Jakarta

Di Tengah Dualisme Suksesi, Gusti Purbaya Resmi Dilantik sebagai Raja Surakarta Pakubuwono XIV

Titania Isnaenin | 15 November 2025, 21:36 WIB
Di Tengah Dualisme Suksesi, Gusti Purbaya Resmi Dilantik sebagai Raja Surakarta Pakubuwono XIV

 


AKURAT JAKARTA – Keraton Surakarta Hadiningrat resmi memiliki raja baru.

Di tengah gejolak perebutan kekuasaan, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom (KGPAA) Hamangkunegoro Sudibyo Rajaputra Narendra Mataram, atau Gusti Purbaya, dilantik menjadi Sampeyan Dalem Ingkang Susuhunan Pakubuwono XIV.

Penobatan putra bungsu almarhum Pakubuwono XIII ini dilaksanakan melalui upacara adat Jumenengan Dalem Nata Binayangkare yang khidmat pada Sabtu (15/11) di Bangsal Manguntur Tangkil, Kompleks Siti Hinggil, Keraton Surakarta.

 

Dimana Purbaya menggantikan posisi sang ayah yang telah meninggal dunia beberapa waktu lalu.

Dalam Sabda Dalem (titah raja) yang diucapkan saat menjabat, Purbaya mengikrarkan sumpah jabatan dengan gelar lengkap: “Sampeyan Dalem Ingkang Susuhunan Kanjeng Susuhunan Senopati ing Ngalaga Abdurrahman Sayidin Panatagama kang Jumeneng Kaping 14.”

Adapaun dalam penobatannya, SISKS Pakubuwana XIV menyampaikan tiga ikrar utama yang menjadi panduan kepemimpinannya:

Satu, adil dan religius yakni Menjalankan kepemimpinan berdasarkan syariat Islam dan paugeran (hukum adat) di Keraton Surakarta dengan segenap kemampuan secara adil.

Dua, berbakti pada Negara dengan mendukung Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan lahir batin, serta mengabdikan diri kepada negara.

Tiga ,Pelestarian Budaya dengan bertekad melestarikan budaya Jawa peninggalan dinasti Mataram, khususnya warisan raja-raja Keraton Surakarta.

"Sabdaku ini, hendaknya diketahui semua pihak, putra-putri dalem, para sentana dalem, para abdi dalem Keraton Surakarta Hadiningrat, dan seluruh masyarakat di manapun berada," tegas Purbaya.

Bayang-bayang Konflik Suksesi

Meskipun penobatan telah dilaksanakan, acara ini berlangsung di tengah bayang-bayang dualisme kepemimpinan.

Selain Gusti Purbaya, kakak laki-lakinya, KGPH Hangabehi (dikenal juga sebagai Mangkubumi), juga mengklaim sebagai pewaris takhta Keraton. H

angabehi bahkan turut menamakan dirinya sebagai SISKS Pakubuwana XIV, menandakan bahwa konflik internal Keraton Surakarta masih belum terselesaikan. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.