JFC 2026 Tak Lagi Sekadar Karnaval, Kini Berubah Jadi Gerakan Kreatif dengan Misi Merawat Bumi dan Budaya

AKURAT JAKARTA - Selama lebih dari dua dekade, Jember Fashion Carnaval (JFC) dikenal sebagai salah satu parade busana terbesar di Indonesia. Namun pada penyelenggaraan tahun 2026, JFC ingin menunjukkan wajah yang berbeda. Ajang ini tak lagi hanya menghadirkan kostum-kostum spektakuler di atas runway, tetapi membawa misi yang lebih luas sebagai gerakan kreatif yang menghubungkan seni, budaya, lingkungan, hingga kolaborasi lintas generasi.
Perubahan arah tersebut tercermin dari tema HEAL (Humanity, Earth, and Life) yang resmi diperkenalkan menjelang pelaksanaan JFC pada 24-26 Juli 2026.
Tema ini menjadi simbol bahwa JFC ingin menghadirkan pesan kemanusiaan, kepedulian terhadap bumi, dan keberlanjutan kehidupan melalui karya-karya kreatif para peserta.
Presiden JFC Budi Setiawan menegaskan bahwa karnaval ini merupakan kelanjutan dari cita-cita pendirinya, almarhum Dynand Fariz, yang sejak awal membangun JFC sebagai ruang belajar, berkarya, sekaligus bertumbuh bagi siapa saja.
Karena itu, JFC kini diposisikan bukan sekadar agenda tahunan, melainkan sebuah gerakan yang mempertemukan desainer, seniman, perajin, model, pelaku industri kreatif, hingga generasi muda untuk menampilkan karya terbaik mereka di hadapan publik nasional maupun internasional.
Perjalanan JFC selama lebih dari 20 tahun juga disebut tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, kementerian, komunitas kreatif, hingga sektor swasta yang terus mendukung perkembangan industri kreatif di Jember.
Dukungan tersebut dinilai membuat JFC berkembang menjadi salah satu etalase budaya Indonesia yang mampu menarik perhatian dunia.
Pandangan serupa juga disampaikan Kementerian Kebudayaan. Menurut Direktur Film, Musik, dan Seni Kementerian Kebudayaan RI Irini Dewi Wanti, JFC berhasil menghadirkan budaya dalam format yang dekat dengan generasi muda sekaligus memiliki jejaring internasional yang kuat.
Selain menampilkan parade kostum, penyelenggaraan tahun ini juga menghadirkan berbagai agenda seperti World Kids Carnival, Pets Carnival, Wonderful Archipelago Carnival Indonesia (WACI), Artwear Carnival, hingga Grand Carnival sebagai acara puncak.
Melalui tema HEAL, penyelenggara berharap JFC mampu menjadi ruang kolaborasi yang tidak hanya menghasilkan pertunjukan kelas dunia, tetapi juga memperkuat sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan pelestarian budaya Indonesia. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Getafe vs Rayo Vallecano di La Liga, 20 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Memutus Rekor Buruk?
- 2Prediksi Skor Fenerbahce vs Slavia Praha di UCL, 20 Oktober 2026: Memburu Kemenangan Perdana di Istanbul
- 3Prediksi Skor Sabah FK vs Borussia Dortmund di UCL, 20 Oktober 2026: Mampukah The Owls Memperpanjang Tren Buruk Die Borussen?
- 4Prediksi Skor AC Monza vs Cagliari di Serie A, 19 Oktober 2026: Tuan Rumah Terancam oleh Ketangguhan Rossoblu
- 5Prediksi Skor Parma vs Torino di Serie A, 20 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Tuan Rumah di Tengah Ancaman Granata
- 6Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Coventry City di Premier League, 20 Oktober 2026: Mampukah Spurs Akhiri Paceklik Kemenangan?
- 7Prediksi Skor Lille vs Galatasaray di UCL, 21 Oktober 2026: Duel Dua Tim Tanpa Poin di Pierre Mauroy
- 8Prediksi Skor Napoli vs Bodo/Glimt di UCL, 21 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Partenopei di Tengah Ancaman Kejutan Tim Norwegia
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!

