Candaan Pegawai BGN soal “Hilang Ingatan” Viral, Begini Fenomena Psikologi di Baliknya

AKURAT JAKARTA - Video seorang pegawai Badan Gizi Nasional (BGN) yang bercanda soal makanan dan hilang ingatan menjadi sorotan di media sosial.
Perbincangan tersebut muncul karena candaan dalam video dianggap berkaitan dengan kasus siswa yang sebelumnya dilaporkan mengalami keracunan setelah mengonsumsi sajian Makan Bergizi Gratis (MBG).
Video itu dibagikan akun Threads @bunny.intan_ pada 19 September 2026.
Dalam unggahan tersebut, pengunggah menyebut pegawai BGN itu mengejek korban keracunan MBG.
Dalam video yang beredar, sosok yang diduga bernama Gerardus Majella Hananto Hega Permanaditya terlihat mengonsumsi chicken katsu yang disebut dimasak sehari sebelumnya.
Setelah itu, ia melontarkan candaan mengenai kondisi tubuhnya dengan mengaitkannya dengan hilang ingatan.
"Btw gua makan chicken katsu masakan kemarin, apakah masih enak? Oh tidak, ingatanku hilang 70 persen," ujarnya dalam video tersebut.
Candaan itu kemudian dikaitkan warganet dengan kasus seorang siswa bernama Febiona Purba yang sebelumnya diketahui mengalami keracunan hingga disebut mengalami hilang ingatan.
Ketika Candaan Bertemu Pengalaman Korban
Respons keras terhadap video tersebut dapat dilihat melalui konsep psikologi yang berkaitan dengan empati.
Baca Juga: Bahasa Inggris Jadi Mapel Wajib Kelas 3 SD, Guru Bisa Ikut Pelatihan Gratis
Salah satunya adalah empathy gap, yakni kecenderungan seseorang mengalami kesulitan memahami secara utuh perasaan atau pengalaman orang lain ketika dirinya tidak berada dalam kondisi emosional yang sama.
Dalam situasi ketika seseorang tidak mengalami keracunan atau dampak kesehatan secara langsung, sebuah candaan mengenai makanan dan hilang ingatan mungkin dipersepsikan sebagai humor.
Namun, bagi orang yang pernah mengalami kondisi serupa atau keluarganya, topik tersebut dapat memiliki makna yang jauh berbeda.
Perbedaan sudut pandang itu membuat sebuah candaan yang dimaksudkan sebagai humor dapat diterima secara berbeda oleh orang lain.
Fenomena lain yang berkaitan adalah perspective-taking, yaitu kemampuan melihat sebuah situasi dari sudut pandang orang lain.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Skor AS Monaco vs RC Lens di Ligue 1, 19 September 2026: Mampukah Les Monegasques Pertahankan Tren Positif?
- 2Prediksi Skor Espanyol vs Elche di La Liga, 19 September 2026: Misi Los Pericos Bangkit di Kandang
- 3Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Premier League, 19 September 2026: Duel Ketat Dua Tim Papan Tengah di Hill Dickinson
- 4Prediksi Skor Monza vs Sassuolo di Serie A, 19 September 2026: Mampukah Biancorossi Hentikan Tren Buruk?
- 5Prediksi Skor Nottingham Forest vs Coventry City di Premier League, 19 September 2026: Mampukah The Sky Blues Hentikan Tren Buruk?
- 6Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Premier League, 19 September 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 7Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs Freiburg di Bundesliga, 19 September 2026: Ujian Berat bagi Tuan Rumah
- 8Prediksi Skor Newcastle United vs Hull City di Premier League, 19 September 2026: Misi The Magpies Bangkit dari Kekalahan Telak
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!








