Jakarta

SERUAN BOIKOT! Ini Daftar 9 Perusahaan Tour & Travel yang Dituding Pro Israel, Jangan Dipakai Buat Beli Tiket Mudik atau Liburan Lebaran

Sastra Yudha | 1 April 2024, 11:51 WIB
SERUAN BOIKOT! Ini Daftar 9 Perusahaan Tour & Travel yang Dituding Pro Israel, Jangan Dipakai Buat Beli Tiket Mudik atau Liburan Lebaran

AKURAT JAKARTA - Menjelang lebaran Idul Fitri 2024, seruan boikot produk pro Israel kembali menggema di lini massa dan media sosial. Terutama terkait perusahaan travel dan tour.

Sebab, libur dan cuti bersama lebaran yang cukup panjang, tak hanya dimanfaatkan untuk pulang kampung atau mudik.

Bagi yang berduit, libur lebaran dimanfaatkan untuk berlibur ke tempat-tempat wisata dalam negeri ataupun plesiran ke luar negeri.

Sebelum mudik ataupun berlibur, banyak hal yang harus dipersiapkan. Salah satunya adalah pesan tiket transportasi dan penginapan. Di era serba digital sekarang ini, semua dilakukan secara online.

Baca Juga: Berikut Ini Tarif Tol Jakarta-Bandung pada Arus Mudik Lebaran 2024

Nah, gerakan boikot perusahaan travel dan tour yang pro Israel ini dilakukan sesuai petunjuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang Ramadhan tanpa Produk Genosida. Umat Islam diserukan selektif dalam memilih jasa biro perjalanan daring.

Berdasarkan data dari Boycott, Divestment and Sanctions (BDS) Movement, sedikitnya ada sembilan perusahaan yang masuk dalam target tekanan (pressure targets), yaitu:

1. Airbnb
2. Booking.com
3. Expedia
4. KAYAK
5. Priceline
6. Agoda
7. Rentalcars.com
8. OpenTable
9. TripAdvisor

Baca Juga: Setelah TKN Prabowo-Gibran Dibubarkan, Olsu Babay Dukung Rosan Roeslani Jadi Ketua Paguyuban Solidaritas Nasional

BDS Movement menyerukan tekanan terhadap perusahaan-perusahaan tersebut di atas, termasuk melakukan boikot jika ada alternatif lain yang masuk akal.

Dikutip dari Arab News, pada tahun 2020 Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) telah mengidentifikasi ada 112 perusahaan yang diduga kuat melakukan bisnis dengan permukiman ilegal Israel.

Sebanyak 94 perusahaan berbasis di Israel, 18 bisnis lainnya berbasis di Inggris, Belanda, Prancis, Luksemburg, dan Amerika.

Selain perusahaan yang melakukan bisnis di bidang perjalanan, makanan, dan telekomunikasi, juga mencakup salah satu produsen dan distributor makanan terbesar di Amerika, General Mills.

Baca Juga: SIMAK Jadwal One Way Mudik Lebaran 2024, Daftar Tol dan Jam Pemberlakuannya

Belum ada konfirmasi resmi dari pihak terkait, apakah perusahaannya betul berafiliasi dengan Israel. Meski daftar ini sudah banyak beredar di kalangan umat Islam. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.