Jakarta

Mengenal KH Ahmad Hanafiah, Pejuang dari Lampung yang Diberi Gelar Pahlawan Nasional pada 10 November 2023

Sastra Yudha | 8 November 2023, 21:10 WIB
Mengenal KH Ahmad Hanafiah, Pejuang dari Lampung yang Diberi Gelar Pahlawan Nasional pada 10 November 2023

AKURAT JAKARTA - Setiap tanggal 10 November, pemerintah Indonesia menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada para pejuang Indonesia.

Tahun 2023 ini, ada enam tokoh yang akan diberi gelar pahlawan nasional. Mereka adalah Ida Dewa Agung Jambi dari Bali, Raja Manganitu Bantaha Santiago dari Sulawesi Utara, Mohammad Tabrani dari Jawa Timur, Ratu Kaliyamat dari Jawa Tengah, KH. Abdul Chalim dari Jawa Barat, dan KH Ahmad Hanafiah dari Lampung.

Presiden Jokowi akan menganugerahkan gelar pahlawan nasional pada keenam tokoh tersebut pada peringatan Hari Pahlawan 10 November 2023 lusa.

Kali ini, kita akan mengulas sosok KH Ahmad Hanafiah atau disebut juga Kyai Ahmad Dana.

Baca Juga: Susul Khabib Nurmagomedov, Islam Makhachev Akhirnya Dinobatkan Sebagai Jagoan Nomor 1 di UFC

Dilansir situs NU Online, KH Ahmad Hanafiah adalah seorang pejuang kemerdekaan sekaligus ulama berpengaruh dari Kecamatan Sukadana, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung.

Ia lahir pada tahun 1905. Ia merupakan putra sulung KH. Muhammad Nur, pimpinan Pondok Pesantren Istishodiyah di Sukadana. Ini merupakan pondok pesantren pertama yang berdiri di Provinsi Lampung.

Ahmad Hanafiah kecil belajar agama Islam kepada ayahnya sendiri. Dalam usia lima tahun, Ahmad Hanafiah sudah khatam Al-Qur'an. Setelah remaja, ia belajar di sejumlah pondok pesantren di luar negeri.

Ahmad Hanafiah pernah mengenyam pendidikan agama di Pesantren Kelantan Malaysia, pada tahun 1925-1930.

Baca Juga: Audit Organisasi Hampir Rampung, Bang Zaki Optimistis Golkar Menang di DKI Jakarta

Kemudian, ia melanjutkan perjalanan menuntut ilmu ke Mekah. Namun sebelum mencapai Mekah, ia singgah di India dan mendalami ilmu tarekat.

Ahmad Hanafiah tiba di Tanah Suci Mekah pada tahun 1930, dan menuntut ilmu di Masjidil Haram hingga tahun 1936.

Sekembalinya ke Indonesia, Ahmad Hanafiah aktif sebagai mubaligh di Lampung. Ia juga menjadi Ketua Serikat Dagang Islam (SDI) di wilayah Kawedanan Sukadana pada 1937-1942.

Agresi Belanda tahun 1947 melancarkan serangan serentak kepada sejumlah daerah di Indonesia, termasuk Provinsi Sumatera Selatan.

Saat itu, Belanda pun mulai menyerang Lampung yang menjadi bagian Karesidenan Sumatera Selatan melalui jalur darat dari Palembang.

Agresi tersebut memicu perlawanan Laskar Rakyat yang merupakan gabungan dari barisan Hizbullah dan Sabilillah. Mereka bersenjatakan golok.

Akibatnya, terjadi pertempuran sengit antara Laskar Rakyat melawan belanda di Kemarung.

Baca Juga: Prihatin Harga Pangan Naik, Bang Zaki Ingatkan Kader Golkar Jalani Filosofi Padi dan Kapas

Kemarung adalah hutan belukar yang terletak di dekat Baturaja ke arah Martapura, Sumatera Selatan.

Ahmad Hanafiah merupakan komandan Laskar Hizbullah. Ia dikenal sosok pemberani yang ditakuti dan disegani lawan. Namun sosok yang rendah hati dan tidak mau menonjolkan diri.

Saat Laskar Rakyat berisitirahat di hutan Kamerung, tiba-tiba disergap pasukan Belanda yang bersenjatakan lengkap. Akibatnya, banyak Laskar Rakyat yang gugur dan tertawan.

Sementara KH. Ahmad Hanafiah ditangkap hidup-hidup oleh Belanda. Ia kemudian dimasukkan ke dalam karung dan ditenggelamkan di sungai Ogan.

Baca Juga: Rundown Konser Emas 50 Tahun God Bless di Istora Akhir Pekan Ini, Ada Kaka Slank, Anggun hingga Nicky Astria

KH. Ahmad Hanafiah tercatat gugur di medan perang dalam upaya mempertahankan kemerdekaan RI dari aggressor Belanda.

Pertempuran Front Kamerung itu terjadi menjelang malam 17 Agustus 1947. Hingga kini, jasad dan makamnya tidak diketahui. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.