Apa Itu Anemia Aplastik? Penyakit yang Disebut Jadi Penyebab Meninggalnya Komika Babe Cabita, Begini Penjelasan dr. Ngabila Salama

AKURAT JAKARTA - Dunia selebritis Indonesia kembali berduka. Artis sekaligus Komika Babe Cabita meninggal dunia, Selasa (9/4/2024), pukul 06.38 WIB.
Diketahui, Babe Cabita meninggal dunia di Rumah Sakit Mayapada Lebak Bulus, Jakarta Selatan, akibat penyakit langka anemia aplastik.
Lalu apa itu Anemia aplastik? Penyakit langka yang diduga menjadi penyebab meninggalnya Babe Cabita?
Praktisi kesehatan masyarakat, dr. Ngabila Salama menjelaskan, Anemia aplastik adalah kegagalan sumsum tulang belakang untuk memproduksi 3 jenis sel darah.
Tiga jenis sel darah tersebut adalah: sel darah merah (eritosit), sel darah putih (leukosit), keping darah (trombosit).
Penyakit ini bisa didapat karena keturunan (genetik) atau didapat selama hidup karena penyakit menular ataupun tidak menular, efek kemoterapi dan radioterapi pada kanker, autoimun, konsumsi obat-obatan atau zat kimia, dan infeksi lainnya.
"Kondisi ini sangat jarang. Kurang dari 15.000 orang per tahunnya di Indonesia, atau 5 kasus per 100.000 penduduk, sehingga sulit dikenali gejalanya," katanya.
Ngabila mengatakan, cegah sakit tersebut dengan pola hidup bersih sehat dan CERDIK setiap hari sehingga terhindar dari penyakit menular, tidak menular, termasuk kanker.
"Hindari penggunaan antibiotik, zat kimia, dan obat-obatan tanpa resep dokter," sambungnya.
Selain itu, cara mencegah meninggal akibat Anemia aplastik adalah dengan deteksi dan pengobatan dini. "Skrining berkala per 6 bulan perlu dilakukan," tegasnya.
Ada beberapa gejala yang dialami orang dengan penderita Anemia aplastik. Antara lain:
- Gejala kurang darah merah 6L: lemah, letih, lesu, lemot, letoy, loyo
- Gejala kurang darah putih: mudah sakit dan terkena infeksi menular seperti batuk pilek dan diare
- Gejala kurang keping darah: mudah memar, kebiruan pada kulit bahkan tanpa benturan / sebab yang jelas (lebam / memar / perdarahan spontan), sering mimisan, dll
"Pada kondisi di atas segera periksakan darah lengkap secara GRATIS dengan BPJS di Puskesmas terdekat atau mandiri (biaya pemeriksaan sangat terjangkau untuk ini)," katanya.
Dikatakan Ngabila, program deteksi dini dari pemerintah diberikan melalui program catin / calon pengantin dengan pemeriksaan darah kedua calon, juga pemeriksaan ibu hamil.
"Pada anak dengan riwayat keturunan kanker (apalagi kanker darah) / autoimun lakukan skrining darah berkala 6-12 bulan sekali hematologi lengkap, bahkan sesuai anjuran dokter bisa jadi diperiksakan bone marrow puncture dan Red Blood Cell Distribution Width (RDW) untuk mengukur kisaran ukuran sel darah merah," pungkasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kepulauan Faroe vs Kazakhstan di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Punya Modal Kandang Kuat
- 2Prediksi Skor Islandia vs Estonia di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Incar Awal Positif
- 3Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 4Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 5Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UNL, 27 September 2026: Duel Seru di Kaunas!
- 6Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Amankan Kemenangan Perdana?
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di UNL, 27 September 2026: Mampukah The Falcons Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!

