Jakarta

JFC 2026 Tak Lagi Sekadar Karnaval, Kini Berubah Jadi Gerakan Kreatif dengan Misi Merawat Bumi dan Budaya

Anggerhana Denni Rahmawati | 17 Juli 2026, 18:00 WIB
JFC 2026 Tak Lagi Sekadar Karnaval, Kini Berubah Jadi Gerakan Kreatif dengan Misi Merawat Bumi dan Budaya
JFC 2026 ingin menjadi rumah besar industri kreatif Indonesia.

AKURAT JAKARTA - Selama lebih dari dua dekade, Jember Fashion Carnaval (JFC) dikenal sebagai salah satu parade busana terbesar di Indonesia. Namun pada penyelenggaraan tahun 2026, JFC ingin menunjukkan wajah yang berbeda. Ajang ini tak lagi hanya menghadirkan kostum-kostum spektakuler di atas runway, tetapi membawa misi yang lebih luas sebagai gerakan kreatif yang menghubungkan seni, budaya, lingkungan, hingga kolaborasi lintas generasi.

Perubahan arah tersebut tercermin dari tema HEAL (Humanity, Earth, and Life) yang resmi diperkenalkan menjelang pelaksanaan JFC pada 24-26 Juli 2026.

Tema ini menjadi simbol bahwa JFC ingin menghadirkan pesan kemanusiaan, kepedulian terhadap bumi, dan keberlanjutan kehidupan melalui karya-karya kreatif para peserta.

Presiden JFC Budi Setiawan menegaskan bahwa karnaval ini merupakan kelanjutan dari cita-cita pendirinya, almarhum Dynand Fariz, yang sejak awal membangun JFC sebagai ruang belajar, berkarya, sekaligus bertumbuh bagi siapa saja.

Karena itu, JFC kini diposisikan bukan sekadar agenda tahunan, melainkan sebuah gerakan yang mempertemukan desainer, seniman, perajin, model, pelaku industri kreatif, hingga generasi muda untuk menampilkan karya terbaik mereka di hadapan publik nasional maupun internasional.

Perjalanan JFC selama lebih dari 20 tahun juga disebut tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, kementerian, komunitas kreatif, hingga sektor swasta yang terus mendukung perkembangan industri kreatif di Jember.

Dukungan tersebut dinilai membuat JFC berkembang menjadi salah satu etalase budaya Indonesia yang mampu menarik perhatian dunia.

Pandangan serupa juga disampaikan Kementerian Kebudayaan. Menurut Direktur Film, Musik, dan Seni Kementerian Kebudayaan RI Irini Dewi Wanti, JFC berhasil menghadirkan budaya dalam format yang dekat dengan generasi muda sekaligus memiliki jejaring internasional yang kuat.

Selain menampilkan parade kostum, penyelenggaraan tahun ini juga menghadirkan berbagai agenda seperti World Kids Carnival, Pets Carnival, Wonderful Archipelago Carnival Indonesia (WACI), Artwear Carnival, hingga Grand Carnival sebagai acara puncak.

Melalui tema HEAL, penyelenggara berharap JFC mampu menjadi ruang kolaborasi yang tidak hanya menghasilkan pertunjukan kelas dunia, tetapi juga memperkuat sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan pelestarian budaya Indonesia. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.