Jakarta

Apa Itu Anemia Aplastik? Penyakit yang Disebut Jadi Penyebab Meninggalnya Komika Babe Cabita, Begini Penjelasan dr. Ngabila Salama

Sastra Yudha | 9 April 2024, 21:53 WIB
Apa Itu Anemia Aplastik? Penyakit yang Disebut Jadi Penyebab Meninggalnya Komika Babe Cabita, Begini Penjelasan dr. Ngabila Salama

AKURAT JAKARTA - Dunia selebritis Indonesia kembali berduka. Artis sekaligus Komika Babe Cabita meninggal dunia, Selasa (9/4/2024), pukul 06.38 WIB.

Diketahui, Babe Cabita meninggal dunia di Rumah Sakit Mayapada Lebak Bulus, Jakarta Selatan, akibat penyakit langka anemia aplastik.

Lalu apa itu Anemia aplastik? Penyakit langka yang diduga menjadi penyebab meninggalnya Babe Cabita?

Praktisi kesehatan masyarakat, dr. Ngabila Salama menjelaskan, Anemia aplastik adalah kegagalan sumsum tulang belakang untuk memproduksi 3 jenis sel darah.

Tiga jenis sel darah tersebut adalah: sel darah merah (eritosit), sel darah putih (leukosit), keping darah (trombosit).

Baca Juga: Ini 5 Film Bioskop yang Tayang Perdana di TV Spesial Lebaran 2024, dari Air Mata di Ujung Sajadah hingga Warkop DKI Reborn 4, Lengkap dengan Sinopsis

Penyakit ini bisa didapat karena keturunan (genetik) atau didapat selama hidup karena penyakit menular ataupun tidak menular, efek kemoterapi dan radioterapi pada kanker, autoimun, konsumsi obat-obatan atau zat kimia, dan infeksi lainnya.

"Kondisi ini sangat jarang. Kurang dari 15.000 orang per tahunnya di Indonesia, atau 5 kasus per 100.000 penduduk, sehingga sulit dikenali gejalanya," katanya.

Ngabila mengatakan, cegah sakit tersebut dengan pola hidup bersih sehat dan CERDIK setiap hari sehingga terhindar dari penyakit menular, tidak menular, termasuk kanker.

"Hindari penggunaan antibiotik, zat kimia, dan obat-obatan tanpa resep dokter," sambungnya.

Selain itu, cara mencegah meninggal akibat Anemia aplastik adalah dengan deteksi dan pengobatan dini. "Skrining berkala per 6 bulan perlu dilakukan," tegasnya.

Baca Juga: Berdasarkan Pengalaman dan Basis Politik, Pengamat Sebut Bang Zaki Paling Pas Jadi Cagub DKI, RK untuk Jabar dan Erwin di DPR. Bagaimana Menurutmu?

Ada beberapa gejala yang dialami orang dengan penderita Anemia aplastik. Antara lain:

- Gejala kurang darah merah 6L: lemah, letih, lesu, lemot, letoy, loyo

- Gejala kurang darah putih: mudah sakit dan terkena infeksi menular seperti batuk pilek dan diare

- Gejala kurang keping darah: mudah memar, kebiruan pada kulit bahkan tanpa benturan / sebab yang jelas (lebam / memar / perdarahan spontan), sering mimisan, dll

"Pada kondisi di atas segera periksakan darah lengkap secara GRATIS dengan BPJS di Puskesmas terdekat atau mandiri (biaya pemeriksaan sangat terjangkau untuk ini)," katanya.

Dikatakan Ngabila, program deteksi dini dari pemerintah diberikan melalui program catin / calon pengantin dengan pemeriksaan darah kedua calon, juga pemeriksaan ibu hamil.

Baca Juga: ASYIK! Penumpang Garuda Indonesia Rute Jakarta-Doha akan Dimanjakan Luxury Experience dari Passion Jewelry

"Pada anak dengan riwayat keturunan kanker (apalagi kanker darah) / autoimun lakukan skrining darah berkala 6-12 bulan sekali hematologi lengkap, bahkan sesuai anjuran dokter bisa jadi diperiksakan bone marrow puncture dan Red Blood Cell Distribution Width (RDW) untuk mengukur kisaran ukuran sel darah merah," pungkasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.