Jakarta

Hari Raya Galungan: Makna dan Rangkaian Perayaan

Hawa E. Azhari | 25 September 2024, 13:00 WIB
Hari Raya Galungan: Makna dan Rangkaian Perayaan

AKURAT JAKARTA - Hari raya Galungan dirayakan oleh umat Hindu Bali setiap 210 hari sekali, dengan menggunakan perhitungan kalender Bali yaitu pada hari Budha Kliwon Dungulan (Rabu Kliwon wuku Dungulan).

Perayaan Galungan adalah perayaan hari kemenangan Dharma (kebenaran) melawan Adharma (kejahatan).

Hari raya Galungan juga dirayakan oleh masyarakat Tengger dengan makna dan cara yang berbeda dengan masyarakat Bali, setidaknya hingga pengenalan agama Hindu Dharma ke kawasan Tengger tahun 1980-an.

Baca Juga: Sebuah Mukjizat Terjadi, Wanita 64 tahun Selamat dari Lilitan Ular Piton Hampir 4 Meter saat Sedang Mencuci Piring

Masyarakat Tengger merayakan Galungan setiap 210 hari sekali di wuku galungan sebagai hari untuk memberkati desa, air, dan masyarakat.

Tata cara perayaannya identik dengan barikan, satu upacara lain yang biasanya dilakukan tiap 35 hari sekali atau setelah bencana seperti gunung meletus, gempa, atau gerhana.

Berbeda dengan barikan, hari raya galungan Tengger sudah tidak dilaksanakan dengan cara Tengger namun telah disatukan dengan perayaan galungan sesuai tata cara Hindu Bali.

Baca Juga: Cara Mengucapkan Selamat Hari Raya Galungan Lengkap dengan Contoh Ucapan

Makna Hari Raya Galungan

Kemenangan Dharma

Hari ini menandai kemenangan kebaikan atas kejahatan, atau dharma atas adharma. Umat Hindu diharapkan untuk selalu menjaga dan memelihara kebenaran dalam hidup mereka.

Persembahan kepada Leluhur

Pada Galungan, umat Hindu mempersiapkan sesajen untuk leluhur mereka, mengundang mereka untuk datang dan memberkati keluarga mereka.

Baca Juga: Apa Itu Kampanye Damai yang Digaungkan Ketiga Paslon Pilkada DKI Jakarta 2024?

Mempererat Keluarga

Galungan juga menjadi momen penting untuk berkumpul bersama keluarga, menghormati leluhur, dan menguatkan hubungan antar sesama.

Rangkaian Hari Raya Galungan

1. Penampahan Galungan: Sehari sebelum Galungan, biasanya umat Hindu akan memotong babi dan membuat persembahan.

Baca Juga: Rahasia Mulai Terbongkar, Ini Dia Awal Mula Kasus P Diddy yang Melibatkan Justin Bieber Sampai Trauma

2. Hari Raya Galungan: Pada hari ini, umat Hindu akan pergi ke pura untuk berdoa dan mempersembahkan sesajen.

3. Hari Kuningan: Sepuluh hari setelah Galungan, umat Hindu merayakan Hari Kuningan, sebagai penutupan rangkaian perayaan, di mana leluhur dipercaya kembali ke tempatnya.

Galungan adalah salah satu perayaan terpenting dalam agama Hindu Bali yang berfokus pada spiritualitas, keluarga, dan rasa syukur.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.