SERUAN BOIKOT! Ini Daftar 9 Perusahaan Tour & Travel yang Dituding Pro Israel, Jangan Dipakai Buat Beli Tiket Mudik atau Liburan Lebaran

AKURAT JAKARTA - Menjelang lebaran Idul Fitri 2024, seruan boikot produk pro Israel kembali menggema di lini massa dan media sosial. Terutama terkait perusahaan travel dan tour.
Sebab, libur dan cuti bersama lebaran yang cukup panjang, tak hanya dimanfaatkan untuk pulang kampung atau mudik.
Bagi yang berduit, libur lebaran dimanfaatkan untuk berlibur ke tempat-tempat wisata dalam negeri ataupun plesiran ke luar negeri.
Sebelum mudik ataupun berlibur, banyak hal yang harus dipersiapkan. Salah satunya adalah pesan tiket transportasi dan penginapan. Di era serba digital sekarang ini, semua dilakukan secara online.
Baca Juga: Berikut Ini Tarif Tol Jakarta-Bandung pada Arus Mudik Lebaran 2024
Nah, gerakan boikot perusahaan travel dan tour yang pro Israel ini dilakukan sesuai petunjuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang Ramadhan tanpa Produk Genosida. Umat Islam diserukan selektif dalam memilih jasa biro perjalanan daring.
Berdasarkan data dari Boycott, Divestment and Sanctions (BDS) Movement, sedikitnya ada sembilan perusahaan yang masuk dalam target tekanan (pressure targets), yaitu:
1. Airbnb
2. Booking.com
3. Expedia
4. KAYAK
5. Priceline
6. Agoda
7. Rentalcars.com
8. OpenTable
9. TripAdvisor
BDS Movement menyerukan tekanan terhadap perusahaan-perusahaan tersebut di atas, termasuk melakukan boikot jika ada alternatif lain yang masuk akal.
Dikutip dari Arab News, pada tahun 2020 Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) telah mengidentifikasi ada 112 perusahaan yang diduga kuat melakukan bisnis dengan permukiman ilegal Israel.
Sebanyak 94 perusahaan berbasis di Israel, 18 bisnis lainnya berbasis di Inggris, Belanda, Prancis, Luksemburg, dan Amerika.
Selain perusahaan yang melakukan bisnis di bidang perjalanan, makanan, dan telekomunikasi, juga mencakup salah satu produsen dan distributor makanan terbesar di Amerika, General Mills.
Baca Juga: SIMAK Jadwal One Way Mudik Lebaran 2024, Daftar Tol dan Jam Pemberlakuannya
Belum ada konfirmasi resmi dari pihak terkait, apakah perusahaannya betul berafiliasi dengan Israel. Meski daftar ini sudah banyak beredar di kalangan umat Islam. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






