Jakarta

Siswa SMAN 2 Tangsel Azka Luqman Abrar Prasojo Wakili Indonesia di Kontes Matematika Internasional, Raih Medali Perunggu

Ainun Kusumaningrum | 6 September 2024, 20:31 WIB
Siswa SMAN 2 Tangsel Azka Luqman Abrar Prasojo Wakili Indonesia di Kontes Matematika Internasional, Raih Medali Perunggu

AKURAT JAKARTA - Siswa kelas XII MIPA 3, SMAN 2 Tangerang Selatan Azka Luqman Abrar Prasojo berhasil mendapat prestasi bidang Matematika di level internasional.

Azka Luqman Abrar Prasojo berhasil meraih medali perunggu pada International Mathematics Contest Singapore 2023 yang berlangsung di Singapura pada 28-31 Juli 2023.

Azka merupakan salah satu dari 55 orang peserta yang mewakili Indonesia. Lomba tersebut merupakan lomba tahunan yang dilaksanakan oleh IMC UNion yang berpusat di Tiongkok, namun pelaksanaannya selalu di Singapura.

Baca Juga: Kisah Fitri dan Haya Siswi SMAN 2 Tangsel Kompak Raih Medali Emas Bidang Geografi di Olimpiade Sains Nasional 2024

Dalam ajang ini berkat Perjuangan Tim Indonesia yang gigih, akhirnya berhasil membawa pulang 5 medali emas, 13 medali perak, 25 medali perunggu, dan 11 merit.

Tim Indonesia yang tergabung dalam tim Klinik Pendidikan MIPA (KPM) berhasil membuktikan mampu bersaing dengan 557 peserta dari 10 negara.

Yaitu, Australia, Tiongkok, Filipina, Hong Kong, Indonesia, Makau, Malaysia, Thailand, Taiwan, dan Vietnam.

Baca Juga: Siswa SMAN 2 Tangsel Ciptakan Robot Pemadam Kebakaran Lahan Gambut, Dilirik Kementerian Lingkungan Hidup

"Kemarin ikut lomba matematika. waktu itu ikut lomba lumayan banyak. ada IMCS itu lomba internasional di Singapura. Ada AMO, American Mathematical Olympiad. Itu penyelenggaranya dari Singapura juga, cuma pelaksanaannya online," katanya.

Kemudian, lanjut dia, ada kontes SASMO dari Singapura secara online. Selanjutnya ada Hong Kong International Mathematical Olympiad.

"Itu beda penyelenggara, tapi online juga. Sama ada satu lagi, FIMO, Philippines International Mathematical Olympiad. Untuk yang IMCS itu 2023. Selainnya itu 2024. Ada (yang diperoleh) perunggu sama perak, emas belum dapat," katanya.

Baca Juga: Maesyal-Intan Dorong Pelaku UMKM Naik Kelas, Buka Lapangan Pekerjaan Semakin Luas

Luqman mengatakan, persiapan di sekolah dirinya ikut Moonzher Science Olympiad Club (Moscopic) yang membawahi peserta OSN di SMAN 2 Tangsel.

Dia cerita awalnya di Moscopic ikut Informatika. Lalu kelas XI pindah ke matematika. "Saya merasa lebih bisa di matematika daripada informatika, makanya saya pindah," katanya.

"Setiap minggu ada pertemuan sekali dengan belajar bareng-bareng. Setiap pertemuan saya belajar sama anak bidang matematika lainnya ngebahas materi, ngerjain soal, atau bahas-bahas yang lainnya," tambahnya.

Pihak sekolah juga memfasilitasi pelatih tanpa biaya untuk siswa yang ikut di Moscopic. Sementara untuk pembiayanya selama mengikuti OSN dilakukan secara mandiri. Misal untuk IMCS di Singapura,

Tim Indonesia tergabung dalam tim Klinik Pendidikan MIPA (KPM). Sebelum lomba, disediakan pelatih secara terpusat selama lima hari di Sentul. Setelah masa pelatihan, baru bareng-bareng berangkat ke Singapura.

"Kami difasilitasi langsung tanpa biaya. Pelatihnya juga ada yang dari alumni OSN SMAN 2 Tangsel juga," ujarnya.

Untuk kegiatan di Moscopic, kata dia, biasanya sesudah pelatihan akan ada seleksi dan diambil lima siswa untuk ikut OSN tingkat kota.

Kemudian, yang lolos lanjut ke provinsi dan selanjutnya mewakili ke level internasional. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.