Jakarta

Candaan Pegawai BGN soal “Hilang Ingatan” Viral, Begini Fenomena Psikologi di Baliknya

Anggerhana Denni Rahmawati | 19 September 2026, 21:45 WIB
Candaan Pegawai BGN soal “Hilang Ingatan” Viral, Begini Fenomena Psikologi di Baliknya
Pegawai BGN bercanda soal katsu dan “Hilang ingatan”.

AKURAT JAKARTA - Video seorang pegawai Badan Gizi Nasional (BGN) yang bercanda soal makanan dan hilang ingatan menjadi sorotan di media sosial.

Perbincangan tersebut muncul karena candaan dalam video dianggap berkaitan dengan kasus siswa yang sebelumnya dilaporkan mengalami keracunan setelah mengonsumsi sajian Makan Bergizi Gratis (MBG).

Video itu dibagikan akun Threads @bunny.intan_ pada 19 September 2026.

Dalam unggahan tersebut, pengunggah menyebut pegawai BGN itu mengejek korban keracunan MBG.

Dalam video yang beredar, sosok yang diduga bernama Gerardus Majella Hananto Hega Permanaditya terlihat mengonsumsi chicken katsu yang disebut dimasak sehari sebelumnya.

Setelah itu, ia melontarkan candaan mengenai kondisi tubuhnya dengan mengaitkannya dengan hilang ingatan.

"Btw gua makan chicken katsu masakan kemarin, apakah masih enak? Oh tidak, ingatanku hilang 70 persen," ujarnya dalam video tersebut.

Candaan itu kemudian dikaitkan warganet dengan kasus seorang siswa bernama Febiona Purba yang sebelumnya diketahui mengalami keracunan hingga disebut mengalami hilang ingatan.

Ketika Candaan Bertemu Pengalaman Korban

Respons keras terhadap video tersebut dapat dilihat melalui konsep psikologi yang berkaitan dengan empati.

Baca Juga: Bahasa Inggris Jadi Mapel Wajib Kelas 3 SD, Guru Bisa Ikut Pelatihan Gratis

Salah satunya adalah empathy gap, yakni kecenderungan seseorang mengalami kesulitan memahami secara utuh perasaan atau pengalaman orang lain ketika dirinya tidak berada dalam kondisi emosional yang sama.

Dalam situasi ketika seseorang tidak mengalami keracunan atau dampak kesehatan secara langsung, sebuah candaan mengenai makanan dan hilang ingatan mungkin dipersepsikan sebagai humor.

Namun, bagi orang yang pernah mengalami kondisi serupa atau keluarganya, topik tersebut dapat memiliki makna yang jauh berbeda.

Perbedaan sudut pandang itu membuat sebuah candaan yang dimaksudkan sebagai humor dapat diterima secara berbeda oleh orang lain.

Fenomena lain yang berkaitan adalah perspective-taking, yaitu kemampuan melihat sebuah situasi dari sudut pandang orang lain.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.