Kisah Tragis Mantan Bocah Jenius Ahli Matematika yang Kini Hidup Miskin dengan Subsidi Rp 1 Juta Per Bulan, Apa Penyebabnya?

AKURAT JAKARTA – Masih ingat dengan sosok Liu Hanqing? Pria yang dulu dijuluki sebagai "bocah jenius" dan kebanggaan nasional China ini membawa kabar memprihatinkan.
Di usianya yang menginjak 60-an, Liu kini menjalani hidup sebatang kara di sebuah desa terpencil dengan keterbatasan ekonomi yang ekstrem.
Mantan mahasiswa berprestasi dari Institut Teknologi Harbin ini dilaporkan hanya mengandalkan subsidi bulanan sebesar 400 Yuan atau sekitar Rp 1 jutaan untuk menyambung hidup.
Baca Juga: Kapan Gaji ke-13 ASN Tahun 2026 Cair? Cek Jadwal, Aturan, Komponen dan Daftar Penerimanya
Perjalanan Sang "Phoenix Emas" dari Desa Kecil
Lahir di keluarga petani miskin di Taizhou, kecerdasan Liu Hanqing sudah terlihat sejak dini. Pada usia 11 tahun, saat anak-anak lain masih bermain, Liu sudah mempelajari kalkulus secara otodidak dan menghafal teks-teks klasik yang rumit.
"Saya selalu menjadi juara pertama di seluruh sekolah saat SD dan SMP," kenang Liu dalam wawancaranya dengan Sina News, beberapa tahun lalu.
Puncaknya terjadi pada usia 16 tahun. Liu berhasil menembus Institut Teknologi Harbin (HIT) dengan nilai ujian masuk hampir sempurna: 398,5 dari 400.
Angka tersebut 10 poin di atas standar universitas unggulan. Di tahun 1980-an, pencapaian ini sangat langka mengingat dari 3,33 juta peserta ujian, hanya 280.000 orang yang diterima.
Keberhasilan Liu disambut pesta besar di kampung halamannya. Warga mengantarkannya dengan perahu dan tabuhan genderang, menganggapnya sebagai "Phoenix Emas" yang berhasil terbang tinggi dari desa kecil.
Obsesi Konjektur Goldbach yang Mengubah Segalanya
Di kampus, Liu mengambil jurusan Pemrosesan Termal dan awalnya menjadi mahasiswa kesayangan para dosen. Namun, segalanya berubah drastis pada tahun ketiga masa kuliahnya.
Liu mulai terobsesi dengan matematika setelah membaca profil Chen Jingrun, matematikawan China yang memecahkan sebagian Konjektur Goldbach—salah satu masalah matematika tersulit di dunia yang diajukan Christian Goldbach sejak 1742.
Obsesi ini menjadi bumerang. Liu mengabaikan kuliahnya. Ia meninggalkan semua tugas dan kuliah di jurusannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Catat! 12 Spot Nobar Gratis Final FIFA ASEAN Cup 2026 Indonesia vs Thailand di Tangerang Raya, Cek Lokasinya Di Sini
- 2Prediksi Skor Kosovo vs Austria di UNL, 4 Oktober 2026: Mampukah Dardanet Balas Kekalahan?
- 3Prediksi Skor Azerbaijan vs Lithuania di UNL, 4 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 4Prediksi Skor Malta vs Andorra di UNL, 4 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Dominasi?
- 5Info Lokasi Nobar Final FIFA ASEAN Cup 2026 Indonesia vs Thailand di Jakarta - Bandung, Cek di Sini!
- 6Prediksi Skor Kazakhstan vs Kepulauan Faroe di UNL, 6 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 7Prediksi Skor Belanda vs Serbia di UNL, 5 Oktober 2026: Oranje Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Portugal vs Norwegia di UNL, 5 Oktober 2026: Duel Seru di Porto
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!

