Jakarta

Fix! Muktamar NU Digelar di Ponpes Tambakberas Jombang, Ini Profil dan Sejarah Pesantren Berusia 200 Tahun Itu

M Rahman Akurat | 9 Juli 2026, 09:04 WIB
Fix! Muktamar NU Digelar di Ponpes Tambakberas Jombang, Ini Profil dan Sejarah Pesantren Berusia 200 Tahun Itu
Gapura di pintu masuk Pesantren Tambakberas, Jombang.

AKURAT JAKARTA - Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) resmi akan digelar pada 27 hingga 30 Agustus 2026 di Pondok Pesantren (Ponpes) Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Keputusan krusial ini diambil dalam rapat gabungan Syuriyah dan Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang dipimpin langsung oleh Rais Aam PBNU, KH Miftachul Ahyar, pada Selasa malam (7/7/2026).

Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, mengonfirmasi bahwa rapat tersebut berhasil menjawab teka-teki mengenai lokasi sekaligus memastikan waktu pelaksanaan forum tertinggi organisasi berlambang bola dunia ini.

Baca Juga: Bupati Tangerang Pimpin Doa Bersama Untuk Kelancaran Proses Pemadaman TPA Jatiwaringin, Gelar Shalat Istisqo untuk Minta Hujan

Dengan ditetapkannya jadwal dan tempat kegiatan, seluruh jajaran pengurus NU di tingkat wilayah (PWNU) dan cabang (PCNU) kini diinstruksikan untuk sepenuhnya fokus pada agenda persiapan.

Profil Ponpes Tambakberas

Ponpes Tambakberas juga disebut sebagai Ponpes Bahrul Ulum. Lokasinya di Desa Tambakrejo, Kecamatan Jombang, Jawa Timur.

Ponpes Tambakberas didirikan oleh KH Abdus Salam sekitar tahun 1825. Artinya, Ponpes tersebut telah berusia lebih dari 200 tahun.

Awalnya, KH Abdus Salam bersama 25 pengikutnya, membangun perkampungan santri dengan sebuah mushala dan pondok sementara yang disebut pondok pesantren Slawean.

Slawean berasal dari bahasa Jawa yaitu Slawe yang artinya 25. Pondok tersebut jadi tempat Kiai Salam mengajarkan ilmu syariat, hakikat, dan kanuragan.

Baca Juga: Asosiasi Petani Cengkeh Tolak Aturan Penyeragaman Kemasan Rokok, Khawatir Berpotensi Ganggu IHT

Silsilah KH Abdus Salam, Pendiri Ponpes Tambakberas

KH Abdus Salam sendiri dikenal sebagai keturunan Raja Brawijaya dari Majapahit. Nama KH Abdus Salam lebih dikenal dengan nama Shochah atau Kyai Shoichah yang kemudian menikahi seorang putri dari Kota Demak, yaitu Muslimah.

Dari pernikahannya, KH Abdus Salam dikaruniai putri dan putri yang bernama Laiyyinah, Fatimah, Abu Bakar, Murfu'ah, Jama'ah, Mustaharoh, Aly ma'un, Fatawi, dan Abu Sakur.

Dari silsilahnya, KH Abdus Salam adalah putra dari Kiai Abdul Jabbar atau Pangeran Sumoyudo. Kiai Jabbar sendiri cucu dari Penguasa Pajang, Sultan Hadiwijoyo atau Joko Tingkir. Kakek Kiai Jabbar adalah Pangeran Benowo.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.