Di Balik Kepindahan Sekolah Putra Wamen Stella dari China ke Indonesia, Ada Dilema yang Dialami Banyak Orang Tua

AKURAT JAKARTA - Hari pertama masuk sekolah menjadi momen emosional bagi banyak keluarga, termasuk Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie.
Di balik kesibukannya sebagai pejabat negara, ia juga dihadapkan pada keputusan besar yang tidak mudah: memindahkan anaknya dari China ke Indonesia demi kembali hidup bersama sebagai keluarga.
Selama hampir dua tahun, putranya tetap bersekolah di Beijing bersama sang ayah setelah Stella menerima amanah sebagai wakil menteri.
Keputusan itu diambil agar anaknya tidak mengalami perubahan drastis di tengah masa sekolah.
Namun, jarak yang memisahkan keluarga akhirnya menjadi tantangan tersendiri.
Setelah melalui berbagai pertimbangan, keluarga memutuskan memindahkan putranya ke Indonesia untuk melanjutkan pendidikan di Jakarta.
Keputusan tersebut bukan hanya soal perpindahan sekolah, tetapi juga tentang mengembalikan kebersamaan keluarga yang sempat terpisah oleh tuntutan pekerjaan.
Perubahan itu tentu membawa tantangan baru.
Anak yang selama beberapa tahun belajar menggunakan bahasa Mandarin harus kembali menyesuaikan diri dengan sistem pendidikan Indonesia, termasuk menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa utama dalam proses belajar.
Adaptasi terhadap lingkungan sekolah baru dan membangun pertemanan juga menjadi perhatian keluarga.
Baca Juga: Jualan Online Tak Harus Lewat Marketplace, Ini Strategi yang Kini Banyak Dipilih UMKM
=====
Di tengah berbagai pilihan yang ada, keluarga memilih sekolah umum dibandingkan sekolah internasional.
Langkah tersebut diambil agar anak dapat tumbuh lebih dekat dengan bahasa, budaya, dan kehidupan masyarakat Indonesia sejak usia dini.
Kisah ini menunjukkan bahwa keputusan mengenai pendidikan anak tidak selalu sederhana.
Banyak orang tua harus menimbang berbagai aspek sekaligus, mulai dari kualitas pendidikan, kedekatan emosional, hingga masa depan anak.
Pada akhirnya, pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa setiap keluarga memiliki bentuk pengorbanannya masing-masing.
Meski latar belakang berbeda, tujuan yang ingin dicapai tetap sama, yakni memberikan kesempatan terbaik agar anak dapat tumbuh, belajar, dan berkembang dengan baik. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Fulham vs Hull City di Premier League, 17 Oktober 2026: Mampukah The Cottagers Mengakhiri Tren Buruk?
- 2Prediksi Skor Newcastle United vs Aston Villa di Premier League, 17 Oktober 2026: Duel Kontras di St James' Park
- 3Prediksi Skor Getafe vs Rayo Vallecano di La Liga, 20 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Memutus Rekor Buruk?
- 4Prediksi Skor AC Monza vs Cagliari di Serie A, 19 Oktober 2026: Tuan Rumah Terancam oleh Ketangguhan Rossoblu
- 5Prediksi Skor Parma vs Torino di Serie A, 20 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Tuan Rumah di Tengah Ancaman Granata
- 6Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Coventry City di Premier League, 20 Oktober 2026: Mampukah Spurs Akhiri Paceklik Kemenangan?
- 7Prediksi Skor Hamburger SV vs Stuttgart di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Momentum Positif Jadi Modal Kedua Tim
- 8Prediksi Skor Espanyol vs Atletico Madrid di La Liga, 17 Oktober 2026: Misi Tuan Rumah Hentikan Tren Kemenangan Los Colchoneros
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







