Info Penting! Semarang Night Carnival Diundur Jadi Minggu 4 Mei 2025, Dimeriahkan Ndarboy Genk, Rockstar hingga Senopati Band, Ada Makan Soto Gratis

AKURAT JAKARTA - Pengumuman penting untuk warga Semarang dan sekitarnya. Semarang Night Carnival atau SNC 2025 mengalami perubahan jadwal.
Semarang Night Carnival yang semula akan dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 1 Mei 2025, diundur menjadi pada hari Minggu tanggal 4 Mei 2025.
Selain itu, ada yang beda dengan Semarang Night Carnival sebelumnya. Gelaran SNC 2025 juga akan dimeriahkan oleh penampilan sejumlah musisi tanah air.
Mereka yang akan menghibur pengunjung Semarang Night Carnival 2025 adalah Ndarboy Genk, Rockstar, Senopati Band, dan Congrock 17.
Tak hanya itu. Ada juga pembagian soto gratis di area Balai Kota. Inisiatif ini disebut penyelanggara sebagai bentuk apresiasi terhadap antusiasme masyarakat yang setiap tahunnya memadati acara tersebut.
Tentu saja, perubahan ini disambut positif oleh warga, mengingat akhir pekan dianggap lebih fleksibel untuk menghadiri acara besar seperti SNC 2025.
Mengusung tema 'Perisai Nusantara', SNC 2025 tetap akan menampilkan empat subtema yang merepresentasikan kekayaan budaya Indonesia: Burung Cendrawasih, Anggrek, Burung Merak, dan Penjor.
Setiap subtema akan ditampilkan melalui parade kostum, musik, serta koreografi yang menggambarkan filosofi masing-masing simbol budaya.
Parade akan dimulai dari Titik 0 Km dan berakhir di Balai Kota Semarang. Acara akan mulai pada pukul 19.00 WIB hingga selesai.
Semarang Night Carnival 2025 ini digelar dalam rangka meramaikan Hari Ulang Tahun atau HUT ke-478 Kota Semarang.
Tahun ini, Semarang Night Carnival mengusung tema 'Perisai Nusantara' yang terdiri dari empat subtema Utama.
Empat subtema Utama tersebut adalah: Burung Cendrawasih, Anggrek, Burung Merak, dan Penjor.
Empat subtema tersebut masing-masing memilii makna budaya, yaitu:
1. Burung Cendrawasih
Disebut juga Bird of Paradise, burung Cendrawasih melambangkan keindahan dan keagungan.
Dalam bahasa Sansekerta, “Cendra” berarti dewa atau dewi, sementara “Wasih” berarti utusan.
Burung jantan Cendrawasih dikenal dengan bulunya yang eksotis dan dinilai sebagai salah satu burung tercantik di dunia.
2. Anggrek (Orchidaceae)
Tanaman endemik Indonesia ini dikenal sebagai bunga eksotis yang melambangkan cinta, kemewahan, dan ketangguhan.
Warna-warninya yang kaya dianggap sebagai simbol dari keindahan yang kuat dan tahan lama.
3. Burung Merak
Burung Merak melambangkan kejujuran, kewibawaan, dan kebijaksanaan. Burung ini juga dipercaya membawa simbol keunggulan dan optimisme.
Sikap ini tercermin dari kepalanya yang selalu tegak, seolah terus memandang ke arah yang lebih baik.
4. Penjor
Penjor merupakan elemen khas dalam budaya Bali yang merepresentasikan kesejahteraan dan kemakmuran.
Penjor dihias dengan beragam ornamen seperti padi dan gantungan lainnya, yang masing-masing mengandung makna spiritual serta perlambang sandang dan pangan.
Empat subtema di atas diinterpretasikan sebagai bentuk penghormatan terhadap kekayaan budaya dan filosofi bangsa Indonesia.
Catat! Semarang Night Carnival bukan sekadar parade kostum, melainkan juga ruang ekspresi kreativitas masyarakat sekaligus etalase kekayaan budaya Nusantara.
Kostum, musik, dan koreografi yang ditampilkan setiap tahun dirancang untuk membawa pesan budaya yang kuat dan menghibur masyarakat.
Untuk informasi lebih lanjut, silahkan pantau situs resmi Pemkot Semarang dan akun media sosial @semarangnightcarnival.
Dengan perubahan ini, penyelenggara berharap lebih banyak warga dapat bergabung dan merayakan HUT ke-478 Kota Semarang dengan semarak dan penuh kebersamaan.
Jangan sampai ketinggalan! Acara ini digelar terbuka untuk umum dan pengunjung tidak dipungut biaya alias gratis. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1POTRET BERINGIN JAKARTA: Dari Pengurus Pokja ke Pimpinan DPRD, Basri Baco Targetkan 13 Kursi dan Tiket Cagub DKI
- 2Prediksi Skor Parma vs Udinese di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Keluar dari Tren Buruk
- 3Prediksi Skor Freiburg vs Wolfsburg di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Buruk?
- 4Prediksi Skor Bournemouth vs Aston Villa di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Duel Dua Tim yang Sedang Panas
- 5Prediksi Skor Fulham vs Crystal Palace di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Momentum Kebangkitan Tuan Rumah Diuji
- 6Prediksi Skor AC Monza vs Napoli di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Partenopei di Markas Brianzoli
- 7Prediksi Skor SC Paderborn vs Stuttgart di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Kesempatan Tuan Rumah Membalas Kekalahan
- 8Prediksi Skor Sunderland vs Brentford di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Misi Bangkit demi Tiket Perempat Final
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






