Jakarta

Hiburan Gratis Akhir Pekan ini: Ndarboy Genk, Rockstar hingga Senopati Band Bakal Meriahkan Semarang Night Carnival 2025

Sastra Yudha | 2 Mei 2025, 06:29 WIB
Hiburan Gratis Akhir Pekan ini: Ndarboy Genk, Rockstar hingga Senopati Band Bakal Meriahkan Semarang Night Carnival 2025

AKURAT JAKARTA - Warga Semarang dan sekitarnya jangan sampai lupa! Akhir pekan ini bakal ada Semarang Night Carnival atau SNC 2025.

Event tahunan yang jadi hiburan gratis bagi warga Semarang dan sekitarnya ini akan digelar pada hari Minggu, 4 Mei 2025.

Semarang Night Carnival 2025 ini digelar dalam rangka meramaikan Hari Ulang Tahun atau HUT ke-478 Kota Semarang.

Baca Juga: 7 Deretan Film Indonesia yang Bakal Tayang Mei 2025, Banyak Judul Mengejutkan yang Wajib Ditonton

Sejumlah musisi tahan air dijadwalkan akan menghibur pengunjung Semarang Night Carnival 2025. Mereka adalah Ndarboy Genk, Rockstar, Senopati Band, dan Congrock 17.

Tak hanya itu. Ada juga pembagian soto gratis di area Balai Kota. Inisiatif ini disebut penyelanggara sebagai bentuk apresiasi terhadap antusiasme masyarakat yang setiap tahunnya memadati acara tersebut.

Mengusung tema 'Perisai Nusantara', SNC 2025 tetap akan menampilkan empat subtema yang merepresentasikan kekayaan budaya Indonesia: Burung Cendrawasih, Anggrek, Burung Merak, dan Penjor.

Setiap subtema akan ditampilkan melalui parade kostum, musik, serta koreografi yang menggambarkan filosofi masing-masing simbol budaya.

Parade akan dimulai dari Titik 0 Km dan berakhir di Balai Kota Semarang. Acara akan mulai pada pukul 19.00 WIB hingga selesai.

Empat subtema Utama tersebut adalah: Burung Cendrawasih, Anggrek, Burung Merak, dan Penjor.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Tawarkan Bansos dengan Syarat Vasektomi, Inilah Efek Samping yang Bakal dirasakan Pria yang Melakukannya

Empat subtema tersebut masing-masing memilii makna budaya, yaitu:

1. Burung Cendrawasih

Disebut juga Bird of Paradise, burung Cendrawasih melambangkan keindahan dan keagungan.

Dalam bahasa Sansekerta, “Cendra” berarti dewa atau dewi, sementara “Wasih” berarti utusan.

Burung jantan Cendrawasih dikenal dengan bulunya yang eksotis dan dinilai sebagai salah satu burung tercantik di dunia.

2. Anggrek (Orchidaceae)

Tanaman endemik Indonesia ini dikenal sebagai bunga eksotis yang melambangkan cinta, kemewahan, dan ketangguhan.

Warna-warninya yang kaya dianggap sebagai simbol dari keindahan yang kuat dan tahan lama.

3. Burung Merak

Burung Merak melambangkan kejujuran, kewibawaan, dan kebijaksanaan. Burung ini juga dipercaya membawa simbol keunggulan dan optimisme.

Sikap ini tercermin dari kepalanya yang selalu tegak, seolah terus memandang ke arah yang lebih baik.

4. Penjor

Penjor merupakan elemen khas dalam budaya Bali yang merepresentasikan kesejahteraan dan kemakmuran.

Penjor dihias dengan beragam ornamen seperti padi dan gantungan lainnya, yang masing-masing mengandung makna spiritual serta perlambang sandang dan pangan.

Baca Juga: Line Up Fase Kedua Bigu Festival 2025 Telah Diumumkan, Berikut Daftar 15 Artis yang Siap Goyang Aldiron Plaza Pancoran pada Juli Mendatang

Empat subtema di atas diinterpretasikan sebagai bentuk penghormatan terhadap kekayaan budaya dan filosofi bangsa Indonesia.

Semarang Night Carnival bukan sekadar parade kostum, melainkan juga ruang ekspresi kreativitas masyarakat sekaligus etalase kekayaan budaya Nusantara.

Kostum, musik, dan koreografi yang ditampilkan setiap tahun dirancang untuk membawa pesan budaya yang kuat dan menghibur masyarakat.

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan pantau situs resmi Pemkot Semarang dan akun media sosial @semarangnightcarnival.

Mari rayakan HUT ke-478 Kota Semarang dengan Semarang Night Carnival 2025 yang semarak dan penuh kebersamaan.

Jangan sampai ketinggalan! Acara ini digelar terbuka untuk umum dan pengunjung tidak dipungut biaya alias gratis. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.