Hari Raya Galungan: Makna dan Rangkaian Perayaan

AKURAT JAKARTA - Hari raya Galungan dirayakan oleh umat Hindu Bali setiap 210 hari sekali, dengan menggunakan perhitungan kalender Bali yaitu pada hari Budha Kliwon Dungulan (Rabu Kliwon wuku Dungulan).
Perayaan Galungan adalah perayaan hari kemenangan Dharma (kebenaran) melawan Adharma (kejahatan).
Hari raya Galungan juga dirayakan oleh masyarakat Tengger dengan makna dan cara yang berbeda dengan masyarakat Bali, setidaknya hingga pengenalan agama Hindu Dharma ke kawasan Tengger tahun 1980-an.
Masyarakat Tengger merayakan Galungan setiap 210 hari sekali di wuku galungan sebagai hari untuk memberkati desa, air, dan masyarakat.
Tata cara perayaannya identik dengan barikan, satu upacara lain yang biasanya dilakukan tiap 35 hari sekali atau setelah bencana seperti gunung meletus, gempa, atau gerhana.
Berbeda dengan barikan, hari raya galungan Tengger sudah tidak dilaksanakan dengan cara Tengger namun telah disatukan dengan perayaan galungan sesuai tata cara Hindu Bali.
Baca Juga: Cara Mengucapkan Selamat Hari Raya Galungan Lengkap dengan Contoh Ucapan
Makna Hari Raya Galungan
Kemenangan Dharma
Hari ini menandai kemenangan kebaikan atas kejahatan, atau dharma atas adharma. Umat Hindu diharapkan untuk selalu menjaga dan memelihara kebenaran dalam hidup mereka.
Persembahan kepada Leluhur
Pada Galungan, umat Hindu mempersiapkan sesajen untuk leluhur mereka, mengundang mereka untuk datang dan memberkati keluarga mereka.
Baca Juga: Apa Itu Kampanye Damai yang Digaungkan Ketiga Paslon Pilkada DKI Jakarta 2024?
Mempererat Keluarga
Galungan juga menjadi momen penting untuk berkumpul bersama keluarga, menghormati leluhur, dan menguatkan hubungan antar sesama.
Rangkaian Hari Raya Galungan
1. Penampahan Galungan: Sehari sebelum Galungan, biasanya umat Hindu akan memotong babi dan membuat persembahan.
2. Hari Raya Galungan: Pada hari ini, umat Hindu akan pergi ke pura untuk berdoa dan mempersembahkan sesajen.
3. Hari Kuningan: Sepuluh hari setelah Galungan, umat Hindu merayakan Hari Kuningan, sebagai penutupan rangkaian perayaan, di mana leluhur dipercaya kembali ke tempatnya.
Galungan adalah salah satu perayaan terpenting dalam agama Hindu Bali yang berfokus pada spiritualitas, keluarga, dan rasa syukur.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 2Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 3Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 4Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 5Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 6Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit?
- 7Prediksi Skor Austria vs Israel di UNL, 25 September 2026: Tuan Rumah Bidik Awal dengan Kemenangan
- 8Prediksi Skor Hungaria vs Ukraina di UNL, 26 September 2026: Duel Ketat di Budapest
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



