Kekurangan 464 Ribu Guru, CPNS 2027 Buka Peluang bagi Fresh Graduate

AKURAT JAKARTA - Kekurangan guru di Indonesia membuka peluang bagi lulusan baru untuk mengikuti seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) guru pada 2027.
Namun, di tengah kebutuhan tenaga pendidik yang mencapai ratusan ribu orang, sejumlah aturan seleksi masih dalam pembahasan, termasuk mekanisme tes dan batas usia pelamar.
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Nunuk Suryani, mengatakan pemerintah perlu membuka formasi bagi fresh graduate untuk memenuhi kebutuhan guru yang belum tercukupi.
"Karena kita sekarang tinggal menyisakan 39.000 yang lulusan PPG (Pendidikan Profesi Puru) Calon Guru, sementara kebutuhan kita 400 ribu. Jadi kita harus membuka formasi untuk fresh graduate," ucapnya pada live Instagram NgoPi: Ada Apa dengan Penataan Guru ASN di 2027, dikutip Senin (26/10/2026).
Dalam informasi yang disampaikan tersebut, kekurangan guru disebut mencapai 464.856 orang.
Besarnya kebutuhan ini membuat rekrutmen guru tidak hanya berkaitan dengan peluang lulusan baru memperoleh pekerjaan, tetapi juga upaya memenuhi kebutuhan tenaga pendidik.
Lulusan Baru Bisa Mendaftar, Sertifikat PPG Jadi Keunggulan
Kesempatan mengikuti CPNS guru tidak hanya ditujukan kepada calon guru yang telah memiliki pengalaman mengajar.
Lulusan baru juga diperbolehkan mengikuti seleksi.
Meski demikian, calon guru yang telah memiliki sertifikat pendidik melalui program PPG Calon Guru berpeluang memperoleh prioritas.
Baca Juga: Nasib Guru PPPK yang Gagal CPNS 2027: Tetap Mengajar, tetapi Kontrak Bergantung Kinerja
Nunuk menjelaskan bahwa kepemilikan sertifikat pendidik akan memiliki bobot dalam penilaian seleksi.
"Itu ada bobotnya kepemilikan sertifikat pendidik tersebut," ucap Nunuk.
Ia menambahkan, calon guru yang telah menyelesaikan pendidikan profesi tidak perlu mengulang pendidikan tersebut ketika menjadi CPNS.
Sementara itu, calon guru yang belum menempuh PPG tetap harus mengikuti tahapan pendidikan profesi sesuai ketentuan yang berlaku.
Perbedaan ini membuat persiapan calon pelamar menjadi penting.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Athletic Bilbao vs Getafe di La Liga, 25 Oktober 2026: Mampukah Los Leones Akhiri Tren Negatif?
- 2Prediksi Skor Cagliari vs Bologna di Serie A, 24 Oktober 2026: Siapakah yang Akan Kembali ke Jalur Kemenangan?
- 3Prediksi Skor Atalanta vs Frosinone di Serie A, 25 Oktober 2026: Misi La Dea Menghentikan Kejutan Tim Promosi
- 4Prediksi Skor Genoa vs Venezia di Serie A, 25 Oktober 2026: Mampukah Lagunari Lanjutkan Kejutan?
- 5Prediksi Skor Crystal Palace vs Newcastle United di Premier League, 25 Oktober 2026: Mampukah The Eagles Manfaatkan Kerapuhan Pertahanan The Magpies?
- 6Prediksi Skor Alaves vs Malaga di La Liga, 24 Oktober 2026: Misi Bangkit Tuan Rumah di Tengah Ancaman Zona Bawah
- 7Prediksi Skor Torino vs AC Monza di Serie A, 24 Oktober 2026: Mampukah Il Toro Lanjutkan Tren Positif?
- 8Prediksi Skor Real Sociedad vs Levante di La Liga, 26 Oktober 2026: Mampukah La Real Lanjutkan Tren Kemenangan?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







