Jakarta

Jalur Mudah Masuk Surga Cara Mbah Hamid, Seperti Dikisahkan Gus Baha dalam Ceramahnya, Begini Katanya

Sastra Yudha | 5 Desember 2023, 20:05 WIB
Jalur Mudah Masuk Surga Cara Mbah Hamid, Seperti Dikisahkan Gus Baha dalam Ceramahnya, Begini Katanya

AKURAT JAKARTA - KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau akrab disapa Gus Baha, adalah seorang penceramah yang sangat populer di media sosial.

Penjelasannya yang gamblang sehingga mudah dicerna, penguasaan kitab yang luas, dan pembawaannya yang sederhana, membuat Gus Baha begitu digandrungi banyak kalangan.

Saya salah satu pecinta Gus Baha. Nah, dalam salah satu ceramahnya yang saya dengar dari video di Youtube, Gus Baha bercerita tentang amalan yang diajarkan Mbah Hamid.

Potongan video pendek itu memang tidak menjelaskan lebih lanjut tentang siapa sosok Mbah Hamid yang disebut Gus Baha. Namun dugaan saya, Mbah Hamid yang dimaksud Gus Baha adalah KH. Abdul Hamid.

Baca Juga: WADUH! Tak Ada Lagi Pilkada di Jakarta Setelah 2024, Gubernur Dipilih Langsung oleh Presiden, Kok Bisa? Begini Penjelasannya

Meskipun lahir di Lasem, Rembang, kiai kharismatik itu lebih dikenal sebagai Kiai Abdul Hamid Pasuruan. Karena ia mengasuh pesantren hingga meninggal dan dimakamkan di Kota Pasuruan, Jawa Timur.

Mbah Hamid, kata Gus Baha, sering meminta jamaah yang datang ke pondoknya untuk menghafal Al-Qur'an.

Padahal, jamaah yang sowan Mbah Hamid itu kebanyakan sudah masuk golongan usia tua. Sudah sepuh-sepuh.

Apakah Mbah Hamid mengajarkan metode cepat untuk bisa hafal Al-Qur'an? Atau Mbah Hamid memiliki karomah membuat orang hafal Al-Qur'an seketika?

Ternyata tidak. Mbah Hamid bahkan tidak menetapkan target waktu untuk menghafal Al-Qur'an.

Baca Juga: Pj Gubernur Heru Budi Bertemu Empat Mata dengan Menko PMK Muhadjir Effendi, Kira-kira Apa yang Dibahas ya? Ini Dia Jawabannya

Hasilnya sudah bisa diduga. Ada jamaah Mbah Hamid yang baru mulai proses menghafal sudah meninggal dunia. Jamaah lain hanya hafal 1 juz saat ajal datang. Ada juga yang sanggup menyelesaikan hafalan sampai 4 juz, dan seterusnya.

Secara logika, tentu Mbah Hamid menyadari tidak semua jamaahnya bakal dapat menyelesaikan hafal Al-Qur'an 30 juz. Barangkali kebanyakan akan kesulitan.

Lantas, apa hikmah dari amalan yang diajarkan Mbah Hamid? Ternyata, dengan meminta menghafal Al-Qur'an yang butuh waktu, Mbah Hamid ingin agar jamaahnya mendapat kemudahan jalan masuk surga.

Mbah Hamid, kata Gus Baha, berpegang pada sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. "Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga".

Baca Juga: Daftar Caleg DPRD Provinsi DKI Dapil Jakarta 1 dari Partai Golkar, Basri Baco Kembali Maju, Cek Selengkapnya di Sini

Begitulah cerita Gus Baha. Mbah Hamid meyakini bahwa selama seseorang sedang dalam proses menghafal Al-Qur'an, maka orang tersebut sedang menempuh jalan mencari ilmu. Inilah jalur mudah masuk surga yang diajarkan oleh Mbah Hamid.

Tentu saja banyak amal lain sebagai jalan untuk mencari ilmu. Bahkan banyak amalan lain yang bisa mengantar masuk surga.

Namun, amalan menghafal Al-Qur'an yang diajarkan Mbah Hamid ini menarik, karena berpotensi menjadi proses pembelajaran sepanjang hayat.

Meskipun saat ini banyak inovasi metode menghafal Al-Qur'an secara cepat, namun kemampuan setiap orang berbeda-beda. Kalaupun ternyata sudah bisa menyelesaikan hafal 30 juz, masih perlu terus menjaganya dengan murajaah.

Perlu mengulang-ulang membaca dan menghafal agar hafalan tidak hilang karena sifat lupa yang dimiliki manusia. Dan itu berarti, proses mencari ilmu akan terus dilakukan selama hayat masih dikandung badan.

Baca Juga: Berapa Korban Gunung Marapi? 13 Pendaki Ditemukan Meninggal Dunia oleh Petugas

Sebagaimana yang diajarkan Mbah Hamid, tidak ada kata terlambat untuk mulai menghafal Al-Qur'an. Saat ini, berapa pun usia kita, adalah saat yang tepat untuk mulai menghafal Al-Qur'an.

Sambil terus menjaga niat agar dengan menghafal Al-Qur'an itu senantiasa berada di jalur para pencari ilmu. Agar ketika panggilan itu datang, Allah ridlo dan memberikan kemudahan jalan masuk surga. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.