4 Merek Latiao Asal China Mengandung Bakteri dan Belum Bersertifikat Halal, Bagaimana Jika Sudah Telanjur Beli? BPOM: Dibuang Aja, Jangan Dimakan!

AKURAT JAKARTA - Sebulan terakhir masyarakat dihebohkan dengan kasus keracunan massal setelah makan jajanan Latiao asal China.
Keracunan massal yang bahkan masuk dalam kategori Kejadian luar biasa (KLB) terjadi di sejumlah daerah, Kabupaten Tangerang, Serang, Tangerang Selatan, Lampung, Sukabumi, Wonosobo, Pamekasan, hingga Riau.
Korban rata-rata anak usia sekolah dasar atau SD. Mereka merasakan sejumlah keluhan seperti mual, muntah-muntah, diare hingga sesak napas.
Jajanan Latiao ini sempat viral di Indonesia. Mulanya, jajanan ini marak dikonsumsi melalui hand carry atau dibawa langsung dari negara asalnya, China.
Namun belakangan, makanan ringan ini sudah masuk ke Indonesia melalui impor. Jajanan ini menarik perhatian karena rasanya yang gurih dan pedas. Banyak orang, terutama anak-anak, menjadi ketagihan.
Bahan utama latiao adalah tepung gandum, tepung kinako (tepung kacang kedelai panggang), dan minyak cabai.
Bahan-bahan ini dicampur dengan air, garam, gula, penyedap rasa, minyak nabati, serta beberapa bahan tambahan lain, kemudian dipanaskan dengan suhu tinggi.
Selain memiliki rasa yang kuat, latiao juga menggunakan bahan-bahan seperti Monosodium Glutamat (MSG) untuk meningkatkan cita rasa, serta pewarna dan pengawet agar tahan lama.
Setelah menimbulkan keracunan massal, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) pun melakukan investigasi.
Hasilnya, BPOM menemukan bahwa latiao terkontaminasi bakteri Bacillus cereus.
Bakteri Bacillus cereus ini sering ditemukan pada makanan yang tidak disimpan atau diproses dengan benar.
Bakteri ini menghasilkan racun yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan, seperti muntah dan diare, beberapa jam setelah konsumsi.
Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, meminta masyarakat untuk berhenti mengonsumsi camilan yang sempat viral tersebut.
BPOM mengungkapkan, ada empat jenis latiao yang mengandung bakteri Bacillus cereus, yaitu:
- C&j Candy Joy Latiao
- Luvmi Hot Spicy Latiao
- KK Boy Latiao
- Lianggui Latiao
Bagaimana jika sudah telanjur beli? Taruna Ikrar menegaskan, sebaiknya dibuang saja.
"Sebaiknya kalau dia bawa tentengan dari luar negeri, jajanan camilan latiao, dibuang saja, jangan dimakan," tegasnya dalam jumpa pers, Jumat (1/10/2024)
Lebih lanjut, Taruna Ikrar mengatakan, pihaknya kini juga menghentikan sementara peredaran 73 produk makanan yang diduga mengandung zat berbahaya.
"Tujuan kami untuk mengingatkan masyarakat tentu yang sudah menyimpan, segera dibuang, tidak perlu dimakan, mengingat ada risikonya. Dari 73 produk yang terdaftar di BPOM, juga kami hold sementara peredarannya," ungkapnya.
Selain itu, BPOM juga meminta kepada pihak terkait untuk melakukan penghapusan (take down) produk ini dari penjualan daring agar tidak semakin tersebar.
Selain masalah kesehatan, BPOM RI juga menemukan bahwa produk latiao yang beredar di Indonesia belum memiliki sertifikasi halal.
"Dalam konteks kehalalan, terdapat beberapa titik kritis pada bahan baku latiao. Salah satunya adalah penggunaan karbon aktif dalam proses pemutihan gula, yang mungkin berasal dari tulang hewan yang tidak dijamin kehalalannya," katanya.
Selain itu, beberapa bahan seperti minyak nabati yang digunakan dalam latiao juga bisa mengandung minyak hewani, yang jika tidak berasal dari hewan halal, menjadi pertimbangan penting bagi konsumen Muslim. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UNL, 28 September 2026: Duel Penentu Kemenangan Kedua di Yerevan
- 2Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe di UNL, 29 September 2026: Duel Ketat Minim Gol di Chisinau
- 3Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UNL, 28 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit di Tbilisi?
- 4Prediksi Skor Belgia vs Prancis di UNL, 29 September 2026: Tanpa Mbappe, Les Bleus Diuji di Brussels
- 5Prediksi Skor Turki vs Italia di UNL, 29 September 2026: Duel Dua Tim yang Sama-Sama Tertekan
- 6Prediksi Skor Irlandia Utara vs Hungaria di UNL, 29 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Lanjutkan Momentum Kemenangan?
- 7Prediksi Skor Latvia vs Siprus di UNL, 28 September 2026: Duel Tim yang Sama-Sama Ingin Bangkit
- 8Prediksi Skor Israel vs Irlandia di UNL, 28 September 2026: Duel Dua Tim yang Sama-Sama Ingin Bangkit
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




