Gubernur Pramono Sebut Tarif Air PAM di Jakarta Paling Murah, Pengamat: Informasi dan Datanya dari Mana?

AKURAT JAKARTA - Pernyataan Gubernur Jakarta, Pramono Anung yang menyebut tarif air bersih PAM di Jakarta sebagai yang paling murah dibandingkan kota-kota lainnya, menuai sorotan tajam dari berbagai kalangan.
Menurut data yang dikumpulkan Persatuan Perhimpunan Penghuni Rumah Susun Indonesia (P3RSI), justru menunjukkan sebaliknya.
Mereka menilai, di Kota Bogor dan Kabupaten Bekasi tarif air justru lebih murah. Kategorinya pun sederhana: rumah tangga, industri, dan sosial. Tidak ada pembedaan antara rumah susun dan rumah tapak.
Menanggapi hal tersebut, praktisi hukum rumah susun, Erlangga Kusuma, mengingatkan bahwa pejabat publik harus berbicara berdasarkan data.
Ia mempertanyakan sumber informasi yang digunakan Gubernur dan menyoroti ketidakadilan struktural dalam sistem distribusi air saat ini.
"Polemik ini bukan cuma soal tarif, tapi soal ketidakadilan sistemik, mulai dari monopoli PAM Jaya hingga larangan air tanah yang membuat warga kehilangan pilihan," kata Erlangga dalam keterangannya, Senin (11/8/2025).
Senada dengan itu, pengamat kebijakan publik, Sujoko. Ia menilai pendekatan klasifikasi pelanggan berdasarkan IMB sebagai kekeliruan logis.
Ia menjelaskan bahwa IMB hanyalah dokumen awal pembangunan dan tak bisa dijadikan dasar tunggal untuk menentukan fungsi hunian.
"Yang sah itu sertifikat dan pertelaan setelah bangunan selesai. IMB itu ibarat akta lahir yang belum ada namanya," tukasnya.
Diketahui, sekitar 30 Ketua Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (PPPSRS) mendatangi Balai Kota Jakarta, pada Senin (11/8/2025).
Mereka membawa satu tuntutan sederhana, ingin bertemu langsung dengan Gubernur Pramono Anung.
Ketua Umum Persatuan Perhimpunan Penghuni Rumah Susun Indonesia (P3RSI), Adjit Lauhatta, menyebut janji pertemuan itu sudah dilontarkan oleh Staf Khusus Gubernur, Wisnu P., saat mediasi aksi unjuk rasa besar-besaran warga rusun pada 21 Juli lalu.
"Saat mediasi Unjuk Rasa Akbar ribuan Warga Rumah Susun, 21 Juli 2025 di Balai Kota, Pak Wisnu dengan yakin mengatakan bisa mempertemukan kami dengan Gubernur. Katanya, (waktu itu) Gubernur sangat sibuk sehingga belum bisa bertemu," kata Adjit. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kepulauan Faroe vs Kazakhstan di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Punya Modal Kandang Kuat
- 2Prediksi Skor Islandia vs Estonia di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Incar Awal Positif
- 3Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 4Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 5Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 6Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UNL, 27 September 2026: Duel Seru di Kaunas!
- 7Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 8Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!

