Sarawak Ingin Jadi Gerbang Wisata Borneo, Wisatawan Indonesia Dibidik Lewat Paket Lintas Negara

AKURAT JAKARTA - Wisata ke Borneo tidak harus berhenti pada satu negara.
Peluang menjelajahi destinasi di Indonesia dan Malaysia sekaligus kini menjadi salah satu arah kerja sama pariwisata yang dijajaki kedua pihak, dengan Sarawak berupaya memperkuat posisinya sebagai pintu masuk untuk mengenal kawasan Borneo.
Badan Pariwisata Sarawak (STB) menjajaki pengembangan paket wisata bersama, promosi lintas wilayah, serta peningkatan konektivitas untuk menarik lebih banyak wisatawan Indonesia.
Kerja sama ini dibahas dalam kegiatan Gateway to Borneo Indonesia 2026 di Surabaya pada 28 September dan Jakarta pada 30 September 2026.
Langkah tersebut memperlihatkan upaya Sarawak memanfaatkan kedekatan geografis, budaya, dan sejarah dengan Indonesia untuk memperluas jangkauan pasar pariwisatanya.
Bukan sekadar promosi, Sarawak ingin menjadi titik awal perjalanan
Direktur Pemasaran STB untuk ASEAN dan Domestik, Gustino Basuan, mengatakan Indonesia merupakan pasar penting sekaligus mitra regional bagi Sarawak.
Menurutnya, hubungan budaya, sejarah, dan geografis yang telah lama terjalin, khususnya di kawasan Borneo, membuka peluang bagi industri pariwisata kedua wilayah untuk tumbuh bersama.
Melalui konsep Gateway to Borneo, Sarawak ingin menempatkan wilayahnya sebagai salah satu titik awal bagi wisatawan yang ingin menjelajahi Borneo secara lebih luas.
Strategi ini memiliki arti penting dalam pemasaran destinasi.
Baca Juga: Transit 6 Jam Tak Harus Membosankan, Thailand Ubah Penumpang Pesawat Jadi Calon Wisatawan
Sebuah wilayah tidak hanya bersaing dengan menawarkan objek wisata, tetapi juga dengan kemudahan akses dan kemampuannya menjadi bagian dari perjalanan yang lebih besar.
Jika wisatawan dapat menggabungkan kunjungan ke Sarawak dengan destinasi lain di Borneo, perjalanan lintas negara berpotensi menjadi pilihan menarik bagi mereka yang ingin mendapatkan pengalaman wisata lebih beragam.
Psikologi wisatawan: perjalanan praktis lebih mudah dipertimbangkan
Dalam perilaku konsumen, keputusan berwisata tidak hanya dipengaruhi oleh daya tarik destinasi.
Wisatawan juga mempertimbangkan seberapa mudah perjalanan direncanakan dan dijalankan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kazakhstan vs Kepulauan Faroe di UNL, 6 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 2Prediksi Skor Kroasia vs Spanyol di UNL, 7 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan 0-7?
- 3Prediksi Skor Inggris vs Ceko di UNL, 7 Oktober 2026: Mampukah The Three Lions Lanjutkan Tren Gemilang?
- 4Raker HAPPI Jatim 2026, Prof Zainul Hidayah Terpilih Jadi Ketua
- 5Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Tapi Mengapa Ranking FIFA Indonesia Tidak Naik? Ini Penjelasannya!
- 6Legislator Golkar Dadiyono Ungkap Warga Mulai Apatis terhadap PTSL, Pilih Urus Sertifikat Sendiri
- 7Hadiri Festival Indonesia 2026 di Korea Selatan, Wagub Rano Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta - Seoul
- 8RDF Rorotan Belum Maksimal, Legislator Golkar Dimaz Raditya Soroti Efektivitas Anggaran Rp170 Miliar
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






