspirasi dari budaya Tionghoa seperti merah, kuning, hijau, dan biru tua yang terasa sangat elegan.

Selain menginap, pengunjung dapat menikmati restoran dan ruang pameran yang menampilkan lebih banyak koleksi seni bernilai tinggi.

Berkunjung ke House of Tugu membuat wisatawan tidak hanya berjalan-jalan, tetapi juga belajar tentang sejarah Jakarta secara menyenangkan.

Baca Juga: Panduan Praktis Wisata ke Kota Tua Jakarta agar Liburan Lebih Nyaman

Tempat ini menjadi bukti bahwa wisata modern dapat berjalan berdampingan dengan upaya pelestarian warisan budaya yang sangat berharga.

Bagi siapa pun yang ingin menikmati liburan berbeda di Jakarta, House of Tugu adalah pilihan tepat untuk berwisata sambil menyelami sejarah. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.