Jakarta

Waspada! BPBD DKI Ungkap Potensi Longsor di 13 Kecamatan di Jaksel dan Jaktim pada Desember 2025, Berikut Daftarnya

Yasmina Nuha | 30 November 2025, 17:20 WIB
Waspada! BPBD DKI Ungkap Potensi Longsor di 13 Kecamatan di Jaksel dan Jaktim pada Desember 2025, Berikut Daftarnya

AKURAT JAKARTA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan info potensi longsor di 13 kecamatan di Jakarta Selatan dan Timur di penghujung tahun 2025.

Adapun prakiraan wilayah potensi ongsor ini disusun berdasarkan hasil tumpang susun (overlay) antara peta zona kerentanan gerakan tanah dengan peta prakiraan curah hujan bulanan dari BMKG.

Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BPBD DKI Jakarta, Muhammad Yohan mengatakan, pada zona menengah gerakan tanah dapat terjadi jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan, atau jika lereng mengalami gangguan.

Baca Juga: 21 BUMD dan Swasta Salurkan Bantuan Korban Banjir dan Longsor di Sumatera Bersama Pemprov DKI, Dilepas Wagub Rano Karno, Berikut Daftarnya

"Sementara pada zona tinggi, gerakan tanah dapat terjadi jika curah hujan di atas normal. Gerakan tanah lama juga dapat aktif kembalu," ucapnya, Minggu (30/11/2025).

Untuk itu, BPBD DKI Jakarta mengimbau kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi longsor saat curah hujan di atas normal.

Adapun daftar 13 kecamatan rawan longsor di Jakarta yaitu sebagai berikut:

- Jakarta Selatan

  • Cilandak
  • Jagakarsa
  • Kebayoran Baru
  • Kebayoran Lama
  • Mampang Prapatan
  • Pancoran
  • Pasar Minggu
  • Pesanggrahan

- Jakarta Timur

  • Cipayung
  • Ciracas
  • Kramat Jati
  • Makasar
  • Pasar Rebo

Baca Juga: PBB Sebut Penduduk Jakarta Capai 42 Juta Jiwa, Wagub Rano: Itu untuk Wilayah Aglomerasi

Kemudian, pada Zona Menengah dapat terjadi gerakan tanah jika terjadi curah hujan di atas normal di wilayah rawan tersebut.

"Terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan," imbuhnya.

Sementara pada Zona Tinggi, katanya, gerakan tanah lama dapat aktif kembali. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.