Jakarta

4 Merek Latiao Asal China Mengandung Bakteri dan Belum Bersertifikat Halal, Bagaimana Jika Sudah Telanjur Beli? BPOM: Dibuang Aja, Jangan Dimakan!

Sastra Yudha | 3 November 2024, 10:17 WIB
4 Merek Latiao Asal China Mengandung Bakteri dan Belum Bersertifikat Halal, Bagaimana Jika Sudah Telanjur Beli? BPOM: Dibuang Aja, Jangan Dimakan!

AKURAT JAKARTA - Sebulan terakhir masyarakat dihebohkan dengan kasus keracunan massal setelah makan jajanan Latiao asal China.

Keracunan massal yang bahkan masuk dalam kategori Kejadian luar biasa (KLB) terjadi di sejumlah daerah, Kabupaten Tangerang, Serang, Tangerang Selatan, Lampung, Sukabumi, Wonosobo, Pamekasan, hingga Riau.

Korban rata-rata anak usia sekolah dasar atau SD. Mereka merasakan sejumlah keluhan seperti mual, muntah-muntah, diare hingga sesak napas.

Baca Juga: Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Premier League: Mampukah The Villans Taklukan The Lilywhites di Kandang?

Jajanan Latiao ini sempat viral di Indonesia. Mulanya, jajanan ini marak dikonsumsi melalui hand carry atau dibawa langsung dari negara asalnya, China.

Namun belakangan, makanan ringan ini sudah masuk ke Indonesia melalui impor. Jajanan ini menarik perhatian karena rasanya yang gurih dan pedas. Banyak orang, terutama anak-anak, menjadi ketagihan.

Bahan utama latiao adalah tepung gandum, tepung kinako (tepung kacang kedelai panggang), dan minyak cabai.

Bahan-bahan ini dicampur dengan air, garam, gula, penyedap rasa, minyak nabati, serta beberapa bahan tambahan lain, kemudian dipanaskan dengan suhu tinggi.

Selain memiliki rasa yang kuat, latiao juga menggunakan bahan-bahan seperti Monosodium Glutamat (MSG) untuk meningkatkan cita rasa, serta pewarna dan pengawet agar tahan lama.

Setelah menimbulkan keracunan massal, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) pun melakukan investigasi.

Hasilnya, BPOM menemukan bahwa latiao terkontaminasi bakteri Bacillus cereus.

Baca Juga: Persija Jakarta Sumbang 3 Pemain untuk Skuad Timnas Lawan Jepang dan Saudi Arabia, Persib Bandung Nol, Berikut Nama-Nama beserta Klub Asalnya

Bakteri Bacillus cereus ini sering ditemukan pada makanan yang tidak disimpan atau diproses dengan benar.

Bakteri ini menghasilkan racun yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan, seperti muntah dan diare, beberapa jam setelah konsumsi.

Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, meminta masyarakat untuk berhenti mengonsumsi camilan yang sempat viral tersebut.

BPOM mengungkapkan, ada empat jenis latiao yang mengandung bakteri Bacillus cereus, yaitu:

- C&j Candy Joy Latiao
- Luvmi Hot Spicy Latiao
- KK Boy Latiao
- Lianggui Latiao

Bagaimana jika sudah telanjur beli? Taruna Ikrar menegaskan, sebaiknya dibuang saja.

"Sebaiknya kalau dia bawa tentengan dari luar negeri, jajanan camilan latiao, dibuang saja, jangan dimakan," tegasnya dalam jumpa pers, Jumat (1/10/2024)

Baca Juga: Makan Bareng Warga Cicalengka, Maesyal Rasyid Paparkan Program Peningkatan Peranan Posyandu Hingga Pemberian Beasiswa

Lebih lanjut, Taruna Ikrar mengatakan, pihaknya kini juga menghentikan sementara peredaran 73 produk makanan yang diduga mengandung zat berbahaya.

"Tujuan kami untuk mengingatkan masyarakat tentu yang sudah menyimpan, segera dibuang, tidak perlu dimakan, mengingat ada risikonya. Dari 73 produk yang terdaftar di BPOM, juga kami hold sementara peredarannya," ungkapnya.

Selain itu, BPOM juga meminta kepada pihak terkait untuk melakukan penghapusan (take down) produk ini dari penjualan daring agar tidak semakin tersebar.

Selain masalah kesehatan, BPOM RI juga menemukan bahwa produk latiao yang beredar di Indonesia belum memiliki sertifikasi halal.

"Dalam konteks kehalalan, terdapat beberapa titik kritis pada bahan baku latiao. Salah satunya adalah penggunaan karbon aktif dalam proses pemutihan gula, yang mungkin berasal dari tulang hewan yang tidak dijamin kehalalannya," katanya.

Baca Juga: Kampanye Akbar Ridwan Kamil - Suswono Digelar 14 atau 23 November, Zaki Iskandar: Supaya Warga Jakarta Semakin Yakin Memilih Pasangan RIDO

Selain itu, beberapa bahan seperti minyak nabati yang digunakan dalam latiao juga bisa mengandung minyak hewani, yang jika tidak berasal dari hewan halal, menjadi pertimbangan penting bagi konsumen Muslim. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.