Jakarta

Kabar Gembira! Di Tengah Efisiensi Anggaran, IPDN Justru Tambah Kuota Calon Praja

Zainal Abidin | 15 April 2025, 15:15 WIB
Kabar Gembira! Di Tengah Efisiensi Anggaran, IPDN Justru Tambah Kuota Calon Praja

 

AKURAT JAKARTA - Di tengah program efisiensi anggaran secara nasional yang dilakukan oleh pemerintah, Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) diketahui tidak terpengaruh.

IPDN mengejutkan masyarakat dengan mengumumkan kebijakan baru mereka.

Di saat sejumlah instansi diminta menyesuaikan program kerja dengan anggaran yang terbatas, IPDN justru melakukan langkah sebaliknya.

Baca Juga: Ingat! Hari Ini Terakhir Aktivasi MFA bagi ASN, Bagi yang Gagal Login ASN Digital BKN, Berikut Cara Reset MFA dan Login Ulang Tanpa Masalah

Mereka menambah kuota penerimaan Calon Praja untuk tahun 2025.

Peningkatan kuota penerimaan Calon Praja IPDN ini menjadi sorotan karena terjadi pada masa ketika efisiensi dan rasionalisasi anggaran sedang digencarkan oleh pemerintah pusat.

Namun, IPDN tetap konsisten dalam misinya mencetak sumber daya manusia unggul di bidang pemerintahan.

Baca Juga: Gratis! Earth Festival 2025 di Lippo Mall Nusantara, Ada Talkshow Bersama Ahok dan Sandiaga Uno, Demo Masak hingga Pentas Musik, Akhir Pekan Ini

Kebijakan ini menjadi indikasi kuat bahwa pembangunan kapasitas birokrasi tetap menjadi prioritas, meskipun di tengah tekanan fiskal.

Langkah strategis ini dikukuhkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, dalam Rapat Kerja bersama Komisi II DPR RI pada Senin (3/2/2025) lalu.

Dalam rapat yang disiarkan secara terbuka melalui kanal YouTube resmi DPR RI tersebut, Tito menyampaikan bahwa Seleksi Penerimaan Calon Praja IPDN (SPCP) tahun 2025 menjadi salah satu program utama Kementerian Dalam Negeri.

Baca Juga: Sedang Ada Pekerjaan Konstruksi, Dishub DKI Jakarta Rekayasa Lalu Lintas di Sejumlah Ruas Jalan, CFD hingga Gage pun Kembali Diberlakukan

“Ada program yang menjadi programnya inisiatif dari Kemendagri berdasarkan memang kebutuhan, di antaranya, Seleksi Penerimaan Calon Praja IPDN 1410,” ujar Tito.

Merujuk pada dokumen resmi milik Kemendagri, kuota penerimaan tahun ini ditetapkan sebanyak 1.410 peserta.

Angka ini menunjukkan lonjakan tajam dibandingkan dengan tahun 2024 yang hanya membuka formasi untuk 721 orang.

Baca Juga: Jam Berapa Waktu Shalat Jumat? Ini Jadwal Masjid Istiqlal Hari Ini, Khotib Romo H R Muhammad Syafii

Kenaikan ini bukan tanpa alasan, sebab IPDN dinilai sebagai lembaga strategis dalam menyiapkan calon-calon aparatur sipil negara yang siap bekerja secara profesional, khususnya di level pemerintahan daerah.

Kebijakan ini juga mendapatkan dukungan dari fakta di lapangan.

Tahun sebelumnya, antusiasme masyarakat terhadap seleksi masuk IPDN sangat tinggi, dengan total 32.456 pendaftar dari seluruh penjuru Indonesia.

Baca Juga: Jam Berapa Waktu Shalat Jumat? Ini Jadwal Masjid Istiqlal Hari Ini, Khotib Romo H R Muhammad Syafii

Jumlah ini mencerminkan bahwa IPDN masih menjadi pilihan favorit generasi muda yang ingin mengabdi di dunia birokrasi dan pemerintahan.

Menariknya, penambahan kuota ini tidak diiringi dengan pemotongan dana di sektor pendidikan birokrasi, melainkan justru diposisikan sebagai bagian dari prioritas utama pengembangan SDM nasional.

Pemerintah tampaknya ingin memastikan bahwa reformasi birokrasi tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar diikuti dengan langkah nyata melalui penguatan institusi seperti IPDN.

Baca Juga: Bakal Berlakukan Kembali Sistem Penjurusan di SMA pada Tahun 2025 ini, Berikut Penjelasan Mendikdasmen Abdul Mu’ti

Dengan keputusan ini, IPDN sekali lagi membuktikan eksistensinya sebagai lembaga pendidikan kedinasan yang tak hanya bertahan di tengah tantangan, tetapi juga berkembang untuk menjawab kebutuhan bangsa. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.